← Beranda
Mengintip Kiprah Veda Ega Pratama! Yamaha Kuasai Moto3 Mulai 2028, Akankah Masa Depannya Berubah?
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 28 Juni 2026 | 02.31 WIB
Veda Ega Pratama menjalani musim debut Moto3 2026 bersama Honda Team Asia, sementara Yamaha resmi menjadi pemasok motor tunggal Moto3 mulai musim 2028. (Instagram/@veda_54)

 

JawaPos.com — Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama belum terdampak langsung keputusan Moto3 menjadikan Yamaha sebagai pemasok motor eksklusif mulai 2028.

Pembalap Honda Team Asia itu masih memiliki kesempatan mengembangkan kariernya di era persaingan Honda dan KTM sebelum regulasi baru diberlakukan.

Mengapa Moto3 Berubah Total Mulai 2028?

Moto3 memasuki babak baru setelah Dorna mengumumkan Yamaha sebagai pemasok tunggal motor untuk seluruh peserta mulai musim 2028.

Baca Juga: Moto3 Bakal Berubah Total pada 2028, Bagaimana Dampaknya bagi Veda Ega Pratama?

Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers khusus pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen.

Keputusan tersebut mengakhiri era mesin 250 cc empat langkah yang digunakan sejak kelas 125 cc dua langkah berakhir pada 2012.

Nantinya seluruh pembalap akan memakai motor baru Yamaha yang masih dirahasiakan, menggunakan versi "highly modified" dari mesin R7 yang dipadukan dengan sasis prototipe.

Baca Juga: Hasil Q2 Moto3 Belanda 2026: Veda Ega Pratama Start P7, Modal Besar Raih Podium di Sirkuit Assen

Motor generasi baru itu diklaim menghasilkan tenaga sekitar 90 hp dengan bobot hanya 120 kilogram. Performanya bahkan disebut lebih cepat dibanding motor Moto3 yang digunakan saat ini.

Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan perubahan besar tersebut bukan sekadar pergantian motor.

"Ini adalah langkah penting untuk keselamatan, kesetaraan para pembalap, balapan, dan menyelaraskan para pembalap menuju MotoGP," kata Carlos Ezpeleta dikutip dari Crash.net, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ezpeleta, tujuan utama regulasi baru adalah meningkatkan aspek keselamatan, menyamakan peluang seluruh pembalap, membuat balapan lebih kompetitif, sekaligus mempermudah transisi menuju Moto2 dan MotoGP.

Biaya Turun Hampir 50 Persen

Selama ini Moto3 memang menerapkan batas harga untuk mesin, gearbox, dan beberapa komponen lainnya. Namun persaingan antara Honda dan KTM tetap membuat biaya pengembangan terus meningkat.

Baca Juga: Hasil Q1 Moto3 Belanda 2026: Bangkit dari Crash! Veda Ega Pratama Lolos Q2 Finis P3

Setiap pabrikan berusaha mencari keunggulan performa demi meraih kemenangan. Situasi itu memaksa rival melakukan pengembangan serupa sehingga biaya operasional tim ikut membengkak.

Karena itu Dorna memilih konsep satu motor untuk seluruh peserta. Ezpeleta menyebut target utama regulasi baru adalah memangkas biaya secara signifikan.

"Targetnya adalah mencapai 50% dari harga Moto3 saat ini," ujar Ezpeleta.

Meski menggunakan motor Yamaha, Managing Director Yamaha Motor Racing Paolo Pavesio memastikan Moto3 tidak akan berubah menjadi ajang eksklusif Yamaha.

Baca Juga: Bos Honda Team Asia Blak-blakan! Kecelakaan Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda 2026 Dibayar Mahal

Pabrikan lain tetap dapat mendukung tim seperti yang selama ini dilakukan Honda, Yamaha, dan KTM di Moto2.

Dukungan tersebut diberikan melalui kerja sama teknis maupun pembinaan pembalap, meski mesin dan sasis menggunakan spesifikasi yang sama.

Kontrak awal kerja sama Yamaha sebagai pemasok tunggal Moto3 berlaku selama enam tahun. Uji coba pertama motor baru dijadwalkan berlangsung pada September atau Oktober tahun ini.

Bagaimana Nasib Veda Ega Pratama?

Bagi Veda Ega Pratama, regulasi baru belum mengubah fokus utamanya. Pembalap asal Gunungkidul itu baru menjalani musim debut penuh di Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia pada 2026.

Perjalanan karier Veda terbilang sangat cepat. Kecintaannya terhadap balap motor lahir sejak usia enam tahun berkat sang ayah, Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap nasional.

Baca Juga: Hasil FP2 Moto3 Belanda 2026: Veda Ega Pratama Gacor P13, Ungguli Hakim Danish di Sikuit Assen

Veda mengawali latihan di parkiran Pasar Sapi Siyono Harjo, Gunungkidul. Dari motocross, ia kemudian beralih ke balap aspal sebelum tampil sebagai wildcard Asia Talent Cup pada 2021.

Kariernya terus menanjak setelah finis peringkat ketiga Asia Talent Cup 2022 dengan tiga kemenangan. Setahun kemudian, Veda sukses merebut gelar Juara Asia Talent Cup 2023.

Prestasi tersebut mengantarkannya promosi ke Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Belanda 2026: Veda Ega Pratama Finis P23 di Practice Usai Crash, Masih Punya Peluang Bangkit

Pada musim berikutnya, ia kembali tampil impresif dengan finis sebagai runner-up Rookies Cup 2025 sambil berkompetisi di FIM JuniorGP World Championship.

Performa konsisten itu membuat Honda Team Asia memberikan kontrak untuk menjalani musim penuh Moto3 2026.

Kesempatan tersebut menjadi tonggak sejarah karena Veda menjadi salah satu pembalap Indonesia yang berhasil menembus Kejuaraan Dunia Moto3.

Peluang Veda di Era Baru Moto3

Jika Veda masih bertahan di Moto3 hingga 2028, ia otomatis akan menggunakan motor Yamaha seperti seluruh peserta lainnya. 

Statusnya sebagai pembalap binaan Honda tidak otomatis hilang karena pabrikan tetap diperbolehkan mendukung tim dan pembalap meski tidak lagi memasok mesin.

Namun, masa depan Veda bisa saja berubah ketika naik kelas ke Moto2 sebelum regulasi baru mulai berlaku.

Bila mampu menunjukkan performa kompetitif selama dua musim ke depan, peluang promosi ke kelas menengah terbuka lebar.

Dengan demikian, keputusan Yamaha menjadi pemasok eksklusif Moto3 belum menjadi ancaman bagi karier Veda Ega Pratama.

Sebaliknya, regulasi baru berpotensi menciptakan persaingan yang lebih seimbang karena seluruh pembalap menggunakan paket motor identik sehingga kemampuan pembalap akan menjadi faktor penentu utama.

EDITOR: Edi Yulianto