JawaPos.com - Performa meyakinkan ditunjukkan pasangan ganda muda Indonesia Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp dengan memastikan lolos ke final seri 4, ITF World Tennis Tour M-15, Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2026.
Setelah kemarin secara mengejutkan berhasil menumbangkan unggulan pertama Isaac Becroft/Reece Falck dari Selandia Baru, giliran Sebastian Grundtvic Jorgensen/Ryotaro Taguchi harus merasakan dahsyatnya permainan Falen dan Ethan.
Pasangan gado-gado Denmark dan Jepang itu dipaksa takluk dua set langsung.
Baca Juga: Aji Kusuma dan Mendonca Jadi Andalan Madura United Hadapi Persijap di Super League
Secara peringkat, ganda muda Indonesia ini berada dibawah Sebastian Grundtvic Jorgensen/Ryotaro Taguchi yang menjadi unggulan ke 4.
Namun saat laga berlangsung semua hancur, dimana pada set pertama dimenangkan Ali Da Costa/Ethan David Zapp 6-4.
Rafalentino yang berusia 16 tahun memiliki senjata forehand maupun backhand mematikan sementara cegatan voli di depan net menjadi andalan Ethan.
Baca Juga: Punya Makna Mendalam, Garudayaksa FC Pakai Jersey Kandang Putih di Super League 2026/2027
Kombinasi iitu memaksa Sebastian Grundtvic Jorgensen/Ryotaro Taguchi harus menelan kekalahan dengan skor sama 6-4 dalam total durasi pertandingan selama 1 jam 6 menit.
Rafalentino Ali Da Costa menyampaikan, kemenangan ini menjadi kado terbaik bagi kompatriotnya yang tengah merayakan ulang tahunnya yang ke 17.
Sekaligus menjadi rekor tersendiri bagi keduanya selama bermain ganda dengan mencapai babak final.
Di sisi lain Falen menambahkan bahwa terus fokus dan tidak boleh lengah sama sekali di setiap game menjadi faktor penting memenangkan laga semifinal kali ini.
Sementara itu Ethan David Zapp memuji, rekannya (Falen) bermain luar biasa dan selalu memberi semangat serta mampu mengatur strategi dengan baik, di saat poin-poin kritis.
UNtuk laga final besok (5/9), dia akan bermain tanpa beban seperti biasa, namun tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hasil yang terbaik.
Baca Juga: Prediksi Genoa vs Como: Rekor Pertemuan Jadi Ancaman, Tim Tamu Berpeluang Menang di Luigi Ferraris
Pada laga final, Sabtu (5/9), Rafalentino Da Costa/Ethan David Zapp akan menantang ganda unggulan ke-2, Alexander Chang dan Pablo Perez Ramos.
Pasangan gado-gado dari Amerika Serikat dan Spanyol ini sukses menyudahi Shanker Heisnam/Karan Singh dari India 6-3 dan 6-4.
Sementara itu di sektor tunggal putra tuan rumah Indonesia gagal menempatkan wakilnya ke babak semifinal, setelah Nathan Barki dipaksa harus menyerah dua set langsung dari petenis India Karan Singh, lewat pertarungan selama 1 jam 16 menit.
Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Bidik Perburuan Gelar Moto3 Junior Valencia
Menghadapi unggulan ke-4 di lapangan D, Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali, di set pertama petenis Indonesia berusia 21 tahun ini, tampil di bawah tekanan Karan Singh yang bermain begitu solid dan konsisten sehingga harus takluk 1-6.
Nathan berusaha meningkatkan tempo permainan di set kedua lewat pola servis dan voli.
Namun hal tersebut belum cukup untuk meruntuhkan ketangguhan petenis India berusia 23 tahun ini.
Baca Juga: Duta dan Laysa Ditahan Remis, Shafira Pimpin Klasemen JAPFA Chess Festival
Nathan Barki kembali dipaksa menyerah dengan skor akhir 4-6, mengantarkan Karan Singh maju kesemifinal.