JawaPos.com — MotoGP resmi memperkenalkan format baru akhir pekan balapan mulai musim 2027 dengan menghadirkan Kualifikasi Sprint yang menghasilkan starting grid berbeda untuk Sprint dan Grand Prix.
Perubahan ini akan membagi persaingan menjadi dua jalur kualifikasi, sekaligus menandai era baru MotoGP seiring penerapan regulasi teknis yang benar-benar baru pada musim mendatang.
Format anyar tersebut dirancang untuk menghadirkan lebih banyak tontonan bagi penggemar tanpa menambah beban waktu di lintasan bagi pembalap, tim, dan pabrikan.
Baca Juga: Permintaan Avtur Melonjak 48 Persen Saat MotoGP 2026, Pertamina Jamin Stok Aman
Dengan dua starting grid berbeda, setiap sesi kualifikasi akan memiliki arti penting karena hasilnya menentukan posisi start untuk dua balapan yang berbeda.
MotoGP menggambarkan perubahan tersebut melalui slogan, “Dua starting grid, dua pertarungan sengit, satu MotoGP.”
Konsep ini menegaskan ambisi penyelenggara untuk membuat setiap hari balapan lebih menarik, terutama dengan memberikan Sprint jalur kualifikasi tersendiri yang terpisah dari Grand Prix utama.
Kualifikasi Sprint Jadi Pembeda Utama pada Jumat
Perubahan paling mencolok dalam format MotoGP 2027 terletak pada hari Jumat, ketika sesi Kualifikasi Sprint berdurasi 15 menit akan menentukan starting grid balapan Sprint pada Sabtu.
Baca Juga: Meutya Hafid Pastikan Jaringan Komunikasi Siap Layani 200 Ribu Penonton pada MotoGP Mandalika 2026
Seluruh pembalap akan mengikuti sesi tersebut, sehingga mereka memiliki kesempatan khusus untuk memperebutkan posisi start tanpa bergantung pada hasil kualifikasi Grand Prix.
Rangkaian kegiatan Jumat tetap dibuka dengan Free Practice 1 (FP1) selama 45 menit, sama seperti format yang berlaku saat ini.
Setelah itu, pembalap menjalani Free Practice 2 (FP2) selama 30 menit, menggantikan sesi Practice sebelumnya yang memiliki fungsi berbeda dalam rangkaian akhir pekan.
FP2 versi baru tidak menentukan kelolosan pembalap ke sesi kualifikasi berikutnya, sehingga perannya lebih berfokus pada persiapan di lintasan.
Setelah sesi tersebut selesai, seluruh perhatian beralih ke Kualifikasi Sprint selama 15 menit yang menjadi penentu posisi start untuk balapan pendek.
Baca Juga: Komdigi Siapkan 250 Frekuensi dan 4 BTS Bergerak untuk Dukung MotoGP Mandalika 2026
Kualifikasi Sprint juga membuka peluang munculnya strategi berbeda dari tim sejak hari pertama akhir pekan.
Pembalap perlu memaksimalkan kesempatan selama 15 menit karena hasil sesi tersebut tidak bisa digunakan sebagai acuan langsung untuk menentukan starting grid Grand Prix pada Minggu.
Sabtu Tetap Menentukan Posisi Start Grand Prix
Hari Sabtu akan dimulai dengan Free Practice 3 (FP3) selama 20 menit sebelum pembalap memasuki rangkaian kualifikasi Grand Prix.
Sesi latihan bebas yang lebih singkat ini memberikan kesempatan tambahan untuk mengevaluasi motor sebelum pertarungan memperebutkan posisi start balapan utama.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Ungkap Tim Medis MotoGP Mandalika Diakui Dorna Salah Satu Terbaik di Dunia
Setelah FP3, seluruh pembalap mengikuti Grand Prix Q1 selama 15 menit. Sebanyak 12 pembalap teratas dari Q1 akan melaju ke Grand Prix Q2, yang juga berlangsung selama 15 menit untuk menentukan susunan posisi start terdepan.
Pembagian tersebut membuat kualifikasi Grand Prix tetap memiliki jalur tersendiri, terpisah dari Kualifikasi Sprint yang sudah digelar sehari sebelumnya.
Dengan demikian, performa pembalap pada Jumat tidak otomatis menentukan posisi start mereka dalam balapan utama, karena starting grid Grand Prix ditentukan berdasarkan hasil GP Q1 dan GP Q2.
Rangkaian Sabtu kemudian mencapai puncaknya melalui Tissot Sprint, yang menggunakan starting grid berdasarkan hasil Kualifikasi Sprint pada Jumat.
Artinya, pembalap akan menghadapi dua tantangan berbeda dalam satu akhir pekan: memperjuangkan posisi start Grand Prix melalui kualifikasi khusus dan memperebutkan posisi terbaik Sprint melalui sesi yang terpisah.
Perubahan Jadwal Minggu, Warm Up Digantikan Persiapan di Pit Lane
MotoGP 2027 juga menghadirkan penyesuaian pada hari Minggu dengan memindahkan waktu lintasan yang sebelumnya digunakan untuk Warm Up MotoGP ke periode sebelum Grand Prix utama.
Baca Juga: Fermin Aldeguer Jadi 'Firman' Pakai Jersey Timnas Indonesia Jelang MotoGP Mandalika
Sebagai gantinya, pit lane akan dibuka selama 10 menit untuk memberikan kesempatan kepada pembalap melakukan beberapa sighting lap dan pengecekan akhir sebelum balapan dimulai.
Sighting lap memungkinkan pembalap melakukan pemeriksaan terakhir terhadap kondisi lintasan dan kesiapan motor sebelum kembali ke starting grid.
Perubahan ini menjadi bagian dari penataan ulang jadwal akhir pekan agar format baru tetap menyediakan waktu persiapan tanpa mengubah Grand Prix menjadi balapan yang kehilangan tahapan pentingnya.
Urutan balapan Minggu tetap dimulai dengan Grand Prix Moto3, dilanjutkan Grand Prix Moto2, kemudian ditutup oleh Grand Prix MotoGP.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Latihan hingga Balapan Resmi MotoGP 2026 di Mandalika
Balapan kelas utama menggunakan starting grid yang ditentukan melalui hasil kualifikasi Grand Prix pada Sabtu, bukan berdasarkan hasil Kualifikasi Sprint.
Susunan tersebut mempertahankan Grand Prix sebagai puncak akhir pekan, meski Sprint mendapatkan jalur kualifikasi tersendiri.
Bagi penggemar, perubahan ini berarti setiap sesi memiliki konsekuensi yang lebih jelas terhadap posisi start, sementara tim harus menyiapkan pendekatan berbeda untuk menghadapi dua balapan.
MotoGP 2027 Jadi Awal Era Baru
Format akhir pekan baru akan berjalan bersamaan dengan penerapan regulasi teknis MotoGP 2027 yang juga mengalami perubahan besar.
Kombinasi aturan teknis baru dan dua starting grid berbeda menjadi fondasi bagi penyelenggara untuk menghadirkan persaingan yang lebih dinamis di setiap putaran.
MotoGP mengajak penggemar menikmati persaingan perebutan gelar juara musim 2026 sebelum menyambut perubahan tersebut.
Baca Juga: Dukung Kelancaran MotoGP Mandalika, Pertamina Tambah Pasokan BBM 30 Persen
Ajang balap motor paling bergengsi ini menjanjikan pengalaman yang lebih spektakuler melalui rangkaian sesi yang memiliki tujuan berbeda, mulai dari latihan bebas hingga kualifikasi khusus Sprint dan Grand Prix.
Pada akhirnya, format baru ini membuat Jumat bukan sekadar hari latihan, Sabtu bukan hanya panggung kualifikasi Grand Prix, dan Minggu tetap menjadi penutup utama akhir pekan.
Dua starting grid akan membuka dua peluang persaingan, sementara pembalap dituntut tampil konsisten sejak sesi pertama demi mendapatkan hasil terbaik di era baru MotoGP.