JawaPos.com – Gelaran JETE Run 2026 yang berlangsung di Surabaya pada Minggu (6/9) pagi sukses menyedot antusiasme ribuan pelari dari berbagai daerah.
Mengambil titik start dari Jalan Sedap Malam samping Balai Kota Surabaya, ajang yang sebelumnya dikenal sebagai fun run tersebut tahun ini resmi naik kelas menjadi race event profesional dengan diikuti sebanyak 5.000 peserta.
Keberhasilan pelaksanaan acara ini ditunjang oleh rute yang steril serta kehadiran titik-titik cheering pendukung yang tersebar di sepanjang rute dengan interval sekitar 300 meter.
Founder sekaligus CEO JETE & Doran Group, Jhonny Thio Doran, mengungkapkan bahwa gelaran JETE Run 2026 secara umum menuai respons yang sangat positif dari para peserta.
Kendati demikian, pihak panitia tetap mencatat sejumlah hal untuk dievaluasi agar pelaksanaan pada tahun-tahun berikutnya semakin baik, khususnya dalam hal sterilisasi jalur lari demi meningkatkan kenyamanan peserta.
"Tadi saya juga menyapa banyak peserta dan semuanya happy," terang Jhonny.
Antusiasme peserta tercatat tidak hanya datang dari warga Kota Pahlawan, melainkan juga dari luar Surabaya. Jhonny membeberkan bahwa sekitar 30 persen dari total 5.000 peserta yang berpartisipasi berasal dari luar kota, seperti Jakarta, Semarang, Bali, hingga luar pulau.
"Ada juga seribu peserta yang ikut berlari secara virtual," ucapnya.
Melihat tingginya animo para pegiat olahraga lari tersebut, Jhonny menuturkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan penyelenggaraan yang jauh lebih meriah untuk edisi tahun depan.
Jumlah kuota peserta diproyeksikan melonjak hingga mencapai kisaran 7.500 sampai 10.000 orang. Selain penambahan kuota, panitia juga berencana membuka kategori baru yakni Half Marathon (HM).
"Banyak peserta dari luar kota yang berharap ada HM. Kalau mereka datang jauh-jauh dari Jakarta, Semarang, Bali, atau luar pulau hanya untuk 5K dan 10K tentu kurang optimal. Karena itu HM menjadi salah satu opsi yang mereka inginkan," jelas Jhonny.
Selain persaingan adu cepat di lintasan, konsep JETE Run yang memadukan ajang race sekaligus wellness festival dipastikan tetap dipertahankan dan dikembangkan ke depan.
Konsep perpaduan ini pula yang berhasil mengantarkan JETE Run menyabet penghargaan Rekor MURI sebagai ajang lari dengan kegiatan pendukung terbanyak.
Beragam aktivitas pendukung yang dihadirkan meliputi sesi pilates, poundfit, zumba, workshop membuat matcha, workshop gelang atau bracelet making, merangkai bunga atau flower making, hingga aneka kegiatan kebugaran lainnya.
Apresiasi positif juga dilontarkan oleh salah satu peserta kategori 10K sekaligus Kapten Indorunner Surabaya, Ahmad Ainul Yaqin. Ia menilai pelaksanaan ajang tahun ini berlangsung dengan baik dan rute kategori 10K terbilang steril.
Meski begitu, ia menyarankan agar jumlah petugas marshal serta rambu penunjuk arah ditambah pada penyelenggaraan berikutnya guna meminimalkan risiko pelari yang keliru melintasi jalur.
"Secara overall oke. Mungkin titik marshal dan sign jalan bisa diperbanyak," ujarnya.