JawaPos.com — Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama menjadi yang tercepat pada sesi Practice Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, Jumat (10/7/2026), sekaligus memastikan tiket langsung ke Q2.
Catatan waktu 1 menit 25,848 detik menjadi modal berharga bagi rider Honda Team Asia, meski ia mengaku masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menghadapi sesi kualifikasi dan balapan.
Bagaimana Veda Ega Pratama Menjadi yang Tercepat di Practice?
Veda Ega Pratama kembali menunjukkan potensinya di Moto3 Jerman 2026 setelah tampil dominan pada sesi Practice yang berlangsung selama 45 menit di Sirkuit Sachsenring.
Baca Juga: Veda Ega Tak Ingin Terlena Usai Jadi yang Tercepat di Practice Moto3 Jerman 2026
Pembalap asal Gunungkidul itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 25,848 detik. Torehan tersebut dibukukan pada putaran ke-12 dari total 17 lap yang dijalani sepanjang sesi.
Hasil itu membuat pembalap Honda Team Asia berada di posisi pertama mengungguli Joel Esteban dan Eddie O'Shea. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi modal penting untuk menghadapi sesi kualifikasi.
Veda mengaku bersyukur mampu menutup hari pertama dengan hasil yang memuaskan. Ia merasa performanya meningkat signifikan setelah sempat mengalami kesulitan pada sesi Free Practice.
Baca Juga: Jadwal Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Pratama Tercepat di Practice, Langsung Lolos Q2
"Alhamdulillah selesai dan juga praktis hari Jumat hasilnya sangat bagus bagi saya setelah di FP1 saya sedikit kesulitan dengan diri saya karena juga sudah lama tidak memutari track ini," kata Veda Ega Pratama dikutip JawaPos.com dari SPOTV.
Apa yang Dilakukan Veda Bersama Tim Honda Team Asia?
Veda menjelaskan peningkatan performanya tidak terjadi secara instan. Setelah sesi FP1 berakhir, ia langsung melakukan evaluasi bersama kru Honda Team Asia untuk mencari sektor yang masih bisa ditingkatkan.
Analisis data menjadi fokus utama sebelum kembali turun pada sesi Practice. Diskusi tersebut membantu Veda menemukan pendekatan terbaik saat melahap satu putaran di Sachsenring.
"Sedikit perlu adaptasi, setelah FP1 saya dan tim berdiskusi," ucap Veda.
"Kami mengecek di mana kita bisa improve."
"Dan juga di praktis saya mencoba lebih baik setelah mengecek data dan yang lain-lain dengan tim," imbuhnya.
Kolaborasi antara pembalap dan tim akhirnya membuahkan hasil maksimal. Perubahan kecil pada strategi berkendara mampu membuat Veda melesat hingga menjadi pembalap tercepat sepanjang sesi.
Mengapa Veda Masih Belum Puas Meski Menjadi yang Tercepat?
Meski finis di posisi pertama pada Practice, Veda mengaku belum sepenuhnya puas. Menurut pembalap berusia 18 tahun tersebut, catatan waktunya masih belum menyamai performa terbaik yang pernah ia tampilkan di Sachsenring.
Baca Juga: Hasil FP1 Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Pratama Posisi 23, Hakim Danish Tembus 7 Besar
Veda mengungkapkan lap terbaiknya pada Practice masih terpaut sekitar satu detik dibanding catatan saat sesi kualifikasi musim lalu. Karena itu, ia yakin masih tersedia ruang besar untuk meningkatkan performa.
"Ya saya senang dengan hasilnya bisa posisi 1, tetapi lap time tahun kemarin di kualifikasi masih 1 detik lebih cepat dari dari praktis ini," tutur Veda.
"Jadi ya masih pastinya masih banyak yang bisa kita improve," imbuhnya.
Pernyataan itu menunjukkan Veda tidak cepat berpuas diri meski telah memimpin Practice. Fokus utamanya kini adalah memaksimalkan performa motor dan mempertajam kecepatan sebelum memasuki sesi penentuan grid.
Bisakah Veda Mengulang Kesuksesan di Sachsenring?
Sachsenring menjadi salah satu lintasan yang menyimpan kenangan manis bagi Veda. Pada musim sebelumnya, ia berhasil meraih kemenangan Race 2 sehingga memiliki kepercayaan diri tinggi saat kembali tampil di Jerman.
Baca Juga: Zen Mitani Absen, Honda Team Asia Andalkan Veda Ega di Moto3 Jerman 2026
Kini kesempatan kembali terbuka pada seri ke-11 Moto3 2026. Bekal menjadi pembalap tercepat di Practice membuat peluang Veda untuk bersaing di barisan depan semakin besar.
Motivasi Veda juga semakin tinggi karena hingga saat ini ia masih memburu kemenangan pertamanya di Moto3 musim 2026. Sementara dua rival utamanya sudah lebih dulu mencicipi podium tertinggi.
Hakim Danish baru saja memenangi seri Ceko, sedangkan Brian Uriarte sukses menjadi juara di Mugello. Persaingan perebutan kemenangan di Sachsenring pun diperkirakan berlangsung semakin ketat.
Jika mampu mempertahankan konsistensi sejak Practice hingga balapan utama, Veda memiliki peluang besar untuk kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang Moto3.
Modal kecepatan sudah dimiliki, sementara evaluasi bersama tim diharapkan mampu menghasilkan performa yang lebih tajam saat sesi kualifikasi maupun race.