JawaPos.com - Rentetan medali emas atau perak wushu Indonesia di Asian Games terputus pada Aichi-Nagoya 2026. Sejak Asian Games 2014 di Incheon, wushu selalu membawa pulang setidaknya satu emas atau perak. Namun, tahun ini Merah Putih harus puas dengan lima medali perunggu.
Catatan tersebut dipastikan setelah tiga wakil Indonesia dari nomor sanda (tarung) gagal melangkah ke final di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Nagoya, Rabu (23/9). Thania Kusumaningtyas yang turun di kelas 60 kg putri kalah 0-2 dari Naorem Roshibina Devi asal India.
Baca Juga: Tumbangkan Uruguay, Ayase Ueda Tegaskan Timnas Jepang Bermain Agresif
Hasil serupa dialami Bintang Reindra Nada Guitara di kelas 60 kg putra setelah menyerah 1-2 kepada Leung Yu Hong (Hongkong). Sementara Fereddy Sinaga yang tampil di kelas 56 kg putra harus mengakui keunggulan Dinh Van Tam. Atlet Vietnam itu menang dengan skor 2-1.
Kegagalan tersebut membuat Indonesia tidak memiliki wakil tersisa untuk mengejar emas atau perak. Dua medali perunggu sebelumnya dipersembahkan Seraf Naro pada nomor taolu changquan (tinju panjang) putra dan Eugenia Diva Widodo pada nomor taolu changquan putri. Naro juga menjadi penyumbang medali pertama Indonesia di Asian Games 2026.
Di Incheon 2014, Indonesia meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Empat tahun kemudian di Jakarta-Palembang, koleksinya terdiri atas satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Sedangkan pada Hangzhou 2022, Indonesia mengamankan satu emas, dua perak, dan dua perunggu.
Wakil Ketua Umum PB Wushu Indonesia Gunawan Tjokro menyampaikan permohonan maaf atas capaian di Asian Games 2026 tersebut. ”Mewakili Timnas Wushu Indonesia, saya mohon maaf atas hasil tersebut. Semoga ke depan persiapan kita akan lebih baik lagi,” tuturnya.
Baca Juga: Arif Aiman Cetak Brace, Malaysia Gasak Bangladesh 3-0 di FIFA ASEAN Cup 2026