← Beranda
Disebut Anomali oleh Legenda MotoGP! Veda Ega Pratama Bikin Dunia Tercengang di Moto3 2026
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 24 Mei 2026 | 23.14 WIB
Veda Ega Pratama tampil impresif di Moto3 Catalunya 2026 dengan finis posisi kedelapan dan top speed mencapai 247,1 km/jam. (Honda Team Asia)

JawaPos.com — Rider muda Indonesia Veda Ega Pratama langsung mengguncang Moto3 2026 usai menempati posisi keenam klasemen dunia dengan koleksi 37 poin dari empat seri awal musim. Pembalap Honda Team Asia itu bahkan mendapat pujian khusus dari legenda MotoGP Hiroshi Aoyama yang menyebutnya sebagai rookie paling fenomenal musim ini.

Performa Veda Ega Pratama Moto3 2026 menjadi sorotan karena mampu tampil konsisten di tengah dominasi motor KTM di kelas Moto3.

Baca Juga: Mengejutkan! Veda Ega Pratama Belum Pernah Menang Sekalipun, Tapi Sudah Salip 2 Juara Moto3 2026

Rider asal Indonesia itu bahkan disebut sebagai “anomali” karena sanggup bersaing menggunakan motor Honda yang secara teknis masih kalah kompetitif dibanding tim papan atas.

Mengapa Veda Ega Pratama Disebut Rookie Paling Fenomenal?

Veda Ega Pratama Moto3 2026 langsung mencuri perhatian sejak seri pembuka di Thailand sebelum melanjutkan tren positif di Brasil, Austin, dan Jerez.

Dari empat race awal musim, ia sukses mengumpulkan 37 poin sekaligus memimpin klasemen Rookie of the Year.

Catatan itu membuat Veda unggul jauh dari banyak rookie Eropa dan Asia yang lebih dulu diprediksi bersinar musim ini. Bahkan rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, masih belum mampu meraih satu poin pun hingga seri keempat.

Keberhasilan Veda makin terasa spesial karena Honda Team Asia belum sepenuhnya mampu menyaingi performa motor KTM di Moto3 2026.

Tim-tim KTM masih mendominasi klasemen konstruktor dan konsisten menguasai podium di hampir seluruh seri awal musim.

Hiroshi Aoyama menilai pencapaian Veda bukan sekadar hasil keberuntungan rookie yang tampil mengejutkan di awal musim. Menurut mantan juara dunia GP250 itu, Veda punya kualitas komplet yang jarang dimiliki pembalap debutan.

Baca Juga: Hasil Moto3 Catalunya 2026! Valentin Perrone Rebut Pole, Veda Ega Pratama Start P20 Usai Gagal ke Q2

“Ini bukan sekadar cepat, tapi juga cerdas dalam membaca balapan,” ujar Hiroshi Aoyama saat memuji perkembangan pembalap muda Indonesia tersebut.

Empat Keunggulan Veda Ega Pratama yang Dipuji Hiroshi Aoyama

Hiroshi Aoyama menyebut ada empat kemampuan utama yang membuat Veda Ega Pratama Moto3 2026 berbeda dibanding rookie lain di grid saat ini.

Keunggulan pertama terletak pada manajemen balapan yang sangat matang untuk ukuran pembalap debutan.

Veda dinilai mampu mengatur ritme balapan, menjaga kondisi ban, hingga menentukan momen overtake dengan disiplin tinggi.

Kemampuan itu membuatnya tetap kompetitif meski beberapa kali harus memulai race dari posisi kurang ideal.

Keunggulan kedua ada pada konsistensi kecepatan sepanjang balapan berlangsung.

Veda mampu menjaga pace stabil sejak lap awal hingga akhir sehingga tidak mudah kehilangan posisi ketika duel ketat terjadi di rombongan depan.

Kemampuan race craft juga menjadi nilai plus terbesar Veda musim ini. Dalam seri Jerez saja, ia tercatat melakukan sekitar 12 hingga 15 overtaking bersih saat bertarung di grup tengah hingga mendekati barisan depan.

Mental juara menjadi faktor keempat yang paling membuat Aoyama terkesan terhadap pembalap muda Indonesia itu.

Setelah mengalami crash di Austin, Veda mampu bangkit cepat dan langsung finis posisi keenam pada seri berikutnya di Jerez.

Kebangkitan cepat tersebut memperlihatkan kematangan mental yang biasanya baru dimiliki pembalap berpengalaman. Di usia yang masih sangat muda, Veda justru tampil tenang ketika menghadapi tekanan besar di level kejuaraan dunia.

Dominasi KTM Masih Jadi Tantangan Besar

Meski tampil impresif, perjalanan Veda Ega Pratama Moto3 2026 menuju papan atas klasemen masih tidak mudah.

Dominasi KTM musim ini menjadi hambatan terbesar karena hampir seluruh tim kuat menggunakan motor pabrikan Austria tersebut.

Tim CF Moto Aspar yang memakai mesin KTM bahkan sudah memimpin klasemen konstruktor dengan total 135 poin.

Sementara Honda Team Asia masih tertahan di posisi keenam dengan raihan 37 poin yang hampir seluruhnya berasal dari Veda.

Kondisi itu membuat perjuangan Veda semakin mendapat apresiasi dari banyak pengamat MotoGP dunia. Sebab, ia mampu bersaing melawan rider-rider KTM meski dukungan teknis motornya tidak sekuat para rival utama.

Banyak analis MotoGP mulai memproyeksikan Veda sebagai calon pembalap Indonesia pertama yang benar-benar mampu menembus level elite balap motor dunia.

Jika perkembangannya stabil, jalur menuju MotoGP terbuka sangat lebar dalam beberapa tahun ke depan.

Proyeksi karier Veda diprediksi dimulai dari Moto3 pada 2026 hingga 2027 sebelum naik ke Moto2 pada periode 2028 sampai 2029.

Jika semua berjalan lancar, debut MotoGP berpotensi terjadi pada 2030 saat usianya sekitar 21 tahun.

Harapan Baru Indonesia di Dunia Balap

Performa Veda Ega Pratama Moto3 2026 kini memunculkan optimisme besar bagi dunia balap Indonesia.

Setelah bertahun-tahun hanya menjadi pelengkap di ajang internasional, Indonesia akhirnya memiliki rider muda yang benar-benar mampu bersaing di level dunia.

Pujian langsung dari Hiroshi Aoyama juga menjadi sinyal penting terhadap kualitas Veda di mata paddock MotoGP. Tidak banyak rookie yang mendapat pengakuan sebesar itu hanya dalam empat seri awal musim.

Aoyama bahkan menegaskan Veda bukan rookie biasa di Moto3 musim ini. Ia menyebut pembalap muda Indonesia tersebut sebagai anomali karena memiliki kombinasi kecepatan, kecerdasan, dan mentalitas juara sekaligus.

Jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim, Veda berpotensi mencetak sejarah baru bagi motorsport Indonesia. Bukan hanya sekadar tampil di MotoGP, tetapi benar-benar bersaing melawan para pembalap terbaik dunia.

EDITOR: Hendra