← Beranda
Wasit Asing Masih Tuai Sorotan, Ilham Patria: Satu Peluit Bisa Ubah Jalannya Pertandingan
Taufiq ArdyansyahJumat, 12 Juni 2026 | 01.38 WIB
Wasit asing diharapkan jadi solusi meningkatkan kualitas, konsistensi, serta kredibilitas perwasitan pada Playoffs IBL 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kehadiran wasit asing pada fase Playoffs IBL 2026 sempat diharapkan menjadi solusi meningkatkan kualitas, konsistensi, serta kredibilitas perwasitan di kompetisi bola basket tertinggi Indonesia. Namun hingga babak semifinal berlangsung, sejumlah keputusan kontroversial masih menjadi bahan perdebatan.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan wasit asing dalam memperbaiki kualitas officiating di liga. Sorotan terhadap kinerja perangkat pertandingan itu turut dibahas basket enthusiast sekaligus content creator Indonesia, Ilham Patria, dalam konten terbaru Satu Peluit Ubah Game.

Dalam konten tersebut, Ilham menyoroti betapa besar pengaruh satu keputusan wasit terhadap momentum bahkan hasil akhir sebuah pertandingan.

Baca Juga: Hampir Setengah Musim di Moto3 2026, Veda Ega Tak Menyangka Bisa Langsung Kompetitif

"Satu keputusan wasit bisa mengubah momentum pertandingan, bahkan menentukan hasil akhir laga. Karena itu, kualitas dan konsistensi officiating menjadi aspek yang sangat penting dalam kompetisi profesional," ujar Ilham Patria.

Sejumlah momen kontroversial yang muncul sepanjang semifinal IBL 2026 pun menjadi perhatian publik. Salah satunya terjadi pada Game 1 semifinal antara Satria Muda Pertamina Jakarta melawan Bogor Hornbills.

Dalam laga tersebut, pemain Satria Muda Shandy Ibrahim, dinilai tidak memperoleh ruang pendaratan (landing space) yang memadai saat melakukan percobaan tembakan. Namun, wasit tidak memberikan pelanggaran atas insiden tersebut.

Baca Juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 Agustus Mendatang

Kontroversi lain muncul pada Game 2 semifinal antara Pelita Jaya Jakarta dan Dewa United Banten. Pelatih Dewa United, Augustí Julbe, menerima technical foul pada babak pertama tanpa adanya peringatan sebelumnya. Keputusan itu memicu perdebatan di kalangan penonton maupun pelaku basket nasional.

Selain itu, pada possession terakhir Game 1 semifinal Pelita Jaya kontra Dewa United, terjadi kontak antara Troy Gillenwater dan Perrin Buford yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi mengenai interpretasi pelanggaran pada momen krusial pertandingan.

Menurut Ilham, fakta bahwa kontroversi tetap muncul meski liga telah menggunakan wasit asing menunjukkan bahwa persoalan kualitas perwasitan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mendatangkan perangkat pertandingan dari luar negeri.

"Wasit asing bisa menjadi benchmark dan sarana transfer ilmu. Namun kehadiran mereka bukan jaminan bahwa seluruh keputusan di lapangan akan bebas dari kontroversi," kata Ilham.

Dia menilai perhatian juga perlu diberikan kepada perkembangan wasit lokal Indonesia agar kualitas kompetisi dapat meningkat secara berkelanjutan. Peningkatan kesejahteraan, sistem evaluasi berbasis performa, program pendidikan berkelanjutan, hingga kesempatan memimpin pertandingan internasional dinilai menjadi faktor penting dalam mencetak wasit berkualitas.

"Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika pertandingan-pertandingan terbesar di Indonesia dapat dipimpin oleh wasit Indonesia dengan standar yang sama baiknya di tingkat internasional," ucap Ilham.

Baca Juga: 200 Pemain Padel Siap Bersaing untuk Hadiah Total Rp 125 Juta di Siliwangi Open

Pada akhirnya, kualitas sebuah liga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemain dan pelatih. Kualitas perwasitan juga menjadi elemen penting yang berpengaruh terhadap kredibilitas dan perkembangan kompetisi secara keseluruhan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah