← Beranda
Sepang Tak Dapat Pendapatan Tiket Formula 1 2026, Semua Jadi Milik Bahrain
Rizka Perdana PutraKamis, 30 Juli 2026 | 23.32 WIB
Sepang tak mendapat pendapatan tiket Formula 1 2026. Seluruh hasil penjualan menjadi milik Bahrain meski balapan digelar di Malaysia. (Dok. F1)

JawaPos.com – Sepang International Circuit tidak akan memperoleh pendapatan dari penjualan tiket saat kembali menggelar balapan Formula 1 pada 2-4 Oktober 2026. Seluruh pemasukan dari tiket menjadi hak Grand Prix Bahrain karena negara tersebut telah membayar hosting fee kepada Formula 1.

Konsekuensinya, pihak Sepang juga tidak memiliki kewenangan untuk menentukan harga tiket.

"Semua pendapatan dari penjualan tiket akan kembali ke Bahrain, jadi kami tidak punya kewenangan penuh," ujar CEO Sepang International Circuit Azhan Shafriman Hanif, dikutip dari Crash.

Alih-alih memperoleh keuntungan langsung dari penjualan tiket, Sepang justru ikut menanggung sebagian biaya operasional bersama penyelenggara Grand Prix Bahrain. Nilainya diperkirakan mencapai USD 13 juta atau sekitar Rp234 miliar.

Meski demikian, Azhan menilai Malaysia tetap akan menikmati manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata, sponsor, hingga berbagai aktivitas komersial selama akhir pekan balapan.

"Kalau melihat gambaran besarnya, kita harus melihat efek limpahan. Malaysia berpotensi memperoleh dampak ekonomi lebih dari RM1 miliar (sekitar Rp4,4 triliun)," katanya.

Azhan optimistis penyelenggaraan Formula 1 kali ini akan mendapat sambutan lebih besar dibanding saat Sepang terakhir menjadi tuan rumah pada 2017.

Menurutnya, minat masyarakat terhadap Formula 1 meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berbeda dengan sembilan tahun lalu ketika pihak sirkuit harus bekerja keras untuk menjual tiket balapan.

EDITOR: Hendra