JawaPos.com - Pembalap gokart muda, Gaelantra Tahrizi, menutup musim perdananya di Kejuaraan Nasional Gokart 2026 dengan catatan positif. Turun di kelas Mini Rok, pembalap yang akrab disapa Gaga itu berhasil mengoleksi delapan trofi sepanjang kompetisi.
Kejurnas Gokart 2026 menjadi tantangan baru bagi Gaga setelah sebelumnya berkompetisi di ajang gokart rental pada 2025. Pengalaman tersebut menjadi modal baginya untuk naik level dan bersaing dalam kompetisi gokart nasional yang diikuti banyak pembalap muda.
Gaga merupakan putra sulung pembalap nasional gokart dan mobil, Romy Tahrizi. Sang ayah sekaligus mentor terus mengarahkan Gaga untuk menjalani latihan secara rutin, baik di lintasan maupun dalam aspek fisik dan mental.
Baca Juga: Rebut Gelar di Liga Gokart Listrik, Dua Pembalap Indonesia Siap Unjuk Gigi di Italia
Persiapan fisik menjadi bagian penting dalam perjalanan Gaga sepanjang musim 2026. Selain berlatih kardio melalui lari dan renang, dia juga aktif bermain sepak bola dan futsal untuk menjaga kebugaran.
Romy mengaku puas melihat perkembangan sang anak pada musim pertamanya menggunakan chassis Intrepid. Menurutnya, Gaga perlahan mulai mampu bersaing dengan pembalap yang berada di papan atas.
“Saya sangat bangga dengan apa yang sudah Gaga capai di tahun pertamanya mengikuti Kejuaraan Nasional Gokart. Tentu perjalanan ini masih sangat panjang dan masih banyak hal yang harus dia pelajari. Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana Gaga bisa menikmati prosesnya, terus belajar, disiplin dalam latihan, dan memiliki mental yang kuat ketika menghadapi tantangan di lintasan," kata Romy dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9).
Baca Juga: IIMS 2026 Hadirkan Balapan Gokart Listrik Outdoor, Pertama di Asia Tenggara
"Kami orang tua akan selalu memberikan dukungan dan arahan terbaik untuk Gaga. Semoga ke depannya dia semakin berkembang, semakin percaya diri, dan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga mampu membawa nama Indonesia di kompetisi internasional. Saya berharap Gaga tetap rendah hati, tidak cepat puas, dan selalu memiliki semangat untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari," lanjutnya.
Musim 2026 juga menjadi pengalaman berharga bagi tim yang menaungi Gaga karena sejumlah pembalap mereka mampu mencatatkan hasil positif. Performa para pembalap muda tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk menghadapi persaingan pada musim berikutnya.
Setelah mengakhiri musim dengan delapan trofi, Gaga kini mulai mengarahkan fokus ke 2027. Targetnya adalah bersaing di tiga besar Kejuaraan Nasional Gokart sekaligus membuka peluang untuk mencoba kompetisi di luar negeri.
Meski demikian, Gaga dan keluarganya masih mempertimbangkan pilihan tim untuk musim depan. Romy menyebut komunikasi dengan sejumlah tim sudah mulai dilakukan untuk menentukan langkah berikutnya.
‘’Saat ini kami sudah membuka pembicaraan dengan beberapa tim untuk tahun depan,” kata sang ayah, Romy Tahrizi.
Bagi Gaga, musim perdana di Kejurnas Gokart bukan sekadar tentang jumlah trofi yang berhasil diraih. Kompetisi tersebut menjadi pijakan awal untuk terus berkembang dan mengejar target yang lebih tinggi di dunia motorsport.