← Beranda
Eugene Emmanuel Tanyongjaya Ingin Menjadi Talenta Baru di Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026
Latu Ratri Mubyarsah• Rabu, 10 Juni 2026 | 12.14 WIB
MCGJWC 2026 menjadi salah satu event untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional juga mencetak generasi atlet berdaya saing global. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (MCGJWC) 2026 menjadi salah satu event untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional. MCGJWC juga mencetak generasi atlet berdaya saing global melalui pendekatan pembinaan yang berkelanjutan. 

Ajang ini akan berlangsung di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, pada 10-12 Juni 2026 dengan mempertemukan 140 atlet dari 29 negara. Salah seorang andalan Indonesia adalah Eugene Emmanuel Tanyongjaya yang merupakan pemain Ciputra Golfpreneur.

Eugene tak mau fokus untuk menjadi juara sekaligus hattrick untuk wakil Ciputra di ajang ini sebelumnya. dia juga tak mau menjadikan itu sebagai beban. “Saya lebih fokus ke prosesnya sih. Karena mungkin saya juga pikir game saya juga lumayan solid, jadi saya cuman harus let it be aja gitu,“ ungkap dia.  

Baca Juga: 3 Fakta Balapan Terburuk Veda Ega Pratama di Moto3 Hungaria 2026, Start Gemilang Berujung Tanpa Poin

Dalam prosesnya, Eugene terus bersabar utnuk memanage game yang sudah disiapkan dengan bagus. “Mungkin lawan-lawan juga lumayan berat ya, banyak yang bagus dari negara-negara yang lain juga,” ucap dia.

Ketika dua kali merebut juara, Rayhan mencatatkan total 205 pukulan. Apakah catatan itu juga menjadi target bagi Eugene? “Ya mungkin bisa bilang sebagai target juga, tapi saya sih sebenarnya tahu bisa mencetak skor gitu, cuman jangan memikirnya terlalu banyak sih. Mungkin saya fokus cara manage pukulan green-nya sih, dan putting-nya juga sih,” kata dia.

MCGJWC 2026 telah menjadi salah satu ajang golf junior paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik. Turnamen tahun ini diikuti ratusan atlet dari 29 negara, yakni Australia, Bangladesh, Kamboja, China, Chinese Taipei, Denmark, Jerman, Ghana, Hongkong, India, Indonesia, Irlandia, Jepang, Kenya, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Namibia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand, Uganda, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Vietnam.

Baca Juga: Dari Parkiran Pasar Sapi ke Moto3, Kisah Veda Ega Pratama Menggapai Mimpi

Chairman Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) Nararya Ciputra Sastrawinata mengatakan, tahun ini menjadi tonggak baru bagi MCGJWC dengan terjalinnya kerja sama bersama Asia Pacific Golf Confederation (APGC).

“Tahun ini merupakan tahun pertama kita bekerja sama dengan APGC. Hal ini dilakukan seiring dengan visi Ciputra Golfpreneur Foundation untuk menyelenggarakan turnamen yang lebih bergengsi dengan skala yang lebih besar, agar para atlet junior Indonesia bisa terus mendapatkan kesempatan di level kompetisi yang terus meningkat,” ujar Nararya.

MCGJWC yang telah diselenggarakan sejak 1993 terus menjadi panggung penting bagi lahirnya pegolf-pegolf muda berbakat dari berbagai negara. Pengalaman berkompetisi di level internasional diharapkan dapat menjadi bekal bagi para atlet untuk melangkah menuju jenjang profesional.

“Kalau nanti mereka melanjutkan karier sebagai atlet profesional, mereka sudah memiliki level yang sama dengan atlet-atlet yang akan mereka temui di dunia golf profesional. Kami harap dengan pengalaman tampil di MCGJWC tahun ini mereka bisa lebih berprestasi dan meningkatkan level of skill di skala internasional,” tambah Nararya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan karier atlet muda, para juara kompetisi individu kembali memperoleh kesempatan eksklusif untuk tampil di turnamen profesional. Juara putra akan mendapatkan tiket menuju Ciputra Golfpreneur Tournament (Asian Development Tour) 2026, sementara juara putri akan berlaga di Indonesia Women’s Open 2027 (KLPGA Dream Tour).

General Manager Asia Pacific Golf Confederation (APGC) Nick Shan menyampaikan bahwa MCGJWC telah berkembang menjadi salah satu platform kompetisi golf junior terbaik di kawasan.

Baca Juga: Jonatan Christie Pensiun? Tunggal Putra Indonesia Jeda Sejenak dari Bulu Tangkis

“Jumlah pemain yang datang dari berbagai negara sangat luar biasa dan ini jelas merupakan contoh acara internasional untuk junior golf yang patut diselenggarakan di seluruh Asia Pacific. MCGJWC merupakan tolok ukur bagi banyak negara,” ungkap Nick.

Turnamen tahun ini akan berlangsung di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, yang telah berpengalaman menjadi tuan rumah berbagai ajang golf internasional bergengsi, termasuk Indonesia Open. Dengan fasilitas dan standar lapangan kelas dunia, MCGJWC 2026 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman kompetisi terbaik bagi seluruh peserta.

Direktur Damai Indah Golf Christine Wiradinata mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan turnamen.

Baca Juga: Kemenangan Kelima Beruntun Kimi Antonelli di Monaco Tegaskan Statusnya sebagai Kandidat Terkuat Juara Dunia F1 2026

“Lapangan kami persiapkan sesuai dengan standar internasional. Kondisi lapangan sangat baik. Kami harap para peserta bisa menikmati permainan mereka dan berkompetisi dengan performa terbaik mereka. Ada atau tidak turnamen kami pastikan kondisi lapangan selalu siap,” ucap Christine.

Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Yustian Rifki Alfianto mengatakan, dukungan Bank Mandiri sebagai mitra utama MCGJWC merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan sinergi ekosistem layanan yang terintegrasi, tidak hanya melalui dukungan terhadap pengembangan olahraga prestasi, tetapi juga dengan menyediakan berbagai solusi transaksi digital yang memberikan kemudahan bagi seluruh peserta, penyelenggara, maupun pengunjung turnamen.

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan talenta atlet golf muda Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Melalui MCGJWC 2026, kami ingin menghadirkan nilai tambah yang lebih luas, tidak hanya bagi atlet junior, tetapi juga bagi seluruh ekosistem olahraga melalui dukungan layanan perbankan digital yang mudah dan terintegrasi. Ini merupakan bagian dari langkah kami untuk menciptakan akselerasi yang bertumbuh bagi masyarakat dan Indonesia,” ujar Yustian.

Baca Juga: Tegakkan Kepala, Veda Ega Pratama! Rapalan Doa Netizen Indonesia Mengalir Usai Balapan Terburuk di Moto3 2026

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah