← Beranda
Moto3 Jerman 2026: Jangan Langsung Gas di Awal! Veda Ega Pratama Harus Jaga Ritme Balapan di Sirkuit Sachsenring
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 12 Juli 2026 | 15.23 WIB
Veda Ega Pratama bersiap menjalani balapan Moto3 Jerman 2026 dari posisi ke-13 setelah menunjukkan peningkatan performa sepanjang sesi latihan dan kualifikasi di Sirkuit Sachsenring. (Instagram/@teamvedaofficial)

 

JawaPos.com — Veda Ega Pratama menunjukkan perkembangan positif sepanjang dua hari sesi Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, Jerman.

Pembalap Honda Team Asia itu akan memulai balapan dari posisi ke-13, Minggu (12/7/2026), dan memiliki peluang besar meraih hasil terbaik jika mampu menjaga ritme sejak lap awal hingga finis.

Mengapa posisi start ke-13 masih menjanjikan?

Hasil kualifikasi memang belum membawa Veda Ega Pratama ke barisan terdepan, tetapi posisi ke-13 bukanlah titik yang buruk untuk memulai balapan.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Pratama Start Posisi 13, Momentum Naik Podium!

Di kelas Moto3, persaingan sangat rapat sehingga peluang memperbaiki posisi masih terbuka lebar selama mampu menjaga konsistensi.

Performa Veda selama dua hari sesi latihan juga menunjukkan grafik yang terus meningkat. Ia mampu beradaptasi dengan karakter Sirkuit Sachsenring yang dikenal sempit, berliku, dan menuntut ketelitian dalam memilih racing line.

Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), Jumat (10/7/2026), Veda mengawali akhir pekan dengan berada di posisi ke-23. Ia mencatatkan waktu terbaik 1 menit 27,456 detik sambil terus mencari setelan motor yang sesuai.

Baca Juga: Hasil Q2 Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Start P13, Brian Uriarte Sabet Pole Position dan Rookie Kuasai Barisan Depan!

Performa Veda langsung melonjak pada sesi practice di sore hari.

Pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta tersebut tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 25,848 detik, sekaligus memperlihatkan potensi besarnya menghadapi balapan utama.

Bagaimana perkembangan performa Veda selama latihan?

Memasuki hari kedua, Sabtu (11/7/2026), Veda kembali menjalani sesi FP2. Kali ini ia berada di posisi ke-20 dengan catatan waktu 1 menit 26,552 detik, sedikit lebih lambat dibandingkan performa terbaiknya sehari sebelumnya.

Meski begitu, penurunan waktu tersebut tidak menjadi masalah besar karena fokus tim lebih banyak diarahkan pada persiapan menghadapi sesi kualifikasi.

Strategi itu terbukti berhasil ketika Veda kembali meningkatkan kecepatannya pada sesi penentuan grid.

Baca Juga: Hasil FP2 Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Pratama Finis Posisi 20

Dalam sesi kualifikasi, Veda mencatatkan waktu terbaik sepanjang akhir pekan, yakni 1 menit 25,573 detik. Catatan tersebut cukup mengantarkannya mengamankan posisi start ke-13 untuk balapan Moto3 Jerman 2026.

Pole position diraih pembalap Spanyol Brian Uriarte dengan waktu 1 menit 24,880 detik.

Posisi kedua ditempati Marco Morelli dengan catatan 1 menit 24,904 detik, sedangkan Hakim Danish berada di posisi ketiga lewat waktu 1 menit 24,909 detik.

Pelajaran Penting dari Moto3 Belanda 2026

Posisi start di Sachsenring justru bisa menjadi keuntungan jika Veda menerapkan strategi yang tepat. Ia tidak perlu terburu-buru memaksakan diri berada di kelompok paling depan sejak lap pertama.

Baca Juga: Rahasia Veda Ega Pratama Gacor di Moto3 Jerman 2026, Masih Belum Puas Meski Kuasai Sesi Latihan

Pengalaman di Moto3 Belanda 2026 menjadi pelajaran yang sangat berharga. Saat itu Veda memulai balapan dari posisi ketujuh dan langsung tampil agresif hingga sempat berada di urutan ketiga.

Sayangnya, persaingan yang sangat ketat di kelompok depan membuat risiko meningkat.

Veda akhirnya mengalami kecelakaan sehingga gagal menyelesaikan balapan saat peluang meraih poin bahkan podium sebenarnya terbuka.

Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa Moto3 bukan hanya soal kecepatan satu lap.

Kemampuan membaca jalannya balapan, mengatur ban, menjaga momentum, dan memilih waktu yang tepat untuk menyerang sering kali menjadi faktor penentu hasil akhir.

Strategi apa yang sebaiknya dipakai Veda di Sachsenring?

Melihat karakter balapan Moto3 musim ini, pendekatan yang lebih sabar tampaknya menjadi pilihan paling masuk akal bagi Veda. Ia tidak harus langsung memaksakan diri menembus lima besar sejak lap pembuka.

Baca Juga: Veda Ega Tak Ingin Terlena Usai Jadi yang Tercepat di Practice Moto3 Jerman 2026

Menjaga jarak dengan rombongan depan sambil menghindari kontak antarpembalap bisa menjadi strategi yang lebih aman.

Setelah ritme balapan mulai stabil, peluang untuk memperbaiki posisi biasanya akan muncul secara bertahap.

Keunggulan Veda selama musim 2026 terlihat ketika mampu mempertahankan kecepatan secara konsisten dalam beberapa lap berturut-turut.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Pratama Tercepat di Practice, Langsung Lolos Q2

Modal tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyalip lawan satu per satu tanpa mengambil risiko berlebihan.

Jika mampu menghindari insiden pada fase awal balapan, peluang finis di zona poin bahkan menembus 10 besar terbuka lebar.

Bahkan bukan tidak mungkin Veda kembali bersaing di kelompok depan apabila mampu menjaga ritme hingga lap-lap terakhir.

Moto3 Jerman 2026 pun menjadi ujian penting bagi perkembangan Veda Ega Pratama sebagai pembalap muda Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia.

Strategi yang dipilih sejak lampu start padam akan sangat menentukan apakah akhir pekan di Sachsenring menjadi momentum kebangkitan atau kembali menghadirkan penyesalan seperti yang terjadi di Belanda.

EDITOR: Edi Yulianto