JawaPos.com — Veda Ega Pratama menutup sesi Practice Moto3 Belanda 2026 di posisi ke-23 pada latihan yang berlangsung di Sirkuit Assen, Jumat (26/6/2026) malam WIB.
Meski belum mampu menembus zona Q2 langsung, pembalap muda Indonesia itu masih menyimpan peluang bangkit pada rangkaian sesi Sabtu setelah membawa kepercayaan diri tinggi dari hasil impresif di Brno pekan lalu.
Mengapa Hasil Practice Belum Mencerminkan Potensi Veda?
Posisi ke-23 memang belum menjadi hasil ideal bagi Veda Ega Pratama.
Namun, performa tersebut belum bisa dijadikan gambaran akhir mengingat pembalap Honda Team Asia kerap menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang akhir pekan balapan.
Sesi Practice berlangsung dengan persaingan yang sangat ketat sejak awal.
Joel Kelso langsung memimpin catatan waktu setelah membukukan lap terbaik 1 menit 41,335 detik pada 15 menit pertama dan terus mempertahankan posisinya hingga sesi berakhir.
David Almansa membuntuti di posisi kedua, disusul Alvaro Carpe dan Maximo Quiles yang sama-sama tampil konsisten.
Empat pembalap tersebut silih berganti mempertajam catatan waktu sehingga persaingan menuju posisi terdepan berlangsung sangat kompetitif.
Sementara itu, Veda masih berupaya menemukan ritme terbaik di lintasan Assen yang dikenal memiliki karakter cepat dan mengalir.
Pembalap asal Gunungkidul tersebut sempat berada di posisi ke-20 sebelum akhirnya turun ke urutan ke-21 memasuki menit-menit akhir.
Pada penghujung latihan, sejumlah pembalap berhasil memperbaiki waktu putaran mereka. Situasi tersebut membuat Veda kembali turun hingga akhirnya mengakhiri Practice di posisi ke-23.
Di sisi lain, Joel Kelso semakin mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 40,918 detik untuk mengunci posisi tercepat pada sesi Practice Moto3 Belanda 2026.
Modal Besar dari Brno Masih Menjadi Senjata Utama
Hasil Practice di Assen memang belum memuaskan, tetapi Veda datang ke Belanda dengan modal yang sangat positif.
Pada seri sebelumnya di Moto3 Ceko 2026, ia sukses mencuri perhatian setelah finis kelima meski memulai balapan dari posisi ke-20.
Pencapaian tersebut lahir setelah akhir pekan yang tidak mudah. Pada sesi latihan bebas pertama di Brno, Veda hanya mampu menempati posisi ke-22 sebelum naik ke posisi ke-15 pada Practice.
Keberuntungan kemudian datang ketika Eddie O'Shea didiskualifikasi karena bobot motor berada di bawah batas minimum regulasi. Situasi itu membuat Veda naik ke posisi ke-14 dan berhak langsung lolos ke Kualifikasi 2 (Q2).
Pada sesi Q2, Veda tampil semakin kompetitif dengan menempati posisi kedelapan.
Namun, harapannya sempat terpukul setelah dijatuhi hukuman mundur 12 grid akibat dianggap melaju terlalu lambat ketika sesi kualifikasi berlangsung.
Tak hanya Veda, hukuman serupa juga diterima Hakim Danish, Rico Salmela, dan Guido Pini. Meski demikian, Veda mampu membalikkan keadaan lewat balapan luar biasa hingga finis kelima.
Kepercayaan Diri Tinggi Dibawa ke Assen
Performa di Brno menjadi suntikan motivasi besar bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut. Veda mengaku banyak belajar saat bertarung bersama kelompok pembalap terdepan.
"Setelah Brno saya merasa sangat termotivasi karena itu adalah balapan yang sangat positif. Kami mengalami kesulitan sepanjang Jumat dan Sabtu, tetapi pada hari Minggu kami bisa menunjukkan potensi terbaik,"ujar Veda dalam rilis resmi Honda Team Asia.
Ia juga mengaku puas karena mampu menyalip banyak rival setelah memulai balapan dari posisi belakang.
"Start dari posisi ke-20 dan finis di urutan kelima rasanya luar biasa, khususnya karena saya bisa bersaing di grup pembalap terdepan dan memahami banyak hal selama balapan,"lanjutnya.
Kepercayaan diri tersebut menjadi bekal penting setelah menempuh perjalanan sekitar 992 kilometer dari Brno menuju Assen.
Sirkuit yang dijuluki Cathedral of Speed itu juga menjadi lintasan yang sangat dinantikan Veda karena karakter tikungannya yang cepat.
Peluang Bangkit Masih Terbuka di Hari Kedua
Meski hanya berada di posisi ke-23 pada sesi Practice, peluang Veda untuk memperbaiki performa masih terbuka lebar.
Sabtu akan menjadi hari penting karena seluruh pembalap masih menjalani FP2 sebelum memasuki sesi kualifikasi.
Pada sesi FP1 sebelumnya, Veda juga hanya berada di posisi ke-20 dengan catatan waktu 1 menit 41,970 detik. Hasil tersebut menunjukkan masih ada ruang besar untuk meningkatkan kecepatan motor maupun ritme balap.
Jika mampu menemukan setelan motor yang lebih sesuai dengan karakter Assen, bukan tidak mungkin Veda kembali memberikan kejutan seperti yang dilakukannya di Brno.
Performa balapan pekan lalu membuktikan pembalap Indonesia tersebut memiliki kemampuan bertarung di rombongan depan meski memulai lomba dari posisi kurang menguntungkan.
Kini fokus utama Veda adalah memperbaiki posisi start agar peluang meraih hasil maksimal pada balapan Minggu semakin terbuka.
Jadwal Moto3 Belanda 2026
Sabtu (27/6/2026)
13.40–14.10 WIB: Free Practice 2
17.45–18.00 WIB: Qualifying 1
18.10–18.25 WIB: Qualifying 2
Minggu (28/6/2026)
16.00 WIB: Race Moto3 (20 lap)