← Beranda
MoU Kemenpora dan New York University Jadi Langkah Baru Mendorong Sport Industry Indonesia Mendunia
Andre Rizal HanafiJumat, 24 Juli 2026 | 02.14 WIB
Kemenpora menandatangani nota kesepahaman dengan Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University (NYU), Amerika Serikat. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengambil langkah penting dalam upaya memperkuat pembangunan olahraga nasional melalui kerja sama internasional. Kemenpora menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University (NYU), Amerika Serikat.

Kesepakatan yang ditandatangani Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersama Dekan NYU School of Professional Studies, Angie Kamath, menjadi awal kolaborasi di berbagai bidang. Mulai dari pendidikan manajemen olahraga, riset, pengembangan kepemudaan, hingga diplomasi olahraga yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

NYU dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan yang memiliki fokus kuat pada pengembangan kepemimpinan, bisnis olahraga, manajemen, kebijakan, serta inovasi di industri olahraga dunia. Salah satu poin penting dalam kerja sama tersebut adalah terbukanya peluang bagi atlet-atlet berprestasi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Preston Robert Tisch Institute for Global Sport.

Baca Juga: Pieter Huistra Ungkap Kriteria Rekrutan PSS Sleman, Semua Pemain Baru Harus Cocok dengan Filosofi Tim

Langkah ini diharapkan mampu mencetak atlet yang tidak hanya unggul di lapangan, tetapi juga memiliki bekal akademik dan kemampuan manajerial. Menpora Erick Thohir menegaskan, pembangunan olahraga Indonesia ke depan tidak lagi hanya berorientasi pada prestasi semata. 

Menurut dia, olahraga harus dipandang sebagai sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menarik investasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sejak menerima amanah sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, salah satu prioritas utama pemerintah adalah membangun ekosistem olahraga yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan.

Dengan ekosistem yang semakin kuat, industri olahraga Indonesia diyakini mampu berkembang lebih cepat. Selain itu, pemerintah juga ingin memperluas peluang investasi di sektor olahraga, termasuk pengembangan sport tourism yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian daerah maupun nasional.

Baca Juga: Chelsea Borong Lulusan Akademi Manchester City, Ini Alasan The Blues Terus Percaya Produk Etihad Academy

Menurut Erick, perubahan cara pandang terhadap olahraga menjadi hal yang penting. Selama ini olahraga masih sering dianggap sebagai sektor yang membutuhkan biaya besar. 

Padahal, di banyak negara maju, olahraga telah berkembang menjadi industri bernilai tinggi yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya berfokus pada riset dan pengembangan olahraga, Kemenpora juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan NYU dalam bidang pendidikan tinggi. 

Pemerintah berharap universitas tersebut dapat menjajaki pembukaan program akademik profesional di Indonesia. Khususnya pada bidang bisnis olahraga, manajemen olahraga, dan disiplin ilmu lain yang relevan.

Kemenpora bahkan menyatakan siap memfasilitasi berbagai proses apabila NYU berminat menghadirkan program pendidikan tersebut di Indonesia. Kehadiran program akademik internasional diyakini akan membantu mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan industri olahraga modern.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap transfer pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, hingga inovasi di bidang olahraga dapat berjalan lebih optimal. Kerja sama dengan New York University diharapkan menjadi fondasi baru dalam mempercepat transformasi olahraga Indonesia menuju industri yang modern, kompetitif. Selain itu, mampu memberikan dampak positif bagi prestasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah