← Beranda
Arai Agaska Debut di ARRC Mandalika, Pembalap Mataram Siap Tempur di Eropa
jpgJumat, 14 Agustus 2026 | 15.10 WIB
Arai Agaska mencicipi ARRC 2026 di Mandalika dan finis kesembilan serta kedelapan. Pembalap NTB itu kini bersiap ke Prancis. (Dok. Lombok Post)

JawaPos.com - Pembalap muda berbakat asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Arai Agaska Dibani Laksana usai mencicipi atmosfer sengit Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 seri keempat di Sirkuit Internasional Mandalika, pekan lalu.

Tampil memanfaatkan fasilitas wild card bersama Yamaha Racing Indonesia, Arai harus puas menempati posisi sembilan dan delapan dari total 14 pembalap di kelas elit Super Sport 600cc (SS600).

Meski belum berhasil menembus barisan depan, debutnya di kelas 600cc ini menjadi pelajaran berharga.

Arai mengakui persaingan di kelas ini memberikan tantangan yang sangat berbeda, terutama dalam hal adaptasi teknis di lintasan.

”Arai masih memerlukan jam terbang lebih banyak lagi pada kelas 600cc. Selain itu, Arai merasa belum maksimal dalam mengelola performa ban saat balapan berlangsung,” ungkapnya pada Lombok Post.

Usai laga di Mandalika, Arai tak berlarut-larut. Ia kini memilih fokus menempa diri ke Benua Biru. Arai dijadwalkan segera bertolak ke Prancis untuk menjalani pemusatan latihan intensif demi mematangkan persiapan menghadapi ajang bergengsi World Superbike (WorldSBK/WSSP) yang akan bergulir September mendatang.

Penampilan Arai di Mandalika turut mendapat perhatian dari Race Director FIM ARRC 2026 Eddy Saputra. Menurut Eddy, secara teknik membalap, kemampuan Arai sebenarnya sudah sangat mumpuni. Namun, ada aspek mendasar yang perlu ditingkatkan, yakni ketahanan fisik dan pengalaman bertanding.

Mengingat motor 600cc memiliki bobot yang jauh lebih berat dan kecepatan tinggi, fisik pembalap dituntut harus selalu dalam kondisi prima.

”Fisik perlu diperkuat dengan memperbanyak fitness. Motor 600cc itu berat dan speed-nya tinggi, jadi butuh kesiapan fisik yang sangat bagus,” ujar Eddy.

Selain fisik, Eddy menyarankan agar Arai lebih sering diturunkan pada kejuaraan level Asia dan nasional untuk mempertajam insting serta mental bertandingnya. Eddy menilai persaingan di level Asia dan nasional sangat kompetitif, baik dari segi spesifikasi motor maupun kualitas pembalapnya.

”Arai akan kesulitan bersaing dengan pembalap top level di sana. Jika terlalu fokus di Eropa sekarang, saya rasa akan buang waktu. Sebaiknya perbanyak ikut balapan di Asia dan nasional,” terangnya.

Pandangan berbeda disampaikan Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Wahyu Rusmayadi. Dia menjelaskan bahwa keikutsertaan Arai di ARRC Mandalika memang dirancang khusus untuk menambah jam terbang, mengasah mental, serta mempercepat adaptasi dengan karakter motor 600cc.

Sebab, sejak awal Arai memiliki program pembinaan yang berbeda dan memang diproyeksikan untuk berlaga di ajang World Sportbike (WSPB) di Eropa. Hasil yang diraih dari Sirkuit Mandalika akan dijadikan bahan evaluasi penting untuk perbaikan (improvement) sebelum terjun ke Benua Biru.

”Balapan di Asia dan Eropa secara fundamental memang berbeda. Namun dengan membalap di ARRC, Arai bisa belajar mengenal lebih jauh karakter motor di tengah level persaingan yang sangat kompetitif,” pungkas Wahyu. (ewi/r8)

EDITOR: Hendra