"Pada prinsipnya, kalau ada peraturan seperti itu, sangat menguntungkan bagi hoki," kata Sekretaris Jenderal PP FHI Yasser Arafat Suaidy saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Yasser mengatakan FHI saat ini menjajaki sejumlah pemain keturunan Indonesia di Eropa, terutama Belanda yang memiliki tradisi hoki kuat dan banyak dihuni diaspora Indonesia.
Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah keengganan sejumlah pemain melepas kewarganegaraan Belanda apabila harus menjalani proses menjadi warga negara Indonesia.
Baca Juga: Timnas Hoki Putri Indonesia Punya Kans Bersinar di Asian Games 2026
"Yang menjadi masalah sekarang, mereka keberatan kalau harus melepas kewarganegaraan Belandanya," ujarnya.
Persoalan tersebut sejalan dengan salah satu hal yang disinggung Presiden Prabowo dalam pidato pengantar pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.
Prabowo mengusulkan perubahan undang-undang untuk membuka dwi kewarganegaraan secara terbatas bagi talenta tertentu yang dibutuhkan Indonesia, termasuk atlet. Presiden menilai talenta diaspora tidak semestinya harus memilih antara kesempatan berkarya di tingkat global dan ikatan dengan Indonesia.
Baca Juga: Pelatnas Esports Asian Games 2026 Terapkan Sport Science
Menurut Yasser, skema tersebut apabila nantinya disahkan dapat memberikan dampak langsung bagi hoki Indonesia karena terdapat pemain keturunan di Belanda yang mempunyai kualitas untuk memperkuat tim nasional.
"Di Belanda banyak sekali keturunan Indonesia, dari kakek atau buyutnya, yang sekarang menjadi pemain di level top," kata Yasser.
Salah satu pemain yang masuk radar FHI bahkan disebut memperkuat tim nasional junior Belanda dan memiliki kemampuan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan timnas Indonesia.
"Pemain dari Belanda ini pemain junior tim nasional Belanda dan sangat skillful. Yang menjadi pertimbangannya adalah dia harus melepas kewarganegaraan Belandanya," ujarnya.
Yasser menilai keberadaan aturan dwi kewarganegaraan terbatas nantinya dapat menjadi salah satu langkah untuk mempercepat peningkatan kualitas tim nasional dalam mengejar sasaran jangka panjang menuju Olimpiade.
"Kalau itu diberlakukan, sangat bagus untuk prestasi. Itu bisa mempercepat prestasi kita menuju level Olimpiade," katanya.
Baca Juga: Pelatnas Asian Games 2026 Dapat Tambahan Anggaran, Total Rp222 Miliar
FHI sebelumnya menjajaki empat pemain keturunan dari Belanda dan Jerman untuk memperkuat tim nasional. Para pemain tersebut telah melalui proses pemantauan dan uji kemampuan sebelum ditentukan kelayakannya.
Dalam perkembangan terbaru, Yasser menyebut tiga dari pemain yang dijajaki memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tim nasional, sedangkan satu kandidat asal Jerman dinilai belum memenuhi standar.
Salah satu pemain putri asal Jerman juga telah bersedia melepas kewarganegaraannya untuk melanjutkan proses menjadi warga negara Indonesia.
"Yang satu putri dari Jerman sudah mau melepas kewarganegaraannya. Kami sudah tes, trial, dan secara kualitas memang bagus," ujar Yasser.
Prabowo mengatakan usulan dwi kewarganegaraan terbatas akan diterapkan secara selektif dan terukur apabila perubahan undang-undang tersebut nantinya disetujui. Pemerintah juga akan mengatur persyaratan, hak dan kewajiban serta mempertimbangkan aspek keamanan dan kepentingan nasional.