← Beranda
Mikhayla Shanum Caya, Atlet Skateboard 11 Tahun yang Bakal Tampil di Asian Games 2026
Rizky Ahmad Fauzi• Jumat, 18 September 2026 | 21.02 WIB
Mikhayla Shanum Caya, atlet skateboard 11 tahun, tampil di Asian Games 2026 setelah meraih emas PON 2024 dan menembus timnas. (Dok. IST)

JawaPos.com - Berawal dari diajak sang ayah menyaksikan latihan, Mikhayla Shanum Caya kini menjadi atlet termuda Indonesia di Asian Games 2026. Menargetkan bisa tampil di Olimpiade Brisbane 2032 dan merebut medali.

Hanya dalam rentang enam tahun, Mikhayla Shanum Caya melompat sangat tinggi. Dari rutin diajak sang ayah, Anthony Adam Caya, saat latihan skateboard dalam usia 5 tahun, kini upik yang akrab disapa Keke itu bakal tampil mewakili Indonesia di Asian Games 2026 di Jepang.

Keke dan tim skateboard Indonesia bakal tampil 23–27 September mendatang. “Karena saya kan pelatih, kadang-kadang Keke ikut untuk melihat saya latihan. Terus akhirnya dia bilang mau ikut latihan,” tutur Anthony tentang awal mula ketertarikan sang putri kepada skateboard kepada Jawa Pos pekan lalu.

Dari awalnya coba-coba, perkembangan Keke ternyata pesat. Anthony bersama istri, Anita Aprilia, pun sepakat membentuk putri mereka tersebut menjadi skateboarder profesional.

“Kami coba mengikutkan Keke di beberapa perlombaan mulai dari antarkomunitas. Hasilnya kadang nomor satu atau dua. Naik lagi ke provinsi sampai nasional di Pornas,” ujarnya.

Pada 2024, Keke "dijemput" Papua. “Alhamdulillah dia bisa dapat medali emas di PON 2024 waktu usianya baru sembilan tahun,” kata Anthony.

Dari sanalah pintu menuju tim nasional (timnas) terbuka. Akhir 2024, Keke ikut seleksi dan menembus timnas untuk berlaga di SEA Games Thailand 2025. Namun, karena harus mendapat pelatihan lebih intensif untuk bisa mengimbangi seniornya yang rata-rata berusia 13–14 tahun, Keke yang masih duduk di bangku sekolah dasar harus menjalani sekolah online di Budi Mulia.

“Pelatnas sekitar 10–11 bulan, dari Januari sampai Desember Thailand. Jadi, sekolahnya full online,” jelas Anthony.

Pelatihan intensif itu akhirnya membuahkan hasil. Saat uji coba ke Italia hingga Australia, secara hasil Keke mampu mengimbangi para seniornya.

Termasuk Bunga Nyimas Cinta yang sudah meraih medali perunggu di Asian Games 2018 dalam usia 12 tahun. “Jadi, levelnya Keke gak jauh sama partnernya,” kata Anthony.

Tak Ada Perlakuan Khusus

Status anak-pelatih di timnas tidak membuat Keke mendapat "perlakuan khusus" dari Anthony. “Kami sudah nggak bisa menganggap dia anak kecil lagi. Jadi, yang sanggup sampai sini bisa ke podium, jika tidak ya selesai alias mundur,” sebut Anthony.

Sebagai bagian persiapan menuju Asian Games, Keke dan atlet skateboard Indonesia lainnya menjalani pemusatan latihan di Bali. “Rasanya deg-degan sama excited. Soal target, mudah-mudahan bisa dapat salah satu medali,” ungkap Keke saat diwawancarai terpisah.

Terkait pesaing, Keke menyebut tuan rumah Jepang dan Filipina sebagai kompetitor terberat. Namun, dia mengaku sudah mendapat banyak pesan dari sang ayah sekaligus pelatihnya.

“Intinya jangan mudah menyerah, jangan perhatikan lawan dan fokus pada diri sendiri saja,” sebutnya.

Secara umum, Kemenpora dan NOC Indonesia menargetkan empat emas. Skateboard tidak termasuk di dalamnya.

Bagi Anthony, itu masuk akal. Sebab, persiapan tim skateboard minim bujet. Di sisi lain, para pesaing sudah sangat intens berlatih sejak lama.

Karena itu, target realistisnya satu: pengalaman. "Yang penting tampil dulu aja. Bermain sebaik mungkin. Potensi meraih medali tetap ada,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum III PB Porserosi (Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia) itu.

Bagi Anthony, target tim secara keseluruhan bukan hanya di Asian Games kali ini, tapi sudah menatap untuk meraih medali di Olimpiade Brisbane 2032. Saat itu, usia Keke sudah 19 tahun dan pastinya sudah mendapat pengalaman dan jam terbang yang lebih baik ketimbang sekarang.

“Dalam dua tahun ke depan levelannya juga diharapkan sudah level dunia,” katanya. (*/ttg)

EDITOR: Hendra