JawaPos.com – Ganda putra Indonesia terus menunjukkan tren positif. Setelah Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri menjuarai Japan Open dan China Open, kini giliran Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang naik podium tertinggi.
Leo/Daniel menjadi juara Taipei Open 2026 setelah mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Aaron Tai pada final di Taipei Arena, Minggu (2/8). Mereka menang dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-19.
Gelar tersebut menjadi yang kedua bagi Leo/Daniel sepanjang musim 2026. Sebelumnya, mereka juga menjadi kampiun Thailand Open 2026 usai mengalahkan pasangan India Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy 21-12, 25-23 pada partai final.
Dua gelar itu menjadi sinyal kebangkitan Leo/Daniel setelah sempat menjalani periode yang kurang konsisten di sejumlah turnamen BWF World Tour.
Seusai menjuarai Thailand Open, mereka gagal melangkah jauh dalam empat turnamen beruntun. Di Malaysia Masters 2026, Leo/Daniel langsung tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari pasangan Tiongkok Lin Xiangyi/Hu Keyuan dengan skor 19-21, 21-13, 15-21.
Hasil mengecewakan kembali terjadi di Indonesia Open 2026. Mereka kandas pada babak pertama setelah dikalahkan pasangan Taiwan Yang Po-hsuan/Lee Jhe-huei 16-21, 21-13, 19-21.
Perjalanan Leo/Daniel juga terhenti pada babak 16 besar Australia Open 2026 setelah menyerah kepada pasangan Tiongkok Liang Weikeng/Wang Chang dengan skor 15-21, 18-21.
Hasil serupa berlanjut di Makau Open 2026. Mereka kembali tersingkir pada babak 16 besar setelah kalah 15-21, 18-21 dari pasangan Korea Selatan Lee Jong-min/Jin Yong.
Namun, di Taipei Open, Leo/Daniel mampu memutus tren negatif tersebut. Mereka tampil konsisten sejak babak awal hingga akhirnya memastikan gelar juara.
"Puji Tuhan bersyukur bisa juara lagi setelah hasil yang kurang memuaskan di pertandingan-pertandingan sebelumnya," ujar Daniel.
Daniel mengungkapkan kunci kemenangan pada final adalah tetap berani menekan meski sempat berada dalam posisi tertinggal.
"Tadi kami mencoba terus menekan saat sedang di posisi ketinggalan. Kami juga terus coba komunikasi untuk membalikkan keadaan," katanya.
Bagi Daniel, gelar Taipei Open memiliki makna istimewa karena menjadi hadiah ulang tahun. Daniel genap berusia 25 tahun pada 31 Juli, sedangkan Leo merayakan ulang tahunnya pada 29 Juli.
"Dan yang pasti kami mau konsisten juara dan melebihi prestasi kami sekarang," ucap Daniel.
Leo menyebut keberhasilan di Taipei menjadi momentum penting bagi pasangan mereka untuk kembali percaya diri.
"Senang dan berterima kasih untuk diri saya sendiri dan partner saya yang sudah berjuang lalu menang. Juga terima kasih untuk tim pelatih dan tim pendukung yang selalu ada di belakang kami. Di dalam permainan tadi kami harus coba lebih safe saja mainnya," ujar Leo.