← Beranda
Bali United Bidik Profit Baru dari Bali7s dan Training Center
Taufiq ArdyansyahSelasa, 26 Mei 2026 | 18.19 WIB
Bali United Training Center. (Dok. PSSI)

 

JawaPos.com - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk selaku induk klub Bali United membidik pertumbuhan bisnis baru pada 2026. Dua sektor yang menjadi andalan adalah Bali United Training Center (BUTC) dan turnamen usia muda internasional Bali7s.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Gedung Bali United, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (26/5). Agenda tersebut sekaligus memaparkan perkembangan bisnis perusahaan sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026. 

Direktur Utama Bali United Yabes Tanuri mengatakan, tahun ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memaksimalkan hasil dari berbagai unit usaha yang telah dikembangkan.

Baca Juga: Eks Bintang Leicester City Islam Slimani, Dirumorkan Gabung Bali United untuk Kompetisi Liga 1 2026/2027

”Setelah melewati fase konsolidasi di tahun lalu serta melihat indikator ekonomi 2026 yang bergerak positif, tahun ini adalah momentum bagi kami untuk memanen hasil dari berbagai unit usaha yang telah mapan maupun yang baru kami kembangkan,” ujar Yabes dalam Public Expose. 

Salah satu aset utama yang terus dikembangkan adalah Bali United Training Center. Fasilitas sport tourism tersebut kini memiliki 12 lapangan dengan rincian tujuh lapangan utama dan lima lapangan mini berstandar internasional. 

Sepanjang 2025, kawasan tersebut menjadi tuan rumah sejumlah event olahraga internasional. Maybank Marathon 2025 dan OPPO Run 2025 yang diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai negara.

Baca Juga: Sonny Stevens Yakin Dewa United Bisa Akhiri Musim dengan Kemenangan atas Bali United

Pada awal 2026, dua klub Korea Selatan, Pohang Steelers dan Jeonbuk Reserves, juga menggelar pemusatan latihan di Bali United Training Center pada 13 Januari hingga 2 Februari 2026.

Selain itu, Bali United juga mengembangkan pembinaan usia muda lewat turnamen internasional Bali7s 2026. Ajang yang berlangsung pada 2-5 April 2026 tersebut diikuti sekitar 500 tim dari Asia hingga Eropa dengan total 8.000 pemain. Peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, hingga Belanda dengan kategori usia mulai U-8 hingga Women. 

Bali United juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia sepak bola nasional melalui kerja sama dengan PSSI dan PSSI Bali. Program tersebut mencakup kursus pelatih, pengembangan wasit, hingga match commissioner.

Manajemen mencatat sejak 2025 hingga pertengahan 2026 telah lahir sekitar 300 pelatih berlisensi D Nasional PSSI. Selain itu, puluhan wasit dan pengawas pertandingan berlisensi nasional juga berhasil dicetak melalui program tersebut. 

Komisaris Utama Bali United Jemi Wiyono Prihadi optimistis ekspansi bisnis sportainment yang dijalankan perusahaan mampu memperkuat posisi keuangan. Sekaligus memberikan dampak bagi ekosistem olahraga nasional.

”Tahun ini merupakan babak baru bagi Bali United untuk membuktikan ketangguhan model bisnis sportainment yang terintegrasi,” ujar Jemi.

Baca Juga: Johnny Jansen Evaluasi Bali United Jelang Duel Kontra Bhayangkara FC di Stadion Dipta

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah