JawaPos.com – Keputusan LeBron James bergabung dengan Philadelphia 76ers ternyata bukan pilihan yang mudah. Bintang NBA berusia 41 tahun itu beberapa kali berubah pikiran sebelum akhirnya memastikan berlabuh ke Sixers pada Jumat (24/7) dini hari waktu setempat.
CEO Klutch Sports, Rich Paul, mengungkapkan LeBron baru mengambil keputusan sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Hingga beberapa jam sebelumnya, ia masih mempertimbangkan empat tim, yakni Philadelphia 76ers, Cleveland Cavaliers, Miami Heat, dan Golden State Warriors.
Cavaliers dan Heat menawarkan nilai sentimental karena LeBron meraih tiga dari total empat gelar NBA bersama kedua tim tersebut. Di sisi lain, ia juga tertarik dengan peluang bermain bersama Stephen Curry dan Draymond Green di Golden State Warriors.
"Anda bisa melihat betapa besar ikatan emosionalnya dan betapa sulit baginya meninggalkan Miami maupun Cleveland," kata Paul dalam podcast Game Over bersama Max Kellerman.
"Siapa yang tidak ingin bermain bersama Steph Curry dan Draymond Green? Saya menyaksikan emosinya seperti roller coaster setiap hari," lanjut agen LeBron sejak 2012 itu.
Trade Jaylen Brown Jadi Pembeda
Menurut Paul, LeBron beberapa kali mengubah pikirannya sepanjang Kamis (23/7). Namun, ada satu faktor yang akhirnya membuat peraih empat gelar MVP NBA itu mantap memilih Philadelphia.
Faktor tersebut adalah bergabungnya Jaylen Brown dari Boston Celtics ke Sixers melalui skema trade pada 1 Juli.
Transfer itu membuat Philadelphia memiliki tiga bintang utama, yakni Brown, Joel Embiid, dan Tyrese Maxey. Ditambah kehadiran rookie V. J. Edgecombe, Sixers dinilai memiliki prospek yang lebih menjanjikan dibandingkan para pesaingnya.
"Philadelphia membuat langkah besar, lalu tiba-tiba mereka punya Jaylen Brown. Sekarang situasinya terlihat sangat berbeda," ujar Paul.
Kedekatan dengan Tyrese Maxey
Selain komposisi skuad, hubungan dekat LeBron dengan Tyrese Maxey juga menjadi salah satu pertimbangan penting.
Keduanya sama-sama berada di bawah naungan Klutch Sports dan telah berlatih bersama selama lima tahun. Kedekatan tersebut diyakini akan mempercepat proses adaptasi LeBron di Philadelphia.
"Mereka sudah saling mengenal, saling menerima, dan berlatih bersama selama lima tahun terakhir. Jadi, tidak akan ada penolakan. Hal seperti itu tidak bisa dibeli dengan uang dan tidak bisa dinilai dengan apa pun," tutur Paul.
Ia juga meyakini kehadiran LeBron akan memberikan dampak positif bagi perkembangan para pemain muda Sixers.
"Kalau bicara pemain muda seperti V. J. Edgecombe, tentu LeBron juga akan sangat membantu perkembangannya," katanya.