JawaPos.com - Mojang Priangan sukses menyegel gelar juara kategori U-15 usai mengalahkan Setia Srikandi 4-0. Sementara pada KU-18, Akademi Persib Bandung menjadi kampiun HYDROPLUS Soccer League Bandung setelah berhasil mengumpulkan 40 poin sepanjang liga.
Dalam laga penutup sektor U-15, Mojang Priangan benar-benar mendominasi jalannya permainan atas Setia Srikandi. Kemenangan Mojang Priangan atas Setia Srikandi dengan skor akhir 4-0 membuat mereka menyegel gelar juara meskipun rival terberat mereka, Goal Aksis menang 2-0 SSB Pindad. Meski sama-sama mengoleksi 46 poin, Mojang Priangan lebih unggul dalam perolehan gol dibanding Goal Aksis, 91 berbanding 55.
Head Coach Mojang Priangan Imam Sujagad mengaku senang dapat membantu timnya menjadi juara. Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras dari para pemain yang sudah berjuang maksimal selama liga bergulir. Konsistensi mencetak gol di setiap pertandingan juga menjadi kunci Mojang Priangan menyabet gelar juara.
”Alhamdulillah untuk hasil pertandingan liga di pekan terakhir, kami bisa memaksimalkan dengan agregat gol. Karena poin kami sama, saling kejar-mengejar, tapi kami tekankan ke pemain untuk cetak gol. Karena sejak awal kami menyadari persaingan luar biasa ketatnya. Kami tidak melihat papan bawah ataupun papan tengah, semua memperbaiki dan selalu mengevaluasi sehingga tim-tim yang ada di sini semakin bagus di setiap laga,” ucap Imam.
Sementara itu, Kapten Kapten Mojang Priangan Nayla Aulianti bangga kerja keras rekan-rekan selama liga bergulir mendapatkan hasil yang maksimal. “Saya merasa bangga karena latihan keras yang sudah saya lakukan bisa membuahkan hasil untuk tim menjadi juara. ke depan saya ingin berusaha dan kembali menjadi juara lagi,” ucap Nayla.
Di kategori U-18, Akademi Persib Bandung keluar sebagai juara setelah memuncaki klasemen akhir dengan torehan 40 poin usai mengandaskan Goal Aksis dengan skor 3-1. Head Coach Akademi Persib Bandung U-18 Dian Nadia Mutiara merasa senang timnya bisa menjadi juara di ajang ini. Namun, dia juga mencatat ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sebelum berlaga di kompetisi selanjutnya.
Baca Juga: Hasil Moto3 Catalunya 2026! Valentin Perrone Rebut Pole, Veda Ega Pratama Start P20 Usai Gagal ke Q2
Selain mendapatkan trofi juara, para kampiun kategori U-15 dan U-18 juga mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 40 juta. Sedangkan runner-up memperoleh uang pembinaan Rp20 juta.
Wadah Kompetitif Berjenjang Menuju Level Lebih Tinggi
HYDROPLUS Soccer League diselenggarakan di empat kota yakni Bandung, Jakarta, Surabaya dan Kudus sejak Oktober 2025. Diikuti 50 tim U-15 dan 27 tim U-18, liga sepak bola putri ini merupakan wadah kompetitif berjenjang yang dirangkai Bakti Olahraga Djarum Foundation. Di level usia yang lebih dini, terdapat MilkLife Soccer Challenge yang diselenggarakan di 12 kota di Indonesia dengan menyasar U-8, KU-10 dan KU-12.
Program Director HYDROPLUS Soccer League Teddy Tjahjono menuturkan kompetisi ini merupakan tahap lanjutan bagi para pesepak bola putri potensial mendapatkan pengalaman bertanding rutin guna mengasah kemampuan dan keterampilan mengolah si kulit bundar. Kehadiran liga ini juga menjadi ruang kompetitif dan terstruktur bagi para pemain muda perempuan agar terus berkembang dalam meniti karier di dunia sepak bola profesional.
” HYDROPLUS Soccer League bertujuan mewadahi bakat dan potensi atlet putri yang ingin lebih serius menekuni sepak bola melalui pertandingan dengan sistem liga. Sehingga di setiap minggunya para atlet dapat mengasah dan mengevaluasi kemampuan untuk tampil lebih baik lagi,” ucap Teddy.
Saat ini, HYDROPLUS Soccer League menjadi satu-satunya liga sepak bola putri U-15 dan U-18 di Indonesia. Sehingga liga ini diharapkan dapat menjadi talent pool bagi klub-klub elite yang ingin membentuk tim sepak bola putri dan juga bagi federasi yang mencari sosok potensial untuk mengisi skuad tim nasional.
Pelatih Kepala Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki mengatakan liga ini merupakan wadah sangat penting dalam pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia. Sebab para pemain mendapatkan jam terbang dan mengasah kemampuannya saat bertanding di atas lapangan.
Baca Juga: Gabung Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Resmi Setim dengan ‘Jennie BLACKPINK’
”Pengalaman ini yang bisa memberikan dampak positif untuk kepentingan Timnas Putri Indonesia di masa mendatang. Saya sangat terbantu karena kehadiran HYDROPLUS Soccer League penting untuk perkembangan ekosistem sepak bola Indonesia. Saya berharap program ini terus digalakan agar bisa lebih baik kedepannya,” tutur Satoru.
Kapten Timnas Putri Indonesia Shafira Ika Putri Kartini merasa puas melihat aksi-aksi pemain yang bertanding karena sudah memiliki kemampuan permainan cukup baik. Dia melihat ada beberapa pemain yang sudah di atas rata-rata dan layak masuk ke Timnas Indonesia.
”Saat saya waktu berusia 15 dan 18 tahun, belum ada liga dan kompetisi seperti ini. Ketika itu jika ingin latihan harus bermain bersama tim-tim putra, tapi zaman sekarang sudah berbeda dan senang juga melihat sepak bola putri di Indonesia semakin maju. Semoga ke depannya sepak bola putri semakin berkembang dan bisa membanggakan Indonesia,” ucap Shafira.
Baca Juga: Singkirkan Minnesota Timberwolves, San Antonio Spurs Tantang Thunder di Final NBA Wilayah Barat
Daftar pemenang HYDROPLUS Soccer League Bandung
Kategori Usia 15
Juara: Mojang Priangan
Runner Up : Goal Aksis
Top skor: Syabilla Khanaya Ardianto (Mojang Priangan) - 19 Gol
Best Goalkeeper: Elbian Defika Aryasatya (Goal Aksis)
Best player: Raisya Novita Amalia (Mojang Priangan)
Kategori Usia 18
Juara: Akademi Persib Bandung
Runner-up: Putri Garut
Top skor: Diana Annisa Rahmawati (Putri Garut) - 15 Gol
Best Goalkeeper: Gadhiza Asnanza (Akademi Persib Bandung)
Best player: Sucy Kanya Sholehah (Akademi Persib Bandung)