JawaPos.com – Fenomena pelari penyusup atau bandit runner yang mengikuti lomba tanpa nomor peserta (BIB) resmi masih menjadi perhatian penyelenggara berbagai ajang lari di Indonesia. Selain merugikan peserta yang telah mendaftar, praktik tersebut juga dinilai dapat mengganggu aspek keselamatan dan pengelolaan lomba.
Mengantisipasi hal tersebut, panitia Pancasakti Run 2026 menyiapkan sejumlah langkah pengamanan, mulai dari sterilisasi jalur hingga pengerahan ratusan personel selama pelaksanaan lomba pada 19 Juli mendatang di QBig BSD City, Tangerang.
CEO Pancasakti Group Suwandy Tasmady mengatakan panitia telah berkoordinasi dengan penyelenggara dan pihak terkait untuk memastikan lintasan tetap steril dari peserta tanpa BIB resmi.
Baca Juga: 2026 Garmin Run Marathon Series Sambut 8.000 Pelari
"Kalau dari IO (Event Organizer) kami sudah melakukan koordinasi. Jadi kita akan banyak marshal, kemudian juga itu jalurnya kita sudah sterilkan khusus untuk acara Pancasakti Run di hari itu."
Menurutnya, sekitar 300 panitia akan diterjunkan di berbagai titik sepanjang lintasan untuk membantu pengawasan selama perlombaan berlangsung.
"Jadi kita sudah berkoordinasi dengan SML. Semoga banyaknya marshal dan juga dengan banyaknya panitia yang ada di lapangan—total panitia yang kami gerakkan itu sekitar 300 yang ada di hari-H. Jadi mudah-mudahan dengan adanya begitu kita bisa mengurangi yang namanya penyusup itu," ujarnya.
Baca Juga: Peta Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Bikin Aljazair dan Austria Punya Alasan Tak Mengejar Runner-up
Ketua Pancasakti Run 2026 Hendy Sugiono menambahkan, karakteristik lintasan di kawasan BSD menjadi salah satu keuntungan karena relatif lebih mudah diamankan dibandingkan sejumlah lokasi lomba lainnya.
"Mungkin yang akan menjadi perbedaan adalah salah satu strateginya adalah di rute BSD itu. Memang rutenya relatif steril dan dipastikan tidak bersinggungan dengan acara-acara lainnya."
Ia menilai kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap akses masuk lintasan menjadi lebih optimal.
"Beda dengan mungkin area di Jakarta, GBK, itu banyak sekali event yang bakal bertabrakan di hari tersebut. Dan kebetulan di tanggal 19 Juli itu cuma event Pancasakti Run saja di BSD. Jadi pengamanannya mungkin jauh lebih maksimal dan jauh lebih mudah daripada di tempat yang lain," kata Hendy.
Selain menyiapkan pengamanan lintasan, Pancasakti Run 2026 juga mempertahankan program penghijauan dengan menanam satu pohon untuk setiap nomor peserta (bib) yang digunakan pelari. Sekitar 3.000 pohon dijadwalkan ditanam sehari setelah pelaksanaan lomba sebagai kelanjutan komitmen penyelenggara pada tahun sebelumnya.
Ajang yang memasuki penyelenggaraan kedua ini juga menghadirkan kategori baru Half Marathon (21K), melengkapi nomor 10K dan 5,5K, dengan target sekitar 5.000 peserta.