JawaPos.com — Jonatan Christie di ambang menjadi tunggal putra nomor satu dunia meski hanya mencapai babak 16 besar BWF World Championships 2026. Posisi tersebut bisa diraih karena sejumlah pesaing utama Jojo justru tersingkir lebih awal di Kejuaraan Dunia.
Jonatan terhenti setelah kalah dari wakil Denmark, Rasmus Gemke, dalam pertarungan tiga gim 21-11, 12-21, 18-21 di Indira Gandhi Arena, India, Kamis (20/8). Namun, hasil tersebut tidak serta-merta menutup peluangnya menuju takhta ranking BWF.
Berdasarkan peringkat BWF per 18 Agustus 2026, Jonatan berada di posisi ketiga dengan 89.231 poin. Ia berada di belakang Shi Yu Qi yang mengoleksi 94.255 poin dan Kunlavut Vitidsarn.
Ranking BWF dijadwalkan diperbarui pada Selasa (25/8). Berdasarkan kalkulasi sementara setelah hasil BWF World Championships 2026, Jonatan diproyeksikan naik ke posisi pertama dengan 87.631 poin.
Baca Juga: Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Mengapa Jonatan Bisa Jadi Nomor 1?
Kuncinya bukan sekadar hasil Jonatan di Kejuaraan Dunia. Ranking BWF dihitung berdasarkan poin dari sejumlah turnamen terbaik dalam periode 52 pekan, sehingga hasil turnamen lain juga ikut menentukan posisi seorang pemain.
Jonatan memang mengalami penurunan capaian di BWF World Championships tahun ini. Pada edisi sebelumnya, pemain non-Pelatnas PBSI Cipayung tersebut mampu mencapai perempat final.
Namun, sejumlah pesaing utama justru kehilangan banyak poin setelah tersingkir lebih awal pada edisi 2026.
Shi Yu Qi menjadi salah satu yang paling merasakan dampaknya. Pebulu tangkis Tiongkok tersebut secara mengejutkan tersingkir di babak 64 besar setelah kalah dari wakil India, Ayush Shetty.
Kunlavut Vitidsarn juga gagal melangkah ke semifinal. Tunggal putra Thailand itu terhenti di perempat final setelah kalah dari Alex Lanier asal Prancis melalui pertarungan tiga gim, 21-19, 16-21, 16-21.
Nasib serupa dialami Anders Antonsen. Wakil Denmark yang berada di peringkat keempat dunia tersebut juga kandas di perempat final setelah dikalahkan Kodai Naraoka dari Jepang.
Chou Tien Chen Sempat Jadi Ancaman
Peluang Jonatan untuk naik ke posisi pertama sempat mendapat ancaman dari Chou Tien Chen. Tunggal putra Taiwan tersebut berhasil melaju hingga semifinal BWF World Championships 2026.
Jika mampu melangkah lebih jauh, Chou berpotensi mengumpulkan tambahan poin yang cukup untuk mengubah persaingan di papan atas ranking BWF.
Namun, langkah Chou akhirnya terhenti di semifinal setelah kalah dari Kodai Naraoka. Hasil tersebut membuat Jonatan berada di posisi terdepan dalam kalkulasi menuju ranking pertama dunia.
Baca Juga: Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Poin Jonatan Tak Hanya Datang dari Kejuaraan Dunia
Salah satu alasan Jonatan tetap bisa melesat meski gagal menjadi juara BWF World Championships adalah konsistensinya dalam turnamen lain selama satu tahun terakhir.
Ia mengumpulkan poin penting dari sejumlah pencapaian, termasuk menjadi juara Denmark Open 2025, Hylo Open 2025, dan Korea Open 2025.
Jonatan juga menjadi finalis India Open 2026 dan Indonesia Open 2026. Capaian tersebut membantu menjaga jumlah poinnya tetap kompetitif dalam perhitungan ranking.
Salah satu hasil penting lainnya terjadi di China Open 2026. Jonatan mencapai perempat final, meningkat dibandingkan pencapaiannya pada edisi sebelumnya yang hanya sampai babak kedua.
Rangkaian hasil tersebut menjadi bagian penting dalam perhitungan poin ranking dunia. Jadi, status nomor satu tidak ditentukan hanya oleh seberapa jauh Jonatan melangkah di BWF World Championships 2026.
Baca Juga: Mauro Zijlstra hingga Gustavo Almeida, 8 Pemain Warnai Relasi Arema dan Persija
Tinggal Menunggu Ranking Resmi BWF
Jika kalkulasi sementara tidak berubah, Jonatan akan mengumpulkan 87.631 poin dan memimpin ranking tunggal putra BWF pada pembaruan 25 Agustus 2026. Perhitungan tersebut menempatkannya di atas para pesaing setelah hasil Kejuaraan Dunia mengubah peta persaingan papan atas.
Pencapaian tersebut akan menjadi sejarah bagi bulu tangkis Indonesia. Jonatan bakal menjadi tunggal putra Indonesia pertama yang menempati peringkat satu dunia dalam era penghitungan ranking BWF modern.
Jojo juga akan mengikuti jejak Taufik Hidayat. Legenda bulu tangkis Indonesia yang kini menjabat Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga itu merupakan tunggal putra Indonesia terakhir yang pernah menghuni peringkat satu dunia, yakni pada Agustus 2000.
Dengan hasil para pesaing yang berguguran di Kejuaraan Dunia 2026, Jonatan kini hanya tinggal menunggu pembaruan resmi ranking BWF untuk memastikan namanya berada di puncak tunggal putra dunia.
Baca Juga: Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia