JawaPos.com - Hingga kini belum ada kepastian apakah Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi bakal digelar. Itu menyusul situasi di Timur Tengah yang masih belum sepenuhnya kondusif. Namun, jika akhirnya batal, Formula 1 telah menyiapkan opsi alternatif. Mereka akan menyelenggarakan balapan penutup di Autodromo Enzo e Dino Ferrari, Imola, Italia.
Seperti dilaporkan Motorsport, F1 telah memberikan lampu hijau kepada pengelola sirkuit Imola untuk mulai membangun tribun penonton. Strategi itu diambil agar Imola yang menjadi ‘Plan B’, siap digunakan tepat waktu jika situasi di Timur Tengah memburuk.
Baca Juga: Rahmat Erwin Abdullah Sumbang Emas Kedua untuk Indonesia di Asian Games 2026
Lebih lanjut, laporan tersebut menyebut Formula One Management (FOM) akan menanggung seluruh biaya pembangunan grandstand temporer tersebut tanpa membebani pihak penyelenggara. Dengan begitu, Imola tidak akan menghadapi risiko finansial jika sirkuit tersebut tidak jadi digunakan.
Sebelumnya, F1 sempat menargetkan penentuan lokasi dua seri terakhir pada pertengahan September. Namun, belum pastinya situasi di Timur Tengah membuat keputusan tersebut mundur bulan depan. “Stefano (Domenicali, Presiden sekaligus CEO Formula 1) memberi tahu kami targetnya pertengahan Oktober. Jadi, kami semua sudah mengetahui situasinya,” ujar bos Haas Ayao Komatsu dikutip dari Motorsport.
Nah, jika akhirnya balapan pindah dari Timur Tengah ke Eropa, maka tim-tim akan menghadapi persoalan lain, yakni logistik. Sebab, sejumlah personel yang menangani fasilitas motorhome di Eropa biasanya sudah memasuki masa libur. “Tantangan utamanya lebih kepada organisasi dan logistik,” ucap bos Audi Mattia Binotto.
Baca Juga: Termotivasi Sukser Beregu Putra, Amri/Nita Taklukkan Yuta/Maya di Asian Games 2026