JawaPos.com - Petinju asal Puerto Riko, Prichard Colon, meninggal dunia pada usia 33 tahun. Colon meninggal pada Rabu (12/8) meski sempat melalui kehidupan memprihatinkan pasca pertarungan mengerikan tersebut.
Colon mengalami pendarahan otak parah saat bertarung melawan Terrell Williams pada Oktober 2015, dalam pertandingan yang secara tragis menjadi laga terakhirnya.
Dalam pertarungan kelas super welterweight tersebut, Colon mengeluhkan pukulan berulang yang dilancarkan Williams ke bagian belakang kepalanya. Williams sempat dikurangi satu poin akibat pukulan ilegal ke arah belakang kepala (rabbit punches), namun pertandingan tetap dilanjutkan.
Prichard Colon Ambruk Setelah Pertarungan Terakhirnya
Setelah Colon terjatuh dua kali pada ronde kesembilan, tim di sudut ringnya melepas sarung tinjunya sebagai tanda bahwa pertarungan telah berakhir.
Baca Juga: Ditunjuk Jadi Tuan Rumah, Indonesia Siap Gelar Kejuaraan Tinju Asia U-19 dan U-23 2026
Petinju berbakat yang sebelumnya tak terkalahkan itu didiskualifikasi karena melepas sarung tinjunya, namun tak lama kemudian terlihat jelas bahwa ada masalah kesehatan yang sangat serius.
Setelah ambruk di ruang ganti, Colon dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi otak darurat. Ia mengalami koma selama 221 hari sebelum akhirnya sadar kembali.
Saat sadar, kondisinya berada dalam keadaan vegetatif. Karena tidak lagi mampu berjalan atau berbicara, Colon membutuhkan perawatan sepanjang waktu.
Baca Juga: Dari Raja Tinju ke Polemik Finansial, Floyd Mayweather Kini Hadapi Gugatan Fantastis
Ayahnya kemudian mengabarkan berita duka tersebut melalui media sosial pada Rabu (12/8).
Wafatnya Prichard Colon Dikonfirmasi dalam Pernyataan Keluarga
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook, ia menulis:
"Selamat pagi semuanya. Dengan berat hati saya sampaikan kabar bahwa putra saya, Prichard, telah berpulang dari dunia ini."
"Kini ia berada di tempat yang lebih baik. Saya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan keinginannya—impiannya untuk berlibur ke Puerto Riko—namun hal itu tidak dapat terlaksana. Terima kasih atas cinta dan doa yang telah kalian berikan selama bertahun-tahun. Mohon terus sertakan kami dalam doa Anda sebisa mungkin."
Di antara mereka yang menyampaikan penghormatan kepada Colon setelah kabar tersebut tersiar adalah Presiden WBO Gustavo Olivieri, yang memuji mendiang petinju itu atas "semangat juangnya yang luar biasa".
"Hidup Prichard diwarnai oleh keberanian, ketekunan, dan semangat juang yang luar biasa," ujar Olivieri.
Baca Juga: Cegah Pertarungan Liar, Korlantas Polri Wadahi Bakat Petarung Lewat Kejurnas Tinju di Jepara
"Kisah hidupnya melampaui batas arena tinju dan sangat menyentuh komunitas tinju, yang senantiasa mendampinginya selama bertahun-tahun dengan rasa hormat, kekaguman, dan harapan.
"Hari ini, WBO dengan penuh duka cita bergabung bersama keluarga serta semua orang yang memiliki kesempatan istimewa untuk mengenal, mendukung, dan mengasihinya dalam meratapi kepergiannya. Beristirahatlah dengan tenang, Prichard Colon. Kenangan akan dirimu akan senantiasa hidup bersama kami."
Pada Mei 2017, keluarga Colon sempat mengajukan gugatan senilai USD 50 juta terhadap dokter pertandingan dan promotor laga melawan Williams. Namun, kasus tersebut hingga saat ini belum terselesaikan.