← Beranda
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 6 Juni 2026 | 02.43 WIB
Veda Ega Pratama naik ke posisi ketiga klasemen Moto3 2026 setelah Adrian Fernandez didiskualifikasi dari enam balapan akibat pelanggaran teknis mesin. (Leopard Racing)

 

JawaPos.com — Pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, resmi didiskualifikasi dari enam seri awal Moto3 2026 setelah dua mesin yang digunakannya terbukti dibuka tanpa izin. Sanksi berat dari FIM MotoGP Stewards membuat Fernandez kehilangan 77 poin, turun drastis di klasemen, sekaligus membawa pembalap Indonesia Veda Ega Pratama naik ke posisi ketiga klasemen sementara.

Diskualifikasi tersebut diumumkan melalui laman resmi MotoGP setelah investigasi teknis menemukan pelanggaran regulasi terkait durabilitas dan penyegelan mesin.

Temuan itu menjadi salah satu kasus teknis terbesar yang mengguncang persaingan Moto3 musim ini.

Bagaimana Pelanggaran Pertama Adrian Fernandez Terungkap?

Kasus bermula setelah GP Prancis ketika pabrikan mesin melakukan prosedur standar pemeriksaan kelompok mesin pertama milik para pembalap yang telah mencapai batas masa pakainya.

Baca Juga: Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez

Dalam proses tersebut, ditemukan kejanggalan pada segel salah satu mesin Adrian Fernandez.

MotoGP menjelaskan kabel segel pada mesin tersebut tidak sesuai dengan prosedur penguncian standar yang berlaku.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh Direktur Teknis dan pabrikan mesin, ditemukan fakta mesin tersebut telah dibuka tanpa otorisasi resmi.

Dalam pernyataan resminya, MotoGP menyebut, "Ditemukan bahwa mesin tersebut telah dibuka tanpa izin berdasarkan temuan Direktur Teknis dan laporan resmi dari pabrikan mesin."

Pelanggaran itu membuat mesin dianggap sebagai mesin baru dalam alokasi penggunaan pembalap sesuai regulasi Moto3.

Karena mesin tersebut digunakan pada GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol, FIM MotoGP Stewards menjatuhkan hukuman diskualifikasi untuk empat balapan tersebut.

Pelanggaran Kedua Ditemukan Setelah GP Italia

Masalah tidak berhenti pada satu mesin. Setelah akhir pekan balapan di Mugello, Leopard Racing diminta menyerahkan sejumlah mesin untuk diperiksa lebih lanjut guna memastikan kesesuaiannya dengan regulasi teknis.

Saat pemeriksaan dilakukan, pabrikan mesin menemukan indikasi manipulasi pada mesin lain milik Fernandez. Kabel segel dan stiker pengaman menunjukkan tanda-tanda telah dirusak.

Baca Juga: Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung

MotoGP dalam keterangannya menjelaskan, "Selama proses pemeriksaan, ditemukan bukti bahwa kabel segel dan stiker penyegel pada salah satu mesin menunjukkan tanda-tanda manipulasi."

Mesin tersebut kemudian dibawa ke seri berikutnya di bawah pengawasan Technical Control. Di sana, mesin dibuka oleh pabrikan dengan supervisi langsung Direktur Teknis.

Hasil inspeksi menemukan berbagai anomali yang mengindikasikan mesin telah disetel ulang dan dibuka sebelumnya. Berdasarkan temuan tersebut, otoritas MotoGP kembali menyatakan mesin kedua juga telah dibuka tanpa izin.

Baca Juga: Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung

MotoGP menegaskan, "Pabrikan mesin mengidentifikasi berbagai anomali yang menunjukkan mesin telah mengalami penyesuaian dan karena itu telah dibuka."

Hukuman Berat yang Mengubah Klasemen Moto3 2026

Atas dua pelanggaran teknis tersebut, FIM MotoGP Stewards memutuskan memberikan hukuman diskualifikasi dari enam balapan yang sudah dijalani Fernandez sepanjang musim 2026.

Empat seri pertama yang dicoret adalah GP Thailand, GP Brasil, GP Amerika Serikat, dan GP Spanyol. Sementara dua hasil lainnya yang dibatalkan berasal dari GP Prancis dan GP Catalunya.

Sebelum sanksi diumumkan, Fernandez menempati posisi ketiga klasemen sementara dan menjadi salah satu kandidat kuat perebutan gelar juara dunia Moto3 2026.

Namun penghapusan seluruh poin dari enam seri tersebut membuat situasinya berubah total.

MotoGP menyebut pembalap bernomor #31 itu kini hanya menyisakan 13 poin hasil finis keempat pada GP Italia di Mugello. Akibatnya, Fernandez terlempar dari posisi tiga klasemen ke peringkat ke-20.

Perubahan besar ini otomatis mengubah peta persaingan gelar juara dunia Moto3 musim 2026. Sejumlah pembalap yang sebelumnya berada di bawah Fernandez ikut naik posisi, termasuk Veda Ega Pratama.

Veda Ega Pratama Ketiban Durian Runtuh

Keputusan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi Veda Ega Pratama yang menjalani musim debutnya bersama Honda Team Asia. Pembalap berusia 17 tahun itu kini resmi naik ke posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026.

Veda tampil cukup konsisten sepanjang paruh pertama musim.

Baca Juga: Target Veda Ega Pratama di Moto3 Hungaria 2026: Yakin Hadapi Trek Baru, Bidik Lanjutkan Tren Positif

Salah satu pencapaian terbaiknya adalah meraih podium ketiga pada GP Brasil serta beberapa kali finis di zona poin saat menghadapi persaingan ketat di kelas Moto3.

Naiknya Veda ke peringkat ketiga menjadi pencapaian penting bagi balap motor Indonesia. Posisi tersebut membuat peluangnya untuk bersaing di papan atas klasemen semakin terbuka menjelang paruh kedua musim.

Selain berpeluang besar menjadi Rookie of the Year, Veda kini juga masuk dalam kelompok pembalap yang diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia.

Dengan masih banyak seri tersisa, peluang pembalap asal Indonesia itu untuk mencetak sejarah semakin terbuka lebar.

Diskualifikasi Adrian Fernandez memang menjadi pukulan besar bagi Leopard Racing, tetapi di sisi lain membuka jalan bagi Veda Ega Pratama untuk terus menorehkan prestasi di level dunia.

Jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim, pembalap muda Indonesia tersebut berpotensi mencatatkan pencapaian terbesar dalam sejarah Moto3 bagi Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto