← Beranda
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 5 Agustus 2026 | 22.22 WIB
Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana dicoret dari skuad Indonesia untuk BWF World Championships 2026. (PBSI)

JawaPos.com — Nama Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana mendadak menjadi sorotan setelah PBSI mencoret keduanya dari skuad Indonesia untuk BWF World Championships 2026. Keputusan itu diambil di tengah judicial proceedings yang sedang dijalankan BWF terkait dugaan pelanggaran integritas, sementara PBSI menegaskan proses tersebut masih berlangsung dan belum menghasilkan putusan akhir.

PBSI mencoret Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dari daftar wakil Indonesia untuk Kejuaraan Dunia 2026.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja menyebut keputusan itu berkaitan dengan penyesuaian komposisi atlet, sementara proses yang dijalankan BWF tetap independen.

Jafar Hidayatullah, Pebulu Tangkis Kidal dari Tangerang

Jafar Hidayatullah merupakan pebulu tangkis ganda campuran kelahiran Tangerang, 9 Januari 2003, yang kini berusia 23 tahun.

Atlet dengan tinggi 170 sentimeter tersebut dikenal sebagai pemain kidal dan mulai masuk Pelatnas PBSI pada 2023.

Dalam profil atlet PBSI, Jafar tercatat berada di sektor ganda campuran tingkat utama.

Ia juga tercatat berasal dari PB Power Rajawali Tangerang, klub yang menjadi tempatnya mengawali perjalanan di dunia bulu tangkis hingga tetap menjadi klubnya saat ini.

Jafar mulai bermain bulu tangkis sejak berusia 5 tahun dan menyebut kedua orang tua, keluarga, serta pelatih sebagai sosok paling berjasa dalam perjalanan kariernya.

Baca Juga: Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran

Ia mengidolakan Lin Dan dan memiliki prinsip hidup yang menekankan pentingnya menikmati setiap proses serta tidak membiarkan kegagalan masa lalu menghambat langkah hari ini.

Profil Jafar juga mencatat nama ayahnya, Supriman Hadi Prayitno, dan ibunya, Suwarsih.

Data tersebut memperlihatkan perjalanan Jafar menuju level utama tidak terlepas dari dukungan keluarga sejak ia mulai mengenal bulu tangkis pada usia dini.

Adnan Maulana, Lebih Dulu Masuk Pelatnas

Adnan Maulana memiliki pengalaman lebih panjang di Pelatnas PBSI dibanding Jafar Hidayatullah.

Lahir di Jambi pada 23 Oktober 1999, Adnan kini berusia 27 tahun dan tercatat memiliki tinggi badan 177 sentimeter dengan tangan dominan kanan.

Adnan masuk Pelatnas PBSI pada 2019 dan berstatus atlet tingkat utama di sektor ganda campuran.

Berbeda dengan Jafar yang berasal dari Tangerang, Adnan mengawali perjalanan bulu tangkisnya bersama Jaya Raya Metland dan kini tercatat memperkuat PB Jaya Raya Jakarta.

Adnan mulai bermain bulu tangkis saat berusia 8 tahun dan mengidolakan Nova Widianto.

Dalam profil atletnya, sosok yang paling berjasa dalam karier bulu tangkis Adnan tidak dicantumkan, tetapi perjalanan panjangnya di pelatnas sudah berlangsung sejak 2019.

Dengan masa pengabdian di Pelatnas PBSI selama sekitar tujuh tahun, Adnan memiliki pengalaman lebih lama di level utama dibanding Jafar.

Keduanya kemudian sama-sama masuk dalam perhatian publik setelah nama mereka tidak lagi tercantum dalam skuad Indonesia untuk BWF World Championships 2026.

Baca Juga: Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing

PBSI Hormati Proses Independen BWF

Pencoretan Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana terjadi ketika BWF tengah menjalankan judicial proceedings terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.

Dugaan yang beredar menyangkut pengaturan skor atau match fixing, tetapi PP PBSI menegaskan tidak akan mengaitkan proses tersebut dengan atlet tertentu.

Ricky Soebagdja mengatakan PP PBSI menghormati sekaligus mendukung mekanisme yang diterapkan BWF untuk menjaga integritas olahraga bulu tangkis.

Organisasi juga meminta media dan masyarakat menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi sebelum ada keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF.

"Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi dalam memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai dengan regulasi serta mekanisme yang berlaku," kata Ricky melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Senin (3/8).

PP PBSI juga memastikan koordinasi dengan BWF terus dilakukan selama proses berlangsung.

Setiap langkah organisasi, menurut Ricky, akan dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen menjaga integritas olahraga bulu tangkis.

Dengan demikian, status Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana dalam perkara tersebut masih harus menunggu proses resmi BWF.

Hingga Independent Hearing Panel BWF mengeluarkan keputusan, informasi mengenai dugaan pelanggaran integritas tidak dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai kedua atlet tersebut.

Baca Juga: Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing

EDITOR: Hendra