← Beranda
Sah jadi Petenis Nomor Satu Dunia, Elena Rybakina Ukir Sejarah untuk Kazakhstan
AntaraKamis, 10 September 2026 | 21.18 WIB
Elena Rybakina (Flashscore)

 

JawaPos.com - Elena Rybakina mencatat sejarah baru bagi Kazakhstan dengan menjadi petenis nomor satu dunia setelah menundukkan Zheng Qinwen pada perempat final US Open 2026 di New York, Kamis WIB.

Kehilangan set pertama, Rybakina  balik menundukkan juara Olimpiade asal China itu dengan 3-6, 6-1, 6-4 dalam waktu dua jam 14 menit.

Rybakina ke semifinal US Open untuk pertama kali dan menyalip posisi Aryna Sabalenka di teratas dunia.

Baca Juga: Aldila Sutjiadi Torehkan Pencapaian Terbaik di Grand Slam, Tembus Perempat Final US Open 2026

"Saya bangga sekali mewakili Kazakhstan," kata Rybakina seperti dikutip laman WTA.

Rybakina menjadi petenis ke-30 yang menduduki peringkat satu dunia sejak sistem peringkat diperkenalkan pada 1975. Ia juga petenis pertama  Kazakhstan yang mencapai posisi tertinggi putri dunia.

Rybakina melakukannya secara bertahap sejak akhir musim lalu ketika  menjuarai Ningbo pada Oktober sebelum menutup tahun itu dengan mengalahkan Sabalenka pada final WTA Finals di Riyadh.

Baca Juga: Elena Rybakina Tumbangkan Naomi Osaka untuk Melaju ke Perempat Final US Open 2026

Pada awal 2026, Rybakina kembali mengalahkan Sabalenka dalam perjalanan menjuarai Australian Open, dan lalu menjadi juara di Stuttgart pada April.

Rangkaian hasil itu membuat selisih poin Rybakina dari Sabalenka terus menipis. 

Pada akhir 2025, Sabalenka mengoleksi 9.870 poin atau dua kali lipat poin Rybakina yang mencapai 4.350 poin. Sembilan bulan kemudian, jarak tersebut menyusut menjadi hanya 414 poin.

Dalam 52 pekan terakhir, Rybakina memenangi 62 pertandingan level WTA, terbanyak di antara semua petenis periode itu. 

Ia juga mencapai enam final dan mengoleksi empat gelar, serta 16 kali menang atas pemain Top 10.

Di New York, Rybakina dihambat oleh cedera pergelangan kaki kiri, sampai harus diuji dalam beberapa sesi latihan memastikan bisa bertanding di Grand Slam terakhir musim ini.

"Kami harus menguji kaki dan semuanya, jadi itu tidak mudah," ujar Rybakina.

Namun, kekhawatiran itu tidak terlihat. Dalam empat pertandingan awal, ia belum kehilangan satu set dan hanya sekali menjalani tie-break, ketika menghadapi Yuliia Starodubtseva pada babak ketiga.

Penampilan terbaiknya sebelum perempat final adalah saat menghadapi Naomi Osaka. Rybakina mencatat 29 winner dan tujuh ace untuk mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia itu dengan 6-1, 6-4.

Melawan Zheng, Rybakina kehilangan set pembuka 3-6. Ia kemudian memenangi enam dari tujuh gim berikutnya, untuk memaksa set ketiga dimainkan.

Rybakina akhirnya mendapatkan break ketika Zheng melakukan double fault dan mempertahankan keunggulannya hingga akhirnya menang.

"Saya kira fokus utama saya dan tim adalah menjuarai turnamen ini, lalu peringkat akan mengikuti," kata Rybakina.

Dalam semifinal, Rybakina akan menghadapi Coco Gauff. Sedangkan Sabalenka akan berhadapan dengan Jessica Pegula.

Ketika peringkat baru dirilis pada Senin (14/9), Sabalenka akan mengakhiri catatan 99 pekan berturut-turut sebagai nomor satu dunia.

Total, ia telah menghabiskan 107 pekan di posisi teratas, sebelum diakhiri Rybakina.

EDITOR: Banu Adikara