4 Pendahulu Jojo di Era Komputerisasi BWF
Ardy Bernardus Wiranata, alias Ardy BW, adalah tunggal putra Indonesia pertama dalam sejarah yang namanya tercatat secara resmi di komputer pemeringkatan BWF. Ia menjadi salah satu pemain paling konsisten di periode 1992-1994 yang sulit digeser pada masanya dengan bertengger di ranking 1 dunia selama 153 minggu.
Ardy BW juga mencatatkan karir yang cukup mentereng, yakni meraih Medali Perak Olimpiade Barcelona 1992, Juara All England 1991, Juara Indonesia Open (1990, 1991, 1992, 1994, 1995, 1997), dan Juara Thomas Cup (1994, 1996).
Resmi menyandang peringkat 1 dunia pada 26 Januari 1993, Joko Suprianto merupakan saingan internal dua pebulu tangkis Merah Putih tangguh lainnya pada masa itu, yakni Ardy BW dan Hariyanto Arbi. Dikenal memiliki gaya bermain taktis, Joko kerap kali melakukan permainan net yang sangat tipis dan mengecoh.
Ia pernah merasakan menjadi Juara Dunia 1993, Juara World Cup Badminton (1992, 1993), dan Juara Thomas Cup (1994, 1996, 1998).
Dikenal pecinta bulu tangkis secara global dengan julukan Smash 100 Watt. Hariyanto Arbi merupakan pemain yang sangat agresif, cepat, dan sangat mengandalkan jumping smash yang begitu ikonik.
Ia pernah menjadi Juara Dunia BWF 1995, Juara All England (1993, 1994), Juara Asian Games 1994, serta empat kali menjuarai Thomas Cup (1994, 1996, 1998, 2000).
Ikon tunggal putra Indonesia di era milenium. Duduk di ranking 1 dunia saat usianya masih 19 tahun, Taufik juga menjadi pemain tunggal putra Indonesia kedua setelah Alan Budikusuma yang menjuarai perhelatan akbar Olimpiade, tepatnya Olimpiade Athena 2004.
Dikenal sebagai pemain dengan bakat alami luar biasa yang memiliki pukulan backhand smash mematikan, Taufik mampu bersaing dengan nama-nama legendaris bulu tangkis lainnya yang juga merajai lapangan kala itu, seperti Lin Dan (Tiongkok), Lee Chong Wei (Malaysia) dan Peter Gade (Denmark). Ia juga menjadi tunggal putra Indonesia terakhir yang memegang predikat nomor satu dunia sebelum Indonesia mengalami masa paceklik selama lebih dari dua dekade.
Selain menjuarai Olimpiade, Taufik juga pernah menjadi Juara Dunia BWF 2005, Juara Asian Games (1998, 2002, 2006), Juara Indonesia Open (1999, 2000, 2002, 2003, 2004, 2006), dan Juara Thomas Cup (2000, 2002).