JawaPos.com - Final Wimbledon 2026 bukan sekadar perebutan trofi. Jannik Sinner datang sebagai petenis nomor satu dunia sekaligus juara bertahan dengan modal sembilan kemenangan beruntun atas Alexander Zverev. Namun, Zverev yang baru saja menjuarai Roland Garros yakin momentum kini berpihak kepadanya.
Sinner Datang dengan Modal Sangat Meyakinkan
Jannik Sinner melangkah ke final setelah menyingkirkan Novak Djokovic dengan skor identik 6-4, 6-4, 6-4.
Meski skor tampak cukup ketat, jalannya pertandingan justru memperlihatkan dominasi petenis Italia tersebut. Sinner tidak kehilangan satu pun game servis, sementara Djokovic hanya mampu menciptakan satu break point sepanjang laga.
Djokovic pun mengakui lawannya memang tampil jauh lebih baik.
"Saya selalu terlambat setengah langkah di hampir setiap pukulan. Sesederhana itu. Dia berada satu level, bahkan lebih tinggi daripada saya. Saya tidak cukup tajam, tidak cukup cepat bereaksi, dan tidak cukup seimbang untuk mengimbanginya," kata Djokovic seperti dikutip Reuters.
Meski gagal ke final, Djokovic menegaskan dirinya belum berpikir mengakhiri karier.
"Tahun ini, dari tiga Grand Slam saya mencapai satu final dan satu semifinal. Bagi 99 persen pemain, itu hasil yang sangat bagus. Bagi saya, hasil itu bagus, tetapi belum cukup karena saya terbiasa mengejar standar tertinggi," ujar petenis 39 tahun tersebut.
Selain unggul dalam rekor pertemuan, Sinner juga tampil paling stabil sepanjang Wimbledon 2026. Ia hanya kehilangan sedikit game servis hingga semifinal dan belum benar-benar mendapat tekanan seperti yang dialami Zverev saat menghadapi Arthur Fery.
Zverev Akhirnya Menembus Final Wimbledon
Di sisi lain, Alexander Zverev akhirnya mematahkan penantian panjang dengan lolos ke final Wimbledon untuk pertama kalinya.
Petenis Jerman itu mengalahkan Arthur Fery dalam tiga set langsung dan kini berpeluang menambah koleksi Grand Slam setelah sebelumnya menjuarai Roland Garros 2026.
Zverev sadar rekor pertemuan melawan Sinner sama sekali tidak menguntungkannya. Namun, ia tetap optimistis.
"Saya harus percaya kepada diri sendiri," ujar Zverev menjelang partai final.
Menurut Reuters, perubahan terbesar Zverev musim ini adalah peningkatan agresivitas serta kualitas forehand yang membuat permainannya jauh lebih berbahaya, termasuk di lapangan rumput.
Rekor Pertemuan Masih Milik Sinner
Meski Zverev sedang berada dalam performa terbaiknya, statistik masih berpihak kepada Sinner.
Petenis Italia itu telah memenangi sembilan pertemuan terakhir melawan Zverev, termasuk menyapu bersih 14 set terakhir yang mereka mainkan.
Dominasi tersebut membuat banyak pengamat internasional menempatkan Sinner sebagai favorit utama untuk kembali mengangkat trofi Wimbledon.
Reuters bahkan menyebut final ini sebagai ujian terbesar bagi Zverev setelah akhirnya mampu meraih gelar Grand Slam pertamanya beberapa pekan lalu.
Head to Head: Dominasi Mutlak Sinner
Rekor pertemuan juga menjadi alasan mengapa Jannik Sinner lebih diunggulkan pada final kali ini.
Secara keseluruhan, Sinner unggul 9-1 atas Alexander Zverev dalam 10 pertemuan di level ATP. Kemenangan terakhir Zverev terjadi pada semifinal ATP Cologne 2020. Sejak saat itu, Sinner memenangi sembilan pertandingan beruntun, termasuk empat duel sepanjang musim 2026. Hasil itu membuat petenis Italia tersebut datang dengan keunggulan psikologis yang sangat besar.
Lima pertemuan terakhir:
- Madrid Open 2026 (Final): Sinner menang 6-1, 6-2
- Monte Carlo Masters 2026 (Semifinal): Sinner menang 6-1, 6-4
- Miami Open 2026 (Semifinal): Sinner menang 6-3, 7-6
- Indian Wells 2026 (Semifinal): Sinner menang 6-2, 6-4
- ATP Finals 2025: Sinner menang 6-4, 6-3
Sinner juga menyapu bersih 14 set terakhir melawan Zverev.
Kunci Pertandingan
Sinner diperkirakan kembali mengandalkan permainan baseline yang sangat agresif, pengembalian servis tajam, serta konsistensi yang menjadi kekuatan utamanya sepanjang Wimbledon tahun ini.
Sebaliknya, peluang Zverev akan sangat bergantung pada kualitas servis pertama dan kemampuannya menjaga reli panjang agar tidak membiarkan Sinner mengambil alih ritme pertandingan.
Faktor mental juga diperkirakan memainkan peran penting. Sembilan kekalahan beruntun dari Sinner menjadi beban tersendiri bagi petenis Jerman tersebut.
Statistik Wimbledon 2026
Performa kedua pemain sepanjang Wimbledon juga menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok.
Jannik Sinner
- Juara bertahan Wimbledon.
- Belum kehilangan servis saat mengalahkan Novak Djokovic di semifinal.
- Menang atas Djokovic 6-4, 6-4, 6-4.
- Menghadapi 13 break point saat menyerang servis Djokovic dan hanya memberi satu peluang break kepada lawannya.
- Sempat mendapat ujian pada putaran pertama, tetapi setelah itu tampil sangat dominan hingga final.
Alexander Zverev
- Final Wimbledon pertama sepanjang karier.
- Menyingkirkan Arthur Fery 7-6, 6-2, 6-4 di semifinal.
- Sebelumnya mengalahkan Jiri Lehecka dan Taylor Fritz untuk mencapai partai puncak.
- Berpeluang menjadi petenis ketujuh di Era Terbuka yang mampu menjuarai Roland Garros dan Wimbledon dalam satu musim.