JawaPos.com - Timnas Berkuda Memanah Indonesia meraih juara umum pada International Horseback Archery Alliance (IHAA) Asian Greater Championship 2026 di Moskow, Rusia.
"Prestasi ini sangat membanggakan karena menjadi terbaik di Greater Asia, yakni seluruh Asia dan juga beberapa negara Eropa," kata Ketua Umum Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah Indonesia Triwatty dilansir dari Antara, Senin (28/9).
Dalam ajang yang berlangsung 25-27 September itu, atlet-atlet binaan FN Pordasi tampil dominan untuk merebut tujuh medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu, dari tiga nomor pertandingan yakni young rider, senior, dan junior.
Baca Juga: 3 vs 3 di Campus League The Nationals Badminton, Lebih Seru dan Dinamis, Menarik Ditonton
Atlet Tio Fawaz Ananta menyumbangkan tiga medali emas untuk Indonesia pada kategori senior melalui nomor raid 233, tower 90.
Pada kategori young rider, Hammas Syauqi Syahid berhasil meraih satu medali emas pada hunt track dan dua medali perak pada raid 233.
Sementara, atlet termuda Dzaakir Alhanif yang turun pada kategori junior, menyumbangkan satu medali perak pada hunt track, serta tiga medali perunggu masing-masing dari raid 233, tower 90.
Baca Juga: PB ORADO Pecahkan Rekor Muri dan Sukses Gelar Piala Panglima TNI
Hasil tersebut sekaligus menempatkan Indonesia di puncak klasemen, unggul atas tuan rumah Rusia dan Kazakhstan.
Triwatty menyampaikan terima kasih kepada para atlet dan pelatih yang telah bekerja keras menorehkan prestasi untuk Merah Putih di panggung internasional.
Dia menjelaskan, partisipasi Indonesia pada kejuaraan di Moskow bukan hanya mengejar podium, namun juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta perkembangan olahraga berkuda memanah internasional.
"Partisipasi ini juga sekaligus mempererat persahabatan antarnegara anggota di kawasan Greater Asia," ungkap Triwatty.
IHAA Asian Greater Championship 2026 diikuti oleh 12 negara yaitu Indonesia, Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Pakistan, China, Mongolia, Yordania, Maroko, Aljazair, dan Singapura, dengan total sekitar 40 atlet.
Kejuaraan yang mempertandingkan tiga kategori, yakni raid 233, tower 90, dan hunt track/HBA eventing, merupakan bagian dari kompetisi berkuda memanah berdasar zona benua di bawah IHAA, meliputi Amerika, Afrika, Eropa Barat, Eropa Timur, Asia, dan Oseania.
Baca Juga: Esports Indonesia Bukan Sekadar Main Game, Ada Prestasi, Diplomasi, dan Strategi Negara
Rangkaian kompetisi internasional tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju World Cup 2027.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman mengapresiasi pencapaian berkuda memanah yang membanggakan bangsa dan negara.
Prestasi itu, kata dia, menunjukkan bahwa berkuda memanah mampu bersaing bahkan mendominasi persaingan di panggung internasional.
Baca Juga: 4 Wakil Indonesia Lolos Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026, Ada Potensi All Indonesian Final
"Kami menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas kerja keras para atlet, pelatih, ofisial dan juga federasi nasional hasil transformasi organisasi Pordasi," tandas Marciano Norman.