← Beranda
NBA: LA Lakers Dijual Lagi dengan Rekor Rp 223 T, Tahun Lalu Cuma Rp 178 T
Rizka Perdana PutraJumat, 14 Agustus 2026 | 14.33 WIB
Lakers kembali dijual dengan rekor Rp 223 triliun. Nilainya naik Rp 44 triliun hanya dalam 14 bulan setelah dibeli Mark Walter. (Imagn Images)

JawaPos.com - Los Angeles Lakers kembali mencatatkan rekor nilai penjualan tertinggi dalam sejarah olahraga profesional. Rekor itu tercipta setelah Josh Kushner dan Bob Iger sepakat membeli porsi saham mayoritas milik Mark Walter dengan nilai akuisisi mencapai USD 12,5 miliar atau sekitar Rp 223,4 triliun.

Transaksi tersebut cukup mengejutkan. Sebab, baru 14 bulan lalu Walter membeli porsi saham mayoritas Lakers dari keluarga Buss dengan rekor termahal USD 10 miliar (Rp 178,69 triliun). Artinya, dalam kurun waktu tersebut, valuasi Lakers meningkat USD 2,5 miliar (Rp 44,64 triliun).

Meski kesepakatan sudah tercapai, proses akuisisi belum sepenuhnya rampung. Kushner dan Iger masih harus menyelesaikan tahapan due diligence (verifikasi) sebelum mendapat persetujuan resmi dari Dewan Gubernur NBA (NBA Board of Governors).

Negosiasi Hanya Tiga Hari

Proses negosiasi antara Walter dengan Kushner dan Iger berjalan sangat cepat. Kushner kali pertama menghubungi Walter pada Jumat (7/8). Lalu, kesepakatan tercapai hanya dalam tiga hari kerja.

”Awalnya kami fokus mengejar tim baru di Vegas. Lalu ada informasi bahwa Mark Walter mungkin bersedia melepaskan sahamnya di Lakers,” ungkap Iger kepada California Post.

”Melihat nilai dan status ikonik Lakers, kami memutuskan peluang ini sangat masuk akal untuk dikejar. Kesepakatan akhirnya selesai dalam tiga hari, sesederhana itu,” imbuh pebisnis 75 tahun yang pernah memimpin The Walt Disney Company (2000–2012) tersebut.

Anak Usaha FIFA dan F1

Nama Kushner sebelumnya sempat menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Melalui Thrive Eternal, dia terlibat dalam rencana investasi senilai USD 4,2 miliar (sekitar Rp 75 triliun) untuk membeli 20 persen saham anak usaha FIFA (FIFA Forward Enterprise). Namun, rencana tersebut kandas setelah mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola di dunia.

Sementara itu, keputusan Walter menjual Lakers terjadi saat beberapa unit bisnis co-owner Cadillac F1 Team itu sedang menghadapi penyelidikan otoritas federal. Meski begitu, belum ada bukti yang mengaitkan kasus tersebut dengan keputusannya melepas Lakers.

Jeanie Buss Tetap Memimpin Tim

Meski porsi saham mayoritas berpindah tangan, struktur pimpinan Lakers dipastikan tidak berubah. Jeanie Buss tetap memiliki hak untuk menjabat sebagai governor Lakers setidaknya selama lima tahun. Itu sesuai dengan perjanjian ketika keluarga Buss menjual saham mayoritas kepada Walter tahun lalu.

Iger pun menegaskan, pihaknya menghormati kesepakatan tersebut. Dia juga sudah berkomunikasi langsung dengan Jeanie.

”Kami sangat menghargai Jeanie, ayahnya, serta kontribusi keluarga Buss bagi Lakers. Kami berkomitmen menjaga perjanjian yang sudah dibuat Mark dan Jeanie,” tutur Iger. 

REKOR PENJUALAN TIM NBA

  1. Los Angeles Lakers – USD 12,5 miliar/Rp 223,4 triliun (2026)

  2. Los Angeles Lakers – USD 10 miliar/Rp 178,69 triliun (2025)

  3. Boston Celtics – USD 6,1 miliar/Rp 109 triliun (2025)

  4. Phoenix Suns – USD 4 miliar/Rp 71,47 triliun (2022)

  5. Brooklyn Nets – USD 3,3 miliar/Rp 58,96 triliun (2019)

  6. Charlotte Hornets – USD 3 miliar/Rp 53,6 triliun (2023)

  7. Houston Rockets – USD 2,2 miliar/Rp 39,3 triliun (2017)

  8. Los Angeles Clippers – USD 2 miliar/Rp 35,7 triliun (2014)

  9. Utah Jazz – USD 1,6 miliar/Rp 28,58 triliun (2020)

  10. Minnesota Timberwolves – USD 1,5 miliar/Rp 26,79 triliun (2025)

EDITOR: Hendra