← Beranda
18 Sekolah Ikuti Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Perkuat Gerakan Olahraga Inklusif
Latu Ratri MubyarsahMinggu, 5 Juli 2026 | 15.53 WIB
Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026 diselenggarakan di Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, pada Sabtu (4/7). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Sebanyak 18 sekolah yang terdiri atas sekolah luar biasa (SLB), sekolah inklusi, dan komunitas penyandang disabilitas, berpartisipasi dalam Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026. Kejuaran diselenggarakan pada Sabtu (4/7) di Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.

Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 merupakan kegiatan kolaborasi antara PT Petualang Berani Melangkah dan London School Beyond Academy (LSBA), sebuah Lembaga pelatihan dan keterampilan dibawah naungan LSPR Institute of Communication and Business. Kejuaraan juga didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta (Dispora), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (Dinkes), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat gerakan olahraga inklusif di Indonesia. Sekaligus membuka kesempatan yang setara bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperoleh pengalaman bertanding di lingkungan yang aman, positif, dan ramah disabilitas.

Baca Juga: Beasiswa Dongkrak IPK dan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Indonesia Timur

Kejuaraan akan mempertandingkan nomor lari 25 meter, 50 meter, dan 100 meter untuk kategori putra dan putri yang dibagi ke dalam kelompok usia 13–16 tahun, 17–21 tahun, serta 22 tahun ke atas dengan total 18 sekolah, 120 peserta.  Seluruh rangkaian kegiatan didukung 27 relawan yang akan mendampingi peserta sejak proses registrasi, pemanasan, pelaksanaan perlombaan, hingga penyerahan penghargaan.

Ketua PT Petualang Berani Melangkah M. Muslih Fathoni mengatakan, Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 diselenggarakan untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Hal itu agar mereka dapat mengekspresikan kemampuan dan semangat melalui olahraga.

”Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi setiap anak untuk menunjukkan potensi, keberanian, dan semangat. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi,” tutur M. Muslih Fathoni.

Baca Juga: Majukan Sport Tourism, Pemprov DKI Jakarta Dukung Turnamen Domino Bersama Higgs Games Island

”Melalui kejuaraan ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan olahraga yang inklusif, penuh kebersamaan, dan mampu menginspirasi lebih banyak orang,” ujar dia.

Sebagai co-organizer, London School Beyond Academy (LSBA) serta LSPR Institute of Communication and Business berkomitmen menghadirkan lebih banyak ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas melalui kegiatan yang mendorong pengembangan keterampilan, karakter, dan interaksi sosial. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya LSBA dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif sekaligus memperluas kesempatan bagi individu berkebutuhan khusus untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Direktur London School Beyond Academy (LSBA) Chrisdina Wempi mengatakan, olahraga memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan sosial peserta.

”Kejuaraan ini merupakan ruang bagi setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus membuktikan bahwa setiap individu berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Melalui kolaborasi ini kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam membangun budaya olahraga yang inklusif di Indonesia,” terang Chrisdina.

Menurut dia, kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 menargetkan terciptanya antusiasme peserta untuk mengikuti olahraga atletik secara aktif dan berkelanjutan, terwujudnya kegiatan olahraga yang ramah dan inklusif bagi seluruh Anak Berkebutuhan Khusus. Selain itu, memberikan pengalaman bertanding yang dapat menjadi bekal untuk mengikuti berbagai kompetisi maupun kegiatan olahraga lainnya di masa mendatang.

”Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi lintas sektor dalam memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas. Ke depan, kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus mendorong lahirnya prestasi sekaligus memperkuat budaya inklusi di Indonesia,” tandas Chrisdina Wempi.

Baca Juga: NOC Indonesia Tegaskan Pentingkan Atlet dan Jelaskan Tata Kelola Olahraga dalam Gerakan Olimpiade di Sidang PTUN

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah