JawaPos.com – Pecco Bagnaia mengaku merasa frustrasi dan dipermalukan setelah hanya finis di posisi ke-13 dalam MotoGP Sprint Misano.
Dilansir dari laman Crash pada Minggu (13/9), Juara dunia MotoGP dua kali tersebut hanya mampu naik satu posisi dari hasil kualifikasi terburuknya di Sirkuit Misano dan kembali gagal meraih poin.
Bagnaia menilai perbedaan performa motornya dengan Ducati lain sangat besar, sementara timnya juga belum menemukan penyebab pasti dari masalah tersebut.
Bagnaia mengatakan dirinya tidak merasakan perbedaan cengkeraman antara ban belakang lunak baru dan ban lunak bekas yang digunakan dalam sesi kualifikasi.
Bagnaia juga menyoroti kondisi motor yang kehilangan kendali bagian belakang saat memasuki tikungan, bahkan ketika dirinya tidak melakukan tindakan yang seharusnya memicu masalah tersebut.
Menurut Bagnaia, kondisi itu menunjukkan bahwa persoalan pada Desmosedici miliknya sangat besar dan semakin sulit dipahami setelah muncul dalam beberapa seri terakhir.
Bagnaia menjelaskan bahwa perubahan pengaturan yang biasanya dapat meningkatkan cengkeraman justru memberikan dampak sebaliknya pada motornya saat ini.
Bagnaia bahkan menggambarkan sensasi pengereman seperti memasuki tikungan dengan kopling tertarik karena hampir tidak mendapatkan bantuan rem mesin.
Bagnaia akan berusaha mencari solusi sebelum bergabung dengan tim pabrikan Aprilia pada musim depan setelah finis 17,8 detik di belakang rekan setimnya, Marc Marquez, yang memenangi Sprint Misano.
***