JawaPos.com - Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Kejuaraan Tinju Asia U-19 dan U-23 2026. Turnamen yang akan mempertemukan ratusan petinju muda terbaik dari berbagai penjuru Asia di Jakarta pada 3 hingga 16 Juli 2026.
Sebagai induk organisasi resmi yang menaungi olahraga tinju di Indonesia dan berafiliasi langsung dengan World Boxing, PERBATI menegaskan bahwa kesempatan ini menjadi momentum krusial bagi kebangkitan prestasi tinju nasional di kancah dunia. Penunjukan ini sekaligus menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta olahraga global.
Asian Boxing sendiri merupakan konfederasi kontinental pertama di bawah naungan World Boxing yang diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Badan ini berkomitmen penuh untuk memulihkan integritas olahraga tinju melalui ekosistem kompetisi yang bersih, transparan, serta berorientasi jangka panjang pada kesuksesan Olimpiade.
Baca Juga: Fix! Bek Jangkung Kroasia Denis Kolinger Gabung Persija Jakarta
"Kepercayaan dari Asian Boxing ini adalah validasi besar bagi PERBATI dan ekosistem olahraga kita,” ujar Ray Zulham, Ketua Umum PERBATI.
“Kami tidak hanya berkomitmen menyelenggarakan turnamen yang kompetitif secara teknis, tetapi juga menghadirkan standar transparansi dan sportivitas tertinggi di bawah naungan World Boxing dan Asian Boxing,” sambungnya.
Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi hangat bersama berbagai pihak pemerintah dan swasta, termasuk dukungan kelistrikan yang andal dari PLN (Perusahaan Listrik Negara). Kejuaraan tahun ini menjanjikan atmosfer kompetisi yang berbeda dengan mengadopsi standar global terbaru dari World Boxing.
Baca Juga: Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Kejuaraan tahun ini akan menggunakan standar terbaru yang ditetapkan World Boxing, termasuk dalam sistem penjurian dan penyelenggaraan pertandingan. Langkah tersebut diharapkan bisa menghadirkan kompetisi yang adil, transparan dan sesuai standar.
Ajang ini juga diprediksi berlangsung sengit karena diikuti negara-negara yang memiliki tradisi kuat di dunia tinju seperti Uzbekistan, Kazakhstan, Jepang, dan Filipina. Kehadiran atlet dari negara kuat tentu bisa menjadi kesempatan bagus bagi atlet Indonesia untuk mencari pengalaman bertanding.
Komitmen besar dalam menyelenggarakan kejuaraan tinju berskala internasional ini sejalan dengan visi PERBATI dalam mengembangkan olahraga tinju di Tanah Air. Ajang ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem tinju yang lebih profesional melalui modernisasi tata kelola, penerapan sport science, dan transparansi.
Maka itu, Kejuaraan Tinju Asia U-19 dan U-23 2026 bisa menjadi momentum positif bagi atlet muda Indonesia. Harapannya, ajang tersebut menjadi panggung lahirnya calon-calon juara dunia masa depan.