Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, mengatakan kontingen Merah Putih juga diperkuat 145 ofisial dan 78 tenaga pendukung. Tenaga pendukung tersebut terdiri atas dokter tim, masseur, fisioterapis, serta tim head quarter (HQ).
"Kami akan selalu memastikan bahwa kebutuhan atlet dapat berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan masing-masing cabang olahraga," ujar Todotua dalam acara Pengukuhan Kontingen Indonesia di Jakarta, kemarin (9/9).
Persiapan menuju Asian Games diwarnai banjir besar yang melanda Nagoya. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah aktivitas dan transportasi di kota tuan rumah. Meski demikian, venue pertandingan dilaporkan tetap aman, sehingga penyelenggaraan Asian Games masih berjalan sesuai rencana.
Menpora Erick Thohir mengatakan pemerintah Jepang telah menyiapkan skenario untuk menghadapi kondisi tersebut. Erick bersama Todotua dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari sebelumnya mendapat penjelasan dari duta besar Jepang mengenai rencana penanganan situasi darurat.
"Alhamdulillah kemarin CdM, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), kami, diundang oleh duta besar Jepang, serta dijelaskan plan A dan plan B dari pemerintah Jepang," ujar Erick di tempat yang sama.
Sejumlah cabang olahraga telah lebih dulu bertolak ke Jepang untuk menyesuaikan persiapan dengan jadwal pertandingan. Tim bola basket dan anggar berangkat pada Senin (7/9).
Namun, rute perjalanan kedua tim sempat diubah menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka menempuh perjalanan darat menuju Surabaya, kemudian terbang ke Singapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Nagoya. (