← Beranda
Asian Games 2026: Mutiara Petik Pengalaman Berharga Setelah Hadapi Chen Yu Fei
Antara• Rabu, 23 September 2026 | 20.23 WIB
Pebulutangkis Indonesia Mutiara Ayu Puspitasari menyapa suporter pada final tunggal putri BNI Badminton Asia Junior Championships 2023 di GOR Among Raga, Yogyakarta, Minggu (16/7/2023). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom.

 

JawaPos.com - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Mutiara Ayu Puspitasari, menjadi debutan dalam ajang Asian Games 2026 yang berlangsung di Prefektur Aichi, Jepang, pada 19 September-5 Oktober.

Dalam kompetisi olahraga multicabang terbesar di Asia itu, Mutiara dimainkan pada nomor beregu putri dan mampu mencapai semifinal sebelum langkahnya dihentikan Chen Yu Fei asal Tiongkok.

"Tadi pas main, saya berusaha mengeluarkan semua yang saya punya. Ya buat belajar juga mengukur kemampuan saya dengan pemain Top Ten itu seberapa," kata Mutiara selepas pertandingan di Ichinomiya, Jepang, Rabu.

Baca Juga: Asian Games 2026: Dicukur Tiongkok 0-3, Tim Bulu Tangkis Beregu Putri Indonesia Bawa Pulang Perunggu

Mutiara diketahui hanya tampil membela Kontingen Indonesia pada kompetisi beregu putri. Sedangkan pada kompetisi individu, Mutiara tidak dimainkan.

Mutiara menyikapi pertemuannya dengan Chen Yu Fei, tunggal putri peringkat empat dunia, sebagai pengalaman berharga yang dapat membantunya mengevaluasi dan mengembangkan kemampuannya agar lebih baik.

Pertandingannya kontra Chen Yu Fei pada partai ketiga babak semifinal berlangsung dalam 47 menit. Namun dari pertemuan tersebut, Mutiara bisa membaca keunggulan apa yang dimiliki lawannya.

"Chen Yu Fei matang sekali secara pukulan, tekanan pukulan dan secara strategi di lapangan sudah terlihat. Jadi itu yang perlu dipelajari, celah-celah kecil . Dan dia juga bisa cepat sekali menemukan kelemahan saya," ungkap Mutiara.

Baca Juga: Asian Games 2026: Hendro dan Violine Pecahkan Rekornas di Jalan Cepat

Pasca pertemuannya dengan Chen Yu Fei, Mutiara berkomitmen untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya agar bisa bersaing dengan para tunggal putri top dunia.

Perbaikan yang ia maksud mulai dari teknik permainan hingga kualitas mental, menjadi poin yang harus dibenahi.

"Kalau saya lebih ke pressure di lapangan ya. Pertandingannya di lapangan berbeda banget kalau bertemu pemain-pemain top," kata Mutiara.

EDITOR: Banu Adikara