← Beranda
Rahasia Veda Ega Pratama Sering Bersepeda Terungkap, Bukan Sekadar Isi Waktu Jelang Moto3 Hungaria 2026
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 4 Juni 2026 | 23.44 WIB
Veda Ega Pratama bersepeda bersama anggota Honda Team Asia sebagai bagian dari persiapan fisik menjelang Moto3 Hungaria 2026. (Honda Team Asia)

 

JawaPos.com — Veda Ega Pratama ternyata tidak sekadar mengisi waktu luang saat bersepeda bersama tim jelang Moto3 Hungaria 2026. Aktivitas yang dilakukan pebalap muda Indonesia itu merupakan bagian penting dari program latihan pembalap untuk meningkatkan daya tahan fisik, menjaga berat badan ideal, dan mempertahankan performa sepanjang musim balap yang padat. 

Rabu (3/6/2026), Honda Team Asia mengunggah momen Veda Ega Pratama bersepeda bersama anggota tim sebelum bertolak ke Hungaria untuk menghadapi seri kedelapan Moto3 2026.

Dalam unggahan tersebut, Veda terlihat bersama Taiyo Furusato dan Zen Mitani. 

“Hari Bersepeda. Sebelum Pergi ke Hungaria,” tulis Honda Team Asia dalam unggahan resmi mereka. 

Baca Juga: Kejar Podium Kedua! Jadwal Moto3 Hungaria 2026 dan Jatuh Bangun Veda Ega Pratama Sejak Seri di Thailand

Mengapa Bersepeda Menjadi Latihan Favorit Pembalap?

Berdasarkan laman resmi MotoGP, bersepeda merupakan salah satu bentuk latihan kardio yang paling sering digunakan pembalap MotoGP, Moto2, dan Moto3 untuk menjaga kebugaran.

Latihan ini membantu meningkatkan daya tahan kardiovaskular sehingga tubuh tetap mampu bekerja optimal selama balapan berlangsung. 

Baca Juga: Veda Ega Pratama Selisih 1 Poin, 4 Fakta Moto3 Italia 2026 Jadi Modal Besar ke Hungaria

Pembalap Grand Prix harus menghadapi tuntutan fisik yang sangat berat saat mengendarai motor berkecepatan tinggi.

Mereka membutuhkan stamina, fleksibilitas, kekuatan fungsional, serta refleks yang tajam agar mampu tampil kompetitif sepanjang balapan. 

Bahkan dalam satu musim, pembalap harus menjalani jadwal balap yang sangat padat hingga 22 seri Grand Prix. Kondisi tersebut membuat latihan fisik tidak bisa dihentikan meski mereka sedang berada di sela-sela pekan balapan. 

Selain bersepeda, pembalap juga menjalani berbagai program kebugaran lain seperti lari, renang, rowing, skipping, hingga sesi latihan interval berintensitas tinggi atau HIIT.

Semua program itu bertujuan menjaga kapasitas paru-paru dan jantung agar tetap berada pada level tertinggi.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Hungaria 2026: Debut Veda Ega Pratama di Balaton Park, Momentum Pangkas Jarak 79 Poin

Apa Manfaat Bersepeda bagi Performa Balap?

Manfaat terbesar bersepeda bagi pembalap adalah meningkatkan endurance atau daya tahan tubuh. Dengan stamina yang baik, pembalap mampu mempertahankan konsentrasi dan performa sejak start hingga finis. 

Aktivitas kardio berintensitas rendah seperti bersepeda juga membantu proses pemulihan tubuh setelah menjalani latihan berat. Risiko cedera dapat ditekan karena tubuh tetap aktif tanpa menerima beban berlebihan. 

Bersepeda juga sangat penting untuk menjaga berat badan ideal. Dalam dunia balap motor, kelebihan berat badan dapat memengaruhi akselerasi, kelincahan, dan catatan waktu putaran pembalap di lintasan.

Baca Juga: Pesan Sederhana Sang Ayah, Menguatkan Veda Ega Pratama di Tengah Tekanan Moto3 2026

Karena itu, banyak pembalap memilih bersepeda sebagai bagian dari rutinitas harian mereka. Aktivitas tersebut memungkinkan pembakaran kalori yang efektif tanpa mengorbankan kebugaran tubuh menjelang balapan.

Tak mengherankan jika pembalap sering terlihat bersepeda di sekitar sirkuit pada akhir pekan balapan. Selain untuk latihan, kegiatan itu juga membantu mereka mengenali lingkungan trek dan menjaga tubuh tetap aktif. 

Tidak Hanya Otot, Refleks dan Mental Juga Dilatih

Seorang pembalap tidak cukup hanya memiliki kekuatan fisik. Mereka juga harus mempunyai refleks cepat dan kemampuan mengambil keputusan dalam hitungan sepersekian detik. 

Program latihan pembalap mencakup latihan koordinasi mata dan tangan, reaction board, permainan refleks, hingga simulasi balapan virtual.

Latihan tersebut membantu meningkatkan respons saat menghadapi pengereman mendadak maupun duel menyalip di lintasan. 

Selain itu, kekuatan mental menjadi faktor yang tak kalah penting. Pembalap harus mampu menghadapi tekanan, cuaca yang berubah-ubah, risiko cedera, dan persaingan ketat sepanjang musim.

Banyak pembalap bekerja sama dengan psikolog olahraga untuk meningkatkan fokus dan kepercayaan diri.

Baca Juga: Update Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Top 5, Hakim Danish Naik Podium tetapi Belum Mampu Menyalip

Mereka mempraktikkan visualisasi balapan, teknik pernapasan, serta berbagai metode pengendalian stres agar tetap tenang saat bertarung di trek. 

Veda Mengikuti Jejak Banyak Bintang MotoGP

Kebiasaan bersepeda yang dilakukan Veda ternyata sejalan dengan tradisi banyak pembalap top dunia. Sejumlah nama besar MotoGP dikenal menjadikan sepeda sebagai bagian utama dari latihan mereka. 

Cal Crutchlow dan Aleix Espargaro misalnya, dikenal sangat gemar bersepeda. Bahkan sejumlah pengamat menilai keduanya memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing di level profesional olahraga sepeda.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Hungaria 2026, Misi Veda Ega Pratama Bersama Honda Team Asia Akhir Pekan Ini

Marc Marquez dan Alex Marquez juga rutin mengombinasikan bersepeda, lari, latihan gym, serta motocross dalam program latihan mereka.

Pendekatan tersebut membantu menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kemampuan mengendalikan motor. 

Di sisi lain, pembalap juga wajib memperhatikan pemulihan tubuh dan pola makan.

Mereka membutuhkan asupan karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, serta konsumsi cairan yang cukup agar mampu mempertahankan performa sepanjang musim.

Bahkan pembalap dianjurkan mengonsumsi sedikitnya tiga liter cairan setiap hari untuk mengganti cairan yang hilang akibat aktivitas fisik intensif. 

Melihat fakta tersebut, aktivitas bersepeda yang dilakukan Veda Ega Pratama menjelang Moto3 Hungaria 2026 bukan sekadar kegiatan santai.

Itu merupakan bagian dari persiapan fisik dan mental yang telah menjadi standar para pembalap dunia untuk tetap kompetitif saat lampu start mulai menyala.

EDITOR: Edi Yulianto