JawaPos.com - Turnamen hoki es City Of Heroes diselenggarakan di ice rink OCA Ice Skating Arena, Surabaya, Jumat (14/8) hingga Senin (17/8), diikuti 11 tim.
Hoki es menjadi salah satu cabor penyumbang medali emas bagi Indonesia dalam SEA Games XXXIII/2025 di Thailand.
Hoki es ternyata belum memiliki banyak kompetisi untuk menjaring bibit atlet muda selain di Jakarta dan Banten. Nah, di Surabaya, dua tahun terakhir sudah menggelar hoki es.
Baca Juga: Islam Makhachev Atasi Garry untuk Pertahankan Gelar Juara UFC
Turnamen hoki es City Of Heroes di surabaya diikuti sebelas tim. Yakni Dragons, Batavia Rebels, Batavia Grizzlies, Bali Tigers, Golden Cobras, Storm Warriors, Asian International Select, Rhinos, Vanguard Howl, International Ice Hockey, dan Nitro Panthers.
Mereka turun dalam empat divisi yang dilombakan. Antara lain U-15, 40+, Asian, dan International.
Deputy General Secretary Federasi Hoki Es Indonesia (FHEI) Doddy Darmawan menyebut City Of Heroes lebih dari sekadar kompetisi.
Baca Juga: Novak Djokovic Tersingkir di Cincinnati, Ungkap Kondisi Kesehatan di Balik Kekalahan
"Juga jadi inspirasi anak muda Surabaya mencoba dan menekuni hoki es. Jika Surabaya bisa muncul jadi sebuah titik pertumbuhan yang baru, ini akan bagus untuk ekosistem olahraga ini secara nasional, sehingga bibit-bibit muda makin banyak yang masuk dalam proses seleksi timnas," sebut Doddy.
Doddy mengakui, minimnya jumlah kompetisi jadi tantangan bagi hoki es di Indonesia saat ini.
Karena itu, ke depan FHEI ingin mendorong supaya kompetisi bisa berlangsung lebih rutin dan berenang. Mulai dari level junior, klub hingga level nasional.
Selain itu, FHEI juga ingin semakin banyak klub dan komunitas yang aktif mengadakan pertandingan maupun turnamen. Dengan semakin sering seorang atlet bertanding, semakin cepat juga perkembangan kemampuan dan mental kompetitifnya.
FHEI juga terus mendorong program pembinaan usia muda, peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan, serta kerja sama dengan pengelola fasilitas, pemerintah, sponsor, dan berbagai stakeholder lainnya.
"Target kami membangun sebuah ekosistem hoki es yang berkelanjutan, sehingga atlet Indonesia memiliki jalur yang jelas mulai dari belajar bermain, masuk klub, mengikuti kompetisi, hingga akhirnya memiliki kesempatan membela Indonesia," tutur Doddy.
Baca Juga: Ribuan Masyarakat Manokwari Antusias Ikut RUN 10 Kilo Partai Demokrat
Diakui Doddy, perkembangan hoki es saat ini cukup positif. Terlebih setelah merebut medali emas SEA Games 2025. Selain komunitas hoki es yang terus berkembang, juga banyaknya talenta muda potensial mulai muncul.
Masih banyak ruang untuk berkembang. Salah satu faktor terpenting adalah akses fasilitas ice rink dan kesempatan main secara rutin.
Hoki es butuh fasilitas yang spesifik. Sehingga semakin banyak akses ke ice rink dan jam latihan, makin besar juga kesempatan memperluas basis pemain.
Baca Juga: Strategi Jim Walmsley untuk Persiapan Hadapi UTMB 2026. Mulai dari Elevasi, hingga Tidur
Pembinaan usia muda juga tidak kalah pentingnya. Begitu juga kompetisi rutin, peningkatan kualitas pelatih, dukungan sponsor dan pemerintah, serta exposure dari media dan masyarakat.
"Jika seluruh elemen bisa berjalan bersama, kami optimistis hoki es Indonesia bisa berkembang jauh lebih cepat dan semakin kompetitif di tingkat Asia maupun internasional," tegas Doddy.
Event Director Dimas Pramudita menambahkan, selama turnamen ini animo publik Surabaya sangat positif.
Baca Juga: Turnamen Tenis Piala Panglima TNI 2026: Angkat Prestasi, Perkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
"Kehadiran pemain dari berbagai kota dan negara juga memberikan warna tersendiri dan membuat turnamen ini jadi menarik, bukan hanya bagi komunitas hoki es, tetapi juga bagi masyarakat yang sebelumnya belum terlalu mengenal olahraga ini," tutur Dimas.
Dia pun sudah melihat bakat hoki dari turnamen ini. Terutama di level kelompok usia muda yang membutuhkan pengalaman bertanding.
Dia pun berharap dari kompetisi seperti ini akan semakin banyak talenta baru yang muncul. Baik dari Surabaya maupun daerah lainnya di Indonesia.
Menurut Dimas, target jangka panjang adalah melihat pemain-pemain Indonesia berkembang dan mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat Asia dan internasional.
Baca Juga: Erick Thohir Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo atas Kepercayaan Transformasi Kemenpora
“Target kami bukan hanya menyelenggarakan turnamen yang besar, tetapi membangun ekosistem ice hockey yang berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi pemain berikutnya," tegas Dimas.