JawaPos.com - Sejak menjalani karier sebagai atlet angkat besi, Luluk Diana Tri Wijayana lebih dikenal sebagai lifter di kelas 49 kg. Terbaru, atlet asal Pacitan itu mampu meraih perunggu di kelas tersebut saat menjalani debut Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center pada Rabu (23/9).
Namun, setelah ini Luluk berpotensi untuk naik ke kelas 53 kg. Itu karena kelas 49 kg tidak dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028. Pelatih Luluk, Samsuri, menyebut perpindahan tersebut bakal menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Big Match Inggris vs Spanyol! Gaya Pasif Tuchel Lawan Tiki-taka 2.0 De la Fuente
“Kalau dikasih kesempatan, ya kami cari untuk perebutan Olimpiade. Pindah ke kelas 53 itu suatu tantangan juga,” kata Samsuri kepada Jawa Pos. “Tidak serta-merta naik kelas, angkatannya naik juga. Itu perlu treatment, perlu persiapan yang lebih.”
Hingga saat ini belum ada keputusan resmi apakah Luluk akan berpindah kelas. Yang jelas, jika naik ke kelas 53 kg, Luluk harus menjalani persaingan yang lebih berat. “Dia harus mencari tiket dalam dua tahun ini, harus mencari tiket di delapan besar dunia. Dia harus nangkring di delapan besar, baru bisa mewakili Indonesia,” kata Samsuri.
Terlepas dari itu, Samsuri menilai Asian Games bisa menjadi pengalaman berharga bagi Luluk. Pada penampilan pertamanya, lifter 21 tahun itu bisa membawa pulang medali. “Dari tujuh peserta, yang punya kans empat. Nah, istilahnya Luluk bisa menyalip di tikungan tajam dan penuh risiko,” kata Samsuri. “Dia sudah bisa mengatasi situasi itu (tertekan) dan dia bisa membawa salah satu medali yang diperebutkan. Itu perlu kita apresiasi.”
Baca Juga: Pemain Spanyol Berikan Hadiah Juara Piala Dunia kepada Staf RFEF