← Beranda
Dari Parkiran Pasar Sapi ke Moto3, Kisah Veda Ega Pratama Menggapai Mimpi
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 10 Juni 2026 | 02.29 WIB
Veda Ega Pratama pulang ke Gunungkidul dan mengenang Pasar Sapi Siyono Harjo yang berjasa di awal kariernya. (Dok. Honda Team Asia)

JawaPos.com — Dari parkiran Pasar Sapi Siyono Harjo di Gunungkidul, Veda Ega Pratama mengawali mimpi menjadi pembalap dunia. Kini setelah mencetak sejarah di Moto3, pembalap Indonesia itu kembali mengunjungi tempat yang menjadi saksi langkah pertamanya menuju lintasan Grand Prix.

Pembalap berusia 17 tahun itu telah mencatat sejarah sebagai rider Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix Moto3 bersama Honda Team Asia. Saat pulang ke kampung halaman pada Juni 2026, Veda mengaku masih menyempatkan diri mengunjungi tempat yang menjadi saksi awal perjalanan kariernya.

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mengaku masih menyempatkan pulang ke Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengunjungi Pasar Sapi Siyono Harjo sebelum kembali menjalani rangkaian balapan internasional.

Kepulangan Veda kali ini berlangsung singkat setelah berbulan-bulan menjalani aktivitas balap di luar negeri. Selain berkumpul bersama keluarga, dia juga harus mengurus visa sebelum kembali ke Eropa.

"Senang bisa kembali, bisa merasakan masakan Indonesia lagi," kata Veda, Selasa (9/6/2026).

Meski hanya sekitar satu pekan berada di Indonesia, Veda memilih menghabiskan waktu bersama keluarga dan kembali mengunjungi Pasar Sapi Siyono Harjo yang memiliki makna khusus dalam perjalanan kariernya.

Pasar Sapi Siyono Harjo, Tempat Awal Mimpi Veda Dimulai

Pasar Sapi Siyono Harjo bukan sekadar lokasi latihan bagi Veda Ega Pratama. Tempat tersebut menjadi saksi lahirnya mimpi seorang anak Gunungkidul yang bercita-cita tampil di ajang balap motor dunia.

Dalam profil resminya, MotoGP mencatat Veda mulai mengikuti balapan pertama saat berusia enam tahun. Ketika itu, dia berlatih menggunakan motor mini di area parkir Pasar Sapi Siyono Harjo di bawah bimbingan sang ayah, Sudarmono.

Sudarmono merupakan mantan pembalap nasional yang memperkenalkan dunia balap kepada Veda sejak usia dini. Ia juga menjadi sosok penting yang mendampingi perkembangan karier putranya dari level lokal hingga internasional.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Buka Suara Soal Hukuman Long Lap Penalty, Petik Pelajaran Penting dari Moto3 Hungaria 2026

Bagi Veda, kembali ke lokasi tersebut menjadi cara untuk mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui. Tempat sederhana itu menjadi fondasi penting sebelum dirinya dikenal di lintasan balap dunia.

Perjalanan Veda dari Gunungkidul ke Moto3

Karier balap Veda dimulai dari lintasan motocross di Yogyakarta sebelum beralih ke balap motor aspal. Pengalaman tersebut membentuk karakter balapnya yang agresif dan adaptif.

Setelah menjalani empat penampilan wildcard pada 2021, Veda mendapat kesempatan tampil semusim penuh di Asia Talent Cup 2022. Pada musim tersebut, ia meraih tiga kemenangan dan finis di posisi ketiga klasemen akhir.

Perkembangan pesat kembali ditunjukkan pada 2023 ketika Veda sukses meraih gelar juara Asia Talent Cup. Prestasi itu membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda terbaik Indonesia.

Kesuksesan tersebut membuka jalan menuju Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024. Meski berstatus debutan, Veda mampu bersaing dengan para pembalap muda terbaik dari berbagai negara.

Pada musim 2025, performanya semakin meningkat. Veda berhasil finis sebagai runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup sekaligus tampil di FIM JuniorGP World Championship.

Berkat pencapaian tersebut, Honda Team Asia memberikan kesempatan kepada Veda untuk menjalani musim penuh di Kejuaraan Dunia Moto3 2026.

Sejarah Podium Moto3 untuk Indonesia

Musim 2026 menjadi babak baru dalam karier Veda Ega Pratama. Untuk pertama kalinya, pembalap asal Gunungkidul itu tampil penuh di Kejuaraan Dunia Moto3.

Meski berstatus rookie, Veda langsung menunjukkan potensi besar. Salah satu momen bersejarah terjadi saat Moto3 Brasil ketika dirinya berhasil finis di posisi ketiga.

Hasil tersebut membuat Veda tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium Grand Prix Moto3.

Baca Juga: Bocor! Leopard Racing Bongkar Alasan Bela Adrian Fernandez, Meski Banding Rival Veda Ega Pratama Ditolak

Prestasi tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan balap motor Indonesia di level dunia sekaligus membuktikan keberhasilan proses pembinaan yang dijalani sejak usia dini.

"Yang saya rasakan, ya, senang karena memang salah satu mimpi saya. Namun dari sini, saat saya bisa sampai sini, saya juga berpikir pastinya saya harus lebih keras lagi latihan karena ada target," ujar Veda.

Pesan untuk Pembalap Muda Indonesia

Meski sudah mencapai Kejuaraan Dunia Moto3, Veda menilai perjalanan kariernya masih panjang. Karena itu, dia terus berupaya meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.

Pembalap berusia 17 tahun tersebut juga mengingatkan pentingnya kerja keras dan ketekunan bagi generasi muda Indonesia yang ingin mengikuti jejaknya.

Menurut Veda, kesempatan menuju Grand Prix kini semakin terbuka berkat sistem pembinaan yang lebih terstruktur.

"Harus semangat berlatih dan terus berusaha keras karena semua sudah ada jalannya. Di Indonesia dari Astra sudah didukung sampai bisa ke Grand Prix," ujar Veda.

Kisah Veda Ega Pratama menjadi bukti bahwa mimpi besar tidak selalu lahir dari fasilitas mewah. Dari parkiran Pasar Sapi Siyono Harjo di Gunungkidul, seorang anak yang mencintai balap motor mampu menembus panggung dunia dan mengharumkan nama Indonesia di Moto3.

EDITOR: Hendra