JawaPos.com — Veda Ega Pratama dipastikan memulai balapan Moto3 Grand Prix Ceko 2026 dari posisi ke-20 di Sirkuit Brno setelah menerima penalti mundur 12 grid dari FIM MotoGP Stewards akibat insiden slow riding saat sesi kualifikasi Q2.
Sanksi itu membuat peluang pembalap Indonesia untuk bertarung di barisan depan menjadi lebih sulit menjelang balapan utama.
Moto3 Grand Prix Ceko 2026 menghadirkan kabar kurang menyenangkan bagi pendukung Indonesia.
Baca Juga: Hasil Kualifikasi Moto3 Ceko 2026: Veda Ega Pratama Start P8, Hakim Danish Gacor di P2
Veda Ega Pratama yang sebelumnya sukses mengamankan posisi start kedelapan harus menerima hukuman berat beberapa jam setelah sesi kualifikasi berakhir.
Keputusan tersebut diumumkan setelah steward menilai Veda terlibat dalam aksi memperlambat laju motor di lintasan saat Q2.
Praktik itu dianggap berpotensi membahayakan pembalap lain yang sedang melaju dalam kecepatan tinggi di Sirkuit Brno.
Mengapa Veda Ega Pratama Dijatuhi Penalti?
Veda Ega Pratama menerima hukuman karena dianggap melakukan slow riding saat sesi kualifikasi Moto3. Tindakan tersebut masuk dalam kategori pelanggaran keselamatan yang menjadi perhatian serius FIM.
Dalam kelas Moto3, pembalap kerap mencari keuntungan slipstream atau towing dengan menunggu rombongan lain sebelum memulai lap cepat.
Strategi ini memang bisa membantu mencatat waktu lebih baik, tetapi juga berisiko mengganggu pembalap lain yang sedang melaju maksimal.
Steward kemudian memutuskan menjatuhkan penalti berupa pengurangan posisi start. Akibatnya, Veda kehilangan 12 posisi dari hasil kualifikasi yang telah diraihnya dengan susah payah.
Empat Pembalap Terdampak Sanksi di Brno
Veda bukan satu-satunya pembalap yang terkena hukuman menjelang race Moto3 Ceko 2026. Tiga pembalap lain juga menerima sanksi serupa akibat insiden yang sama saat sesi kualifikasi.
Baca Juga: O'Shea Didiskualifikasi, Veda Ega Amankan Tiket Q2 Moto3 Ceko
Berikut perubahan posisi start setelah penalti diterapkan:
Hakim Danish
Posisi awal: P2
Penalti: mundur 12 posisi
Posisi baru: P14
Veda Ega Pratama
Posisi awal: P8
Penalti: mundur 12 posisi
Posisi baru: P20
Guido Pini
Posisi awal: P12
Penalti: mundur 12 posisi
Posisi baru: P24
Rico Salmela
Posisi awal: P18
Penalti: Mundur 8 posisi
Posisi baru P26
Baca Juga: Hasil FP2 Moto3 Ceko 2026: Alvaro Carpe Paling Kencang, Veda Ega Pratama P22
Hakim Danish menjadi pembalap yang paling dirugikan setelah sebelumnya berhasil merebut posisi kedua pada sesi kualifikasi.
Pembalap Malaysia itu semula berhak start dari baris depan, namun kini harus memulai balapan dari posisi ke-14.
Guido Pini juga mengalami nasib serupa dengan turun dari posisi ke-12 menjadi ke-24. Sementara Rico Salmela terdorong hingga posisi ke-26 setelah efek pergeseran grid akibat hukuman yang diterima beberapa pembalap sekaligus.
Honda Team Asia Konfirmasi Posisi Start Baru Veda
Tim Honda Team Asia turut mengonfirmasi hukuman yang diterima pembalap mudanya tersebut. Konfirmasi itu disampaikan melalui unggahan resmi tim menjelang balapan di Brno.
Dalam pernyataannya, Honda Team Asia menulis, “Veda Pratama memulai balapan dari posisi ke-20. Penalti 12 posisi di grid karena berkendara lambat saat kualifikasi membuatnya mundur ke grid. Saatnya berjuang kembali.”
Baca Juga: 3 Fakta Moto3 Ceko 2026: Veda Ega Pratama Amankan Q2 Usai Diskualifikasi Eddie O'Shea
Pernyataan tersebut menegaskan posisi start baru Veda setelah keputusan steward resmi diberlakukan. Tim juga memberikan pesan motivasi agar pembalap Indonesia itu tetap fokus menghadapi balapan utama.
Seberapa Besar Peluang Veda Ega Pratama di Moto3 Ceko?
Start dari posisi ke-20 jelas bukan situasi ideal bagi Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia harus bekerja ekstra keras untuk menembus kelompok depan sejak lap-lap awal.
Meski demikian, peluang meraih poin masih terbuka lebar. Karakteristik Moto3 yang terkenal rapat membuat perbedaan posisi sering berubah hanya dalam beberapa tikungan atau satu lap saja.
Balapan Moto3 juga kerap menghadirkan grup besar berisi belasan pembalap yang saling berebut posisi.
Kondisi tersebut memungkinkan pembalap yang memulai dari belakang untuk merangsek ke depan apabila mampu menjaga ritme dan memanfaatkan momen dengan baik.
Target realistis bagi Veda adalah menembus zona poin atau finis di posisi 15 besar. Jika mampu melakukan start yang baik dan menghindari insiden pada lap awal, peluang tersebut masih sangat mungkin diwujudkan.
Brno sendiri dikenal sebagai sirkuit yang menawarkan beberapa titik overtaking penting. Faktor itu bisa menjadi keuntungan bagi Veda untuk memperbaiki posisi secara bertahap sepanjang balapan.
Pada akhirnya, penalti 12 grid memang menjadi pukulan telak bagi Veda Ega Pratama.
Namun dalam dunia Moto3 yang penuh kejutan, peluang bangkit tetap terbuka dan semuanya akan ditentukan saat lampu start padam di Grand Prix Ceko 2026.