JawaPos.com – Aryna Sabalenka tetap merangkul atmosfer US Open meskipun gagal mempertahankan gelar untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah kalah dari Elena Rybakina di final.
Dilansir dari laman Flashscore pada Minggu (13/9), Petenis Belarusia tersebut takluk 4-6, 7-5, 2-6 dalam pertandingan final yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium.
Meski kehilangan posisi nomor satu dunia yang telah ditempatinya selama 99 pekan berturut-turut, Sabalenka mengaku tetap bangga dengan level permainannya dan mendapatkan banyak pelajaran dari turnamen tersebut.
Sabalenka menyebut dukungan penonton di Arthur Ashe Stadium sebagai pengalaman luar biasa ketika dirinya berusaha bangkit menghadapi Rybakina.
Sabalenka bahkan merasa seperti menjadi petenis Amerika karena besarnya dukungan yang diberikan penonton sepanjang pertandingan final.
Sabalenka menilai pengalaman tersebut menjadi salah satu hal positif yang dapat dibawa sebagai motivasi untuk kembali tampil lebih kuat pada musim berikutnya.
Kekalahan dari Rybakina melanjutkan periode sulit Sabalenka di turnamen Grand Slam setelah sebelumnya kalah di final Australia Terbuka, perempat final Prancis Terbuka, dan babak keempat Wimbledon.
Meski demikian, ia bertekad terus bekerja keras, meningkatkan level permainan, serta memenangkan lebih banyak turnamen setelah kehilangan posisi puncak peringkat dunia.
Sabalenka juga menilai status peringkat tidak mengubah tekanan yang dihadapinya karena dirinya tetap menjadi sasaran para lawan, sementara catatan 107 pekan sebagai petenis nomor satu dunia menjadi pencapaian yang membanggakan.
***