JawaPos.com - Atlet Berkuda Memanah Indonesia di bawah naungan Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah Indonesia siap mengharumkan nama Indonesia.
Sejumlah atlet akan berlomba pada dua ajang kejuaraan Berkuda Memanah tingkat internasional di Rusia dan Australia.
Keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting sekaligus bukti nyata bahwa proses pembinaan olahraga Berkuda Memanah di Tanah Air terus berkembang secara berkelanjutan.
Baca Juga: Ada Ramadhan Sananta Hingga Saddil Ramdani! 5 Pemain Lokal Baru Persebaya Dapat Menit Bermain
Ketum FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia Triwatty Marciano menyatakan, para atlet juga membawa misi untuk memperkenalkan potensi olahraga Berkuda Memanah Indonesia di kancah internasional.
Pengalaman bertanding dan prestasi yang ditorehkan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya atlet-atlet berkuda memanah usia dini .
Pelepasan dilakukan secara simbolis melalui penyerahan busur kepada para atlet oleh Ketum KONI Pusat, Ketum FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia Triwatty Marciano, serta Direktur Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN) Ervi.
Baca Juga: 4 Pemain Termasuk Dony Tri Absen, Rizky Eka Pratama Mendadak Gabung Latihan Timnas Indonesia
Ketum KONI Pusat Marciano Norman berpesan agar kepercayaan yang diberikan kepada para atlet dijawab dengan persiapan matang dan penampilan terbaik.
“Berkuda Memanah relatif olahraga yang baru, tetapi dengan keikutsertaan kalian, itu mengangkat nama Indonesia. Besar harapan saya, kalian bisa membuat bangga Indonesia,” tegas Marciano.
Marciano juga berharap keikutsertaan para atlet dalam kejuraan tersebut menjadi bagian dari proses membangun prestasi Berkuda Memanah Indonesia di tingkat internasional.
“Saya berharap semakin banyak atlet Berkuda Memanah Indonesia yang mampu tampil di kejuaraan internasional. Jadikan setiap pertandingan sebagai langkah untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia,” ujar Ketum KONI Pusat.
Kejuaraan Internasional Sebagai Langkah Awal Menuju Olimpiade
Pada IHAA Greater Asian Championship 2026 di Moskow, Rusia, Indonesia akan diperkuat Tio Fawaz Ananta dari NTB, Dzaakir Alhanif dan Arsa Wening dari DKI Jakarta, serta G. Syauqi Syahid dari Jawa Tengah.
Keempat atlet tersebut akan berjuang pada kejuaraan yang berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026.
Baca Juga: 98 Atlet Adu Ketangkasan di Kejurnas Berkuda Memanah, DKI Jakarta Juara Umum
Sementara itu, pada IHAA Oceania Regional Championship 2026 di Australia, Indonesia akan diwakili Rayyan Abdul Karim, Daniel Azmi, dan Arsa Wening.
Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 18 Oktober 2026 di Tarago Showground, Australia.
Kehadiran para atlet Indonesia di dua kejuaraan tersebut diharapkan menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Berkuda Memanah nasional.
Baca Juga: Alex Martins Gacor! Bomber Persebaya Surabaya Masuk 5 Besar Top Skor Super League 2026/2027
Diharapkan membuka semakin banyak kesempatan bagi atlet Indonesia untuk tampil dan bertanding di berbagai kejuaraan internasional.
FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia juga terus membuka kesempatan bagi atlet untuk menambah pengalaman di tingkat internasional.
"Ini menjadi bagian dari langkah kami dalam meningkatkan kualitas atlet sekaligus mempersiapkan Berkuda Memanah Indonesia menuju panggung yang lebih tinggi, termasuk membuka peluang untuk tampil di Olimpiade 2032,” ungkap Triwatty Marciano.
Baca Juga: Seru dan Sengit! BIG Downhill 2026 Sukses Hadirkan Aksi Ekstrem dan Kecepatan Tinggi di Lereng Ijen
Karena itu, lanjut dia pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas kompetisi, pembangunan fasilitas, dan pengalaman internasional menjadi bagian penting dari perjalanan menuju level dunia.
Persiapan Para Atlet Jelang Kejuaraan
Menghadapi dua kompetisi internasional tersebut, para atlet telah melakukan persiapan secara intensif.
Latihan dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan pelatih, sementara kondisi fisik dan kebugaran juga menjadi perhatian utama menjelang keberangkatan.
Tio Fawaz Ananta mengatakan, seluruh atlet berkomitmen memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Kembali Jumpa Taiwan di Asian Games, Lima Bulan Setelah Piala Uber
“Kami latihan terus-menerus dengan didampingi pelatih. Kesehatan dan kebugaran terus kami jaga. Satu sampai dua hari sebelum berangkat kami akan istirahat untuk recovery tubuh,” jelas Tio.
Salah satu tantangan yang harus dipersiapkan para atlet adalah sistem pertandingan yang menggunakan borrow horse, yaitu atlet akan menggunakan kuda yang tersedia di lokasi pertandingan.
Kondisi tersebut membuat proses adaptasi dengan kuda menjadi bagian penting dari persiapan sebelum pertandingan.
Baca Juga: Belum Raih Poin, Nasib Tiga Pelatih Super League di Ujung Tanduk
“Di sana kami datang dua atau tiga hari sebelum pertandingan untuk adaptasi kuda,” tambah Arsa Wening.
Kemampuan membaca karakter kuda dan menyesuaikan teknik berkuda menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi pertandingan.
Dukungan terhadap pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan semakin banyak atlet Berkuda Memanah Indonesia.
Baca Juga: CdM Todotua Apresiasi Perak Pertama Asian Games oleh Sumaya
Para atlet diharapkan memiliki kemampuan, mental bertanding, dan pengalaman untuk bersaing di kancah internasional.
Dengan semangat, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak, para atlet siap membawa nama Indonesia di arena internasional.