JawaPos.com - Pegolf Indonesia Kevin Caesario Akbar menjuarai Indonesia Development Open Series 3 setelah tampil konsisten di Gunung Geulis West Course, Bogor. Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Kevin untuk mengejar target berikutnya, yakni menembus Asian Tour.
Kevin memastikan gelar juara setelah membukukan total 204 pukulan atau 9 under par selama tiga putaran. Ia mencatat skor 69, 68, dan 67 sejak turnamen dimulai pada Rabu (29/7) hingga babak final pada Jumat (31/7).
Hasil tersebut mengantarkan Kevin menjadi juara kategori Men Pro. Atas pencapaiannya, pegolf berusia 28 tahun itu berhak membawa pulang hadiah utama sebesar Rp 36 juta dari total hadiah Rp 100 juta yang diperebutkan.
"Pastinya sangat senang. Karena terakhir menang itu di akhir 2023," ungkap Kevin kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian Kevin meraih gelar juara. Sebelumnya, ia terakhir naik podium tertinggi pada penghujung 2023.
Keberhasilan di Gunung Geulis juga memiliki makna tersendiri bagi Kevin. Lapangan tersebut menjadi saksi perjalanan penting dalam karier profesionalnya sebagai pegolf.
Pada 2023, Kevin berhasil menjuarai The Indonesia Pro-Am yang digelar di lokasi yang sama. Gelar tersebut menjadi kemenangan profesional pertamanya di ajang Asian Development Tour (ADT).
"Yang pasti memang Gunung Geulis itu selalu ada dalam kenangan saya, karena pertama kali juara internasional itu di Gunung Geulis," ucap Kevin.
"Dan sekarang akhirnya menang lagi di Gunung Geulis di level nasional," tambahnya.
Kevin mengungkapkan, keberhasilannya kali ini tidak lepas dari persiapan yang dilakukan jauh sebelum turnamen dimulai. Ia sengaja berlatih dan mempelajari karakter lapangan selama sepekan untuk menyesuaikan strategi permainan.
Menurutnya, kondisi Gunung Geulis selalu berubah setiap tahun sehingga membutuhkan adaptasi. Faktor cuaca turut memengaruhi karakter lapangan yang berdampak pada permainan.
"Bisa dibilang seminggu sebelum turnamen saya sering main di sana, mencoba lapangannya, karena tiap tahun saya bermain di sana itu kondisi (lapangannya) tidak selalu sama dan berbeda-beda," ungkapnya.
Kevin menjelaskan, saat bertanding tahun lalu kondisi lapangan lebih basah karena curah hujan yang tinggi. Sementara pada tahun ini lapangan jauh lebih kering sehingga membutuhkan pendekatan permainan yang berbeda.
Karena itu, ia menilai proses riset dan adaptasi terhadap kondisi lapangan menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi turnamen. Pemahaman terhadap karakter lapangan dinilai dapat memberikan keuntungan saat bertanding.
Meski baru saja meraih gelar juara nasional, Kevin tidak ingin cepat berpuas diri. Ia telah menetapkan target yang lebih tinggi, yakni lolos ke Asian Tour.
"Target terdekat saya adalah masuk Asian Tour. Nah, untuk bisa masuk Asian Tour kita harus ngelewatin Asian Development Tour dulu," ujarnya.
Kevin mengatakan Asian Development Tour menjadi fokus utamanya dalam waktu dekat. Menariknya, turnamen tersebut juga akan kembali digelar di Gunung Geulis West Course, Bogor, lapangan yang sudah sangat dikenalnya.
Dengan bekal pengalaman dan kepercayaan diri usai menjadi juara Indonesia Development Open Series 3, Kevin optimistis dapat bersaing di ajang tersebut. Ia berharap mampu meraih hasil maksimal agar peluang tampil di Asian Tour semakin terbuka.
"Saya akan terus berlatih dan berupaya mendapat hasil maksimal di Asian Development Tour, sehingga bisa masuk Asian Tour," kata dia.