JawaPos.com – Hub Indonesia kembali menggelar Merdeka Master, kompetisi berkuda terbesar di Indonesia yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketiga.
Mengusung tajuk Mandiri Merdeka Master 2026, ajang ini akan berlangsung di Hub Indonesia, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 6–16 Agustus 2026.
Kompetisi tersebut akan mempertandingkan dua disiplin utama olahraga berkuda, yakni show jumping dan dressage, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet serta pengembangan ekosistem olahraga berkuda nasional.
Show Director Jupri Mardi mengatakan penyelenggaraan Merdeka Master 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Hub Indonesia dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi). Kerja sama tersebut bertujuan menghadirkan kompetisi berstandar nasional yang mampu menjadi wadah pembinaan atlet dari berbagai daerah.
Baca Juga: Tampil Dominan, Timnas Indonesia Belum Bisa Bikin Gol Lawan Singapura di Babak Pertama
"Melalui ajang ini kami ingin menghadirkan kompetisi berkuda yang berkualitas sekaligus menjadi ruang pembinaan bagi atlet-atlet Indonesia agar memiliki jam terbang dan kepercayaan diri untuk bersaing di level yang lebih tinggi," ujar Jupri.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Merdeka Master terus memperkuat posisinya sebagai salah satu kompetisi berkuda terbesar di Indonesia. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah peserta, besarnya total hadiah yang diperebutkan, serta durasi penyelenggaraan yang berlangsung selama lebih dari sepekan.
Menurut Jupri, rangkaian pertandingan akan diawali dengan nomor show jumping pada 6–9 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan kompetisi dressage pada 14–16 Agustus 2026.
Baca Juga: Timnas Basket Putra Indonesia Kembali Hadapi Jepang dan Korea di Asian Games 2026
Cabang show jumping tahun ini diikuti 268 atlet dari berbagai daerah di Indonesia dengan total sekitar 1.250 entries yang akan bertanding di berbagai kelas.
Sementara itu, cabang dressage diproyeksikan menghadirkan sekitar 400 entries, sehingga secara keseluruhan Merdeka Master 2026 diperkirakan mencatat sekitar 1.650 entries, menjadikannya salah satu kompetisi berkuda terbesar yang pernah digelar di Indonesia.
Selain menghadirkan persaingan di berbagai kategori, penyelenggara juga menyiapkan total hadiah bergengsi bagi para peserta.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah hadiah utama berupa satu unit mobil untuk pemenang kelas Show Jumping 100 cm Open, yang menjadi bentuk apresiasi terhadap atlet berprestasi sekaligus menambah daya tarik kompetisi.
Jupri menilai Merdeka Master kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan gelar juara. Kompetisi ini juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet muda menuju level yang lebih tinggi.
Menurutnya, banyak atlet berkuda Indonesia saat ini tengah dipersiapkan menghadapi berbagai agenda internasional, termasuk Asian Games, sehingga kehadiran kompetisi nasional dengan atmosfer kompetitif menjadi sarana penting untuk meningkatkan pengalaman bertanding.
Baca Juga: Kalah di Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Sebut Persib Sudah Tunjukkan Mental Juara
"Ajang ini juga menjadi bagian dari proses pembibitan atlet dan regenerasi atlet berkuda Indonesia yang saat ini sedang dipersiapkan menuju Asian Games. Melalui kompetisi seperti ini, atlet bisa semakin percaya diri untuk bersaing. Kalau di SEA Games kita sudah kompetitif. Selanjutnya tinggal bagaimana federasi memberikan kepercayaan kepada atlet-atlet muda untuk tampil di ajang internasional," jelasnya.
Sebagai tuan rumah, Hub Indonesia menyediakan arena pertandingan beserta fasilitas pendukung yang memenuhi standar kompetisi nasional untuk nomor show jumping maupun dressage.
Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung jalannya pertandingan secara aman, profesional, dan kompetitif, sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi atlet, pelatih, ofisial, pemilik kuda, maupun penonton.
Baca Juga: Tak Pasang Target Gol, Alexandre Ramalingom Fokus Bantu Persita Tangerang Raih Hasil Terbaik
Jupri berharap penyelenggaraan Merdeka Master 2026 yang terus berkembang setiap tahun dapat menjadi tolok ukur kompetisi berkuda nasional sekaligus melahirkan lebih banyak atlet Indonesia yang mampu berprestasi di level internasional.
Sementara itu, dokter hewan berkuda berlisensi FEI (Fédération Équestre Internationale) di Indonesia, drh. Ade Octaviani, menegaskan bahwa keselamatan atlet dan kesejahteraan kuda menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan kompetisi berkuda.
Menurutnya, olahraga berkuda memiliki karakteristik yang berbeda dibanding cabang olahraga lainnya karena melibatkan kerja sama antara atlet dan hewan.
"Berkuda adalah olahraga yang melibatkan dua makhluk hidup. Kita tidak bisa memaksakan semuanya berjalan sesuai keinginan. Dalam pertandingan, yang menjadi prioritas adalah keselamatan atlet serta penerapan standar kesejahteraan hewan atau animal welfare. Karena itu, kondisi kesehatan kuda maupun atlet diperhatikan secara menyeluruh hingga ke detail-detail terkecil," ujar Ade.