JawaPos.com - Timnas PUBG Mobile Indonesia membidik medali emas pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, yang berlangsung 28–29 September. Target tersebut akan diuji melalui persaingan dengan 11 negara Asia, termasuk China, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Indonesia datang dengan bekal pengalaman dari Asian Games 2022 Hangzhou. Ketika itu, Timnas PUBG Mobile Indonesia finis di peringkat keempat dari 21 peserta. Hasil tersebut sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara dengan posisi tertinggi di cabang PUBG Mobile pada ajang tersebut.
Kini, Indonesia kembali mendapat kesempatan memperbaiki pencapaian itu. Bedanya, target yang dipasang para pemain kali ini bukan sekadar masuk jajaran atas, melainkan membawa pulang medali emas.
Baca Juga: 28 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Rebut Emas Asian Games 2026
Hadapi 11 Negara di Asian Games 2026
Persaingan PUBG Mobile di Asian Games 2026 akan melibatkan 12 tim nasional. Selain Indonesia, terdapat China, Jepang, Korea Selatan, Chinese Taipei, Pakistan, Vietnam, Thailand, Yordania, Uzbekistan, Myanmar, dan Malaysia.
Pertandingan akan berlangsung pada 28–29 September di Aichi-Nagoya. Persaingan tersebut menjadi ujian bagi Indonesia setelah sebelumnya berhasil melewati babak kualifikasi Road to Asian Games 2026.
Pada kualifikasi yang berlangsung 19–21 Juni di Ho Chi Minh City, Vietnam, Indonesia finis di posisi kedua dari 23 tim. Hasil itu membuat Indonesia mengamankan satu dari delapan tiket menuju babak utama Asian Games 2026.
Posisi tersebut memberikan gambaran bahwa Indonesia mampu bersaing sejak tahap awal. Namun, tantangan di babak utama akan berbeda karena harus menghadapi negara-negara yang juga membawa pemain dengan pengalaman kompetitif masing-masing.
Baca Juga: Bulu Tangkis Putra Sumbang Emas Pertama Asian Games 2026, Menpora Erick Beri Apresiasi
Lima Atlet Jadi Andalan Indonesia
Indonesia akan diperkuat lima pemain yang berasal dari berbagai daerah. Mereka adalah Fazriel 'Yummy' Aditya dari Bandung, Juventino 'Rosemary' Ryan Jeremy Rolos dari Manado, Micho 'Zeta' Ananda Pratama Wijaya dari Bali, Muh Fathyn Zilhaq 'Snape' Syah S dari Mamuju, serta Sharfan 'Potato' Syahman Shodiq dari Surabaya.
Kombinasi tersebut menjadi gambaran luasnya persebaran talenta PUBG Mobile di Indonesia. Kelima pemain membawa pengalaman dari berbagai kompetisi sebelum bergabung dalam satu tim untuk menghadapi Asian Games.
Salah satu pemain Indonesia, Snape, mengatakan perkembangan tim selama masa persiapan menunjukkan arah positif. Ia bahkan menyebut target pribadi para pemain lebih tinggi dibandingkan target medali yang diberikan untuk cabang PUBG Mobile.
“Kalau Menpora sendiri, targetnya untuk divisi PUBG MOBILE dapat medali perak, tapi dari diri kita optimis dapat emas. Insya Allah,” ujar Snape.
Baca Juga: Asian Games 2026: Tim Rowing Akhiri Perjuangan dengan 2 Medali Perak
Modal Pengalaman dari SEA Games hingga Kompetisi Dunia
Ambisi Indonesia untuk mengejar emas juga ditopang oleh rekam jejak di berbagai turnamen. Indonesia sebelumnya meraih medali emas PUBG Mobile pada SEA Games 2021 Vietnam dan SEA Games 2023 Kamboja.
Sejumlah prestasi juga dicatat pemain Indonesia di kompetisi internasional, antara lain PUBG Mobile Club Open 2019, PUBG Mobile World League 2020 East, PUBG Mobile Pro League Southeast Asia Season 2, serta empat gelar PUBG Mobile Super League Southeast Asia.
Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa pemain Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi pertandingan kompetitif di tingkat regional hingga internasional.
Namun, pengalaman tersebut belum otomatis menjamin hasil di Asian Games 2026. Indonesia tetap harus melewati dua hari pertandingan dengan menghadapi 11 tim nasional lainnya.
Dari Peringkat Keempat Menuju Target Emas
Asian Games 2026 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki hasil dari edisi sebelumnya. Pada Hangzhou 2022, Indonesia berada di peringkat keempat. Kali ini, target yang dibawa lebih tinggi.
Lima pemain dari Bandung, Manado, Bali, Mamuju, dan Surabaya akan menjadi bagian dari upaya tersebut. Mereka tidak hanya membawa pengalaman dari kompetisi sebelumnya, tetapi juga hasil kualifikasi yang menempatkan Indonesia di posisi kedua.
Pertandingan pada 28–29 September nantinya akan menentukan apakah modal tersebut cukup untuk membawa Indonesia naik dari peringkat keempat menjadi peraih medali di Asian Games 2026.
Bagi Timnas PUBG Mobile Indonesia, tantangannya kini sederhana tetapi berat: bertahan di tengah persaingan 12 negara dan mengubah target emas menjadi hasil di Aichi-Nagoya.