JawaPos.com - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menjadikan kekalahan dari Rumania pada Grup II Dunia Piala Davis 2026 sebagai bahan evaluasi.
Laga itu juga sekaligus bekal pematangan para petenis muda Indonesia.
"Memang kelihatan bahwa dari sisi pengalaman pertandingan kita kalah dibandingkan dengan Rumania yang jam terbangnya jauh lebih banyak. Sehingga ini akan menjadi masukan bagi Pelti untuk terus mempersiapkan diri," kata Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti seperti dilansir dari Antara.
Baca Juga: Tampil Impresif dalam Lion City Cup, William Pertajam Short Game untuk Ajang AAC Bulan Depan
Indonesia kalah 0-4 dari Rumania dengan mengandalkan sejumlah pemain muda, yakni Gunawan Trismuwantara, Rafalentino Ali Da Costa, Lucky Candra Kurniawan, Ethan David Zapp, dan Claudio Renardi Lumanauw.
Menurut Andi, salah satu pekerjaan rumah Pelti adalah memperbanyak jam terbang para pemain melalui turnamen agar mereka semakin terbiasa menghadapi lawan di level internasional.
"Tentu dengan menyiapkan turnamen-turnamen untuk tim kita, biar mendapatkan banyak pengalaman juga," ujar Andi.
Baca Juga: Kampiun Campus League Badminton Regional Bandung Siap Tantang Juara Semarang di The Nationals
Meski kalah, Andi menilai penampilan para pemain muda tetap memberikan gambaran positif untuk pengembangan tim Piala Davis Indonesia dalam jangka panjang.
"Pelti sangat optimistis ke depannya. Kalau kita persiapkan dengan baik, tentu Davis Cup yang rencananya akan dimulai tahun depan, Februari kira-kira, kita akan lebih matang lagi," kata Andi.
Pemain muda dijadikan andalan karena pemain senior seperti Muhammad Rifqi Fitriadi, Christopher Rungkat, hingga Anthony Susanto tidak bisa ikut serta karena harus turun di Asian Games.
Rafalentino juga mengakui pertandingan melawan Rumania memberikan pengalaman penting, terutama karena menjadi kesempatan pertamanya membela Indonesia pada Piala Davis.
"Kami senang sekali pertama kalinya bisa membela Indonesia di ajang Piala Davis. Sayang hasilnya kurang memuaskan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami," ujar Rafalentino.
Menurut dia, perbedaan pengalaman menjadi salah satu tantangan terbesar ketika menghadapi pemain Rumania.
Baca Juga: Thailand Juara, Asian Minifootball Championship 2026 Resmi Berakhir di Jakarta
"Dari segi pengalaman maupun usia sangat berbeda. Kami sudah mencoba yang terbaik," kata Rafalentino.
Dengan kekalahan ini maka Indonesia harus melakoni Play-off Grup II Dunia pada 2027.
Kekalahan Indonesia dari Rumania ini tidak mengejutkan.
Baca Juga: Indonesia Beri Perlawanan Sengit pada Rumania di Hari Pertama Piala Davis 2026
Pemain-pemain yang diturunkan Indonesia kalah dari dari segi ranking ATP. Para pemain Indonesia berada di ranking 1.000-an. Sedangkan Rumania banyak yang masuk 300 besar dunia.
Sekjen Pelti Andi Fajar Asti mengaku pihaknya akan menyiapkan lebih banyak turnamen agar para pemain muda Indonesia ini bisa semakin berkembang.
Melihat performa pemain muda Indonesia yang bisa memberikan perlawanan cukup sengit, Andi Fajar Asti juga yakin masa depan tenis Indonesia cerah.
Baca Juga: Indonesia Tantang Rumania di GBK, Grup Dunia II Piala Davis 2026
"Pelti sangat optimis ya ke depannya, kalau kita persiapkan dengan baik, ya tentu Davis Cup yang rencananya akan dimulai tahun depan ya, Februari kira-kira, ya tentu kita akan lebih matang lagi," papar Andi Fajar Asti.