← Beranda
F1: Penalti Start Buncit di GP Italia, Kimi Antonelli Justru Lebih Enjoy dan Bidik Lima Besar
Rizka Perdana PutraSabtu, 5 September 2026 | 14.39 WIB
Kimi Antonelli harus start dari posisi buncit di GP Italia akibat penalti power unit. Namun, dia tetap membidik finis lima besar. (Bein Sports)

JawaPos.com – Kimi Antonelli akan menjalani balapan di Sirkuit Monza, Italia, akhir pekan ini dengan status sebagai pemimpin klasemen sementara. Namun, pembalap Mercedes itu justru harus start dari posisi paling belakang. Itu setelah dia menggunakan power unit kelima musim ini.

Sesuai aturan, setiap pembalap mendapat jatah empat kali penggantian komponen power unit. Jika melewati batas, pembalap akan terkena penalti posisi start. Mercedes sendiri harus melakukan penggantian tersebut setelah mengalami sejumlah masalah mesin sepanjang musim.

Penalti itu jelas merugikan Antonelli. Meski begitu, pembalap 20 tahun itu justru melihat sisi positif.

“Saya merasa penalti ini membuat saya lebih rileks menghadapi akhir pekan. Saya juga bisa lebih menikmati balapan,” kata Antonelli dikutip dari laman resmi FIA. “Karena saya start dari posisi paling belakang, saya akan menyerang penuh. Namun, saya tetap menggunakan kepala,” lanjutnya.

Alasan Pilih Monza

Mercedes sebenarnya bisa saja mengganti power unit di sirkuit lain. Namun, tim yang bermarkas di Brackley itu lebih memilih Monza. Karakter trek yang didominasi lintasan lurus dan sejumlah zona pengereman akan memudahkan Antonelli untuk melakukan overtaking.

“Monza sangat menguras energi (listrik) dan itu menciptakan banyak peluang menyalip. Ada banyak cara berbeda untuk menjalani balapan. Karena itu, ini menjadi tempat terbaik untuk mengambil penalti,” ujar Antonelli.

Baca Juga: Skuad Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026: 13 Debutan, Jonatan dan Fajar Tampil Kali Ketiga

Bidik Lima Besar

Meski start dari posisi buncit, Antonelli tetap mematok target tinggi di hadapan pendukungnya sendiri. Pembalap kelahiran Bologna itu mengincar posisi lima besar.

“Targetnya adalah memaksimalkan hasil. Secara realistis, saya pikir lima besar sudah cukup bagus,” kata Antonelli.

Namun, hasil apik itu juga tergantung banyak hal. Mulai dari performa mobil W17, kekuatan para pesaing, hingga kemampuan Antonelli sendiri.

“Kami mungkin sangat cepat, tapi Ferrari, McLaren, atau Red Bull mungkin sangat dekat sehingga mungkin tidak cukup untuk menyusul mereka selama balapan,” kata Antonelli.

Siap Bantu Russell

Karena hasil kualifikasi tak akan berpengaruh, Antonelli siap membantu rekan setimnya, George Russell, mencatatkan waktu terbaik. Caranya dengan memberikan slipstream. Antonelli akan berada di depan Russell untuk mengurangi hambatan angin, sehingga rekan setimnya itu bisa melaju lebih cepat di lintasan lurus.

Mercedes sudah membicarakan kemungkinan strategi tersebut.

“Kami sudah menyepakati beberapa hal. Kalau tim meminta saya melakukannya, saya akan melakukannya. Saya tetap ingin mendapatkan pole, tetapi karena saya start dari belakang, kalau bisa membantu tim, saya akan melakukannya,” ujar Antonelli. (ka/bas)

Membaik di Hampir Semua Seri

PERFORMA Kimi Antonelli meningkat tajam pada musim keduanya di Formula 1. Di sirkuit yang sama, dia selalu meraih hasil lebih baik dibandingkan musim lalu. Apakah catatan impresif itu akan berlanjut di Grand Prix Italia, Minggu (6/9) akhir pekan ini? 

Baca Juga: Rizky Ridho Targetkan 3 Poin di Markas Borneo FC, Persija Siap Tempur!

Grand Prix 2025 2026 Perubahan
1. Australia P4 P2 ↑ 2
2. Tiongkok P6 P1 ↑ 5
3. Jepang P6 P1 ↑ 5
4. Miami P6 P1 ↑ 5
5. Kanada P3 P1 ↑ 2
6. Monako P18 P1 ↑ 17
7. Barcelona DNF DNF =
8. Austria DNF P3 ↑ 3
9. Inggris DNF P15 ↑ 15
10. Belgia P16 P1 ↑ 15
11. Hungaria P10 P3 ↑ 7
12. Belanda P16 P2 ↑ 14
13. Italia P9 ? ?

Keterangan:
P: Posisi
↑: Kenaikan Posisi
DNF: Gagal Finis

EDITOR: Hendra