JawaPos.com — Di tengah penyelenggaraan HGI Samarinda Domino Tournament 2026 pada 12-13 September, Higgs Games Island (HGI) mempertegas komitmennya untuk membangun ekosistem bermain gim yang aman, patuh hukum, dan bertanggung jawab.
Langkah ini diambil bersama Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) untuk mengikis stigma negatif yang kerap melekat pada permainan domino, sekaligus mendorongnya menjadi cabang olahraga asah otak yang kompetitif.
Perwakilan HGI, Ray Fan, menjelaskan bahwa sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) resmi, HGI menerapkan tata kelola yang ketat. Langkah tersebut mencakup tindakan tegas terhadap akun yang melanggar ketentuan, pemblokiran transaksi berisiko bersama platform top-up, hingga rutin melakukan audit kepatuhan semesteran bersama firma hukum.
Baca Juga: 1.536 Atlet Unjuk Kemampuan di HGI Samarinda Domino Tournament 2026
"Kami melarang keras penyalahgunaan platform dalam bentuk apa pun dan mendukung penuh upaya pemerintah dalam memberantas aktivitas ilegal," tegas Ray di Samarinda, Sabtu (12/9).
Ia menambahkan, kolaborasi dengan PB PORDI bertujuan memberikan wadah resmi bagi para pemain untuk menguji kemampuan di tingkat kompetisi yang lebih profesional. Meski demikian, pengguna diimbau untuk tetap bijak dalam bermain.
"Main gim untuk hiburan saja. Atur waktu bermain agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Dan yang terpenting, jangan melakukan aktivitas yang melanggar aturan platform atau hukum yang berlaku," pesan Ray.
Komitmen tersebut disambut positif oleh Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung. Menurutnya, kepatuhan dan tata kelola yang baik menjadi fondasi utama dalam menjalin kemitraan strategis untuk mengembangkan olahraga domino di Indonesia.
Baca Juga: Max Verstappen Bertahan di Red Bull, Russell dan Piastri Tak Kena Efek Domino
"Stigma itu yang ingin kami ubah. Kami ingin menunjukkan bahwa domino juga bisa menjadi olahraga yang dimainkan dengan serius. Ada aturan, ada kompetisinya, ada pembinaannya, dan ada atlet yang berlatih untuk berprestasi," jelas Andi.
Ia menilai, permainan domino pada hakikatnya membutuhkan konsentrasi, analisis situasi, serta kecepatan dalam menyusun strategi.
"Ketika seseorang datang untuk bertanding, berlatih dengan serius, bertemu pemain dari daerah lain, lalu berusaha menjadi yang terbaik, di situlah kita melihat domino sebagai olahraga asah otak," pungkasnya.